Gen Z mana yang nggak tahu istilah “when yh”?
Kalimat yang hampir selalu “nangkring” di kolom komentar postingan tentang prestasi, kesuksesan, pencapaian, atau momen-momen dreamy di media sosial.
“Masuk kampus impian, when yh?”
“Bisa lancar baca kitab kuning, when yh?”
“Khatam 30 Juz bil Ghoib, when yh?”
Kelihatannya sederhana dan lucu, tapi sebenarnya kata “when yh” punya makna yang dalam. Bukan cuma berarti “kapan ya giliranku?”, tapi juga bentuk kagum sekaligus doa untuk orang lain. Dalam istilah Arab, ini mirip dengan ghibṭah: rasa ingin memiliki nikmat seperti orang lain tanpa berharap nikmat itu hilang darinya.
Saat seseorang berkata “when yh” kepada kita, itu berarti:
Perjuangan kita terlihat.
Proses kita menginspirasi.
Keberadaan kita menjadi standar semangat bagi orang lain.
Sebagai pelajar, apalagi santri, bukankah kita juga ingin punya pencapaian yang membuat orang lain berkata:
“MasyaAllah… when yh bisa kayak dia?”
Bukan untuk pamer, tapi sebagai bukti bahwa perjuangan tidak pernah mengkhianati hasil.
Ayo, Jemput Giliranmu!
Untuk kamu yang sekarang masih berkutat dengan tumpukan kitab, hafalan yang sering susah, atau tugas yang nggak habis-habis, bertahanlah.
Jangan mudah menyerah hanya karena prosesnya panjang. Orang hebat yang kalian lihat hari ini juga pernah lelah, pernah gagal, bahkan pernah diremehkan. Bedanya, mereka memilih tetap berjalan.
Mungkin hari ini kita masih biasa saja.
Masih tertidur saat yang lain bangun malam untuk murojaah.
Masih mengeluh saat yang lain diam-diam memperbaiki diri.
Masih jadi penonton kesuksesan orang lain sambil mengetik: “when yh?”
Tapi selama kita mau berubah dan terus berusaha, bukan tidak mungkin suatu hari nanti justru giliran kita yang dipandang kagum oleh orang lain.
Belajarlah sampai kualitas dirimu baik ilmu, adab, maupun skill membuat orang lain berhenti scrolling dan berkata dalam hati:
“Keren banget… kapan ya aku bisa sehebat dia?”
Jadikan rasa lelahmu hari ini sebagai investasi.
Biarkan hari ini kamu sibuk mutholaah kitab, sibuk menghafal di sudut pesantren, atau diam-diam memperbaiki diri saat orang lain tidur. Karena bisa jadi, semua proses itu sedang menyiapkan masa depan yang besar untukmu.
Tetap semangat para pelajar dan santri.
Belajar yang rajin, niatkan ibadah, perbaiki akhlak, dan jangan takut bermimpi besar. Karena mimpi yang diperjuangkan dengan doa, usaha, dan kesabaran InsyaAllah akan menemukan jalannya sendiri.
Dan saat waktunya tiba, biarkan dunia yang mengetik:
“Syeikh… when yh?”
Oleh: Abid

.jpg)
0 comments: