Ketika membicarakan Nabi Muhammad ﷺ, banyak hal yang bisa kita teladani dari kehidupan beliau. Rasulullah ﷺ bukan hanya seorang nabi dan rasul, tetapi juga sosok yang dikenal lembut, penyayang, sabar, dan sangat peduli kepada umatnya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Beliau mengajarkan manusia untuk mengenal Allah Ta’ala sekaligus mengajarkan bagaimana memperlakukan sesama dengan akhlak yang baik.
Rasulullah ﷺ menyayangi anak-anak, menghormati orang yang lebih tua, membantu orang yang membutuhkan, dan mengajarkan umatnya untuk berbuat baik kepada sesama. Beliau bersabda:
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا، وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda di antara kami dan tidak menghormati yang lebih tua di antara kami.”
(HR. At-Tirmidzi)
Kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada umatnya juga sangat besar. Allah Ta’ala berfirman:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
“Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, sangat menginginkan kebaikan bagimu, dan dia penyantun serta penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128)
Ungkapan حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ sangat menginginkan kebaikan bagi umatnya. Bahkan ketika dihina, ditolak, dan disakiti, beliau tidak membalasnya dengan keburukan. Beliau memilih bersabar dan memaafkan.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
“Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut mengingatkan bahwa kasih sayang harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mencintai Rasulullah ﷺ, maka kelembutan, kesabaran, dan sikap pemaaf beliau juga perlu ada dalam diri kita.
Ada sebuah hadis yang menunjukkan betapa rindunya Rasulullah ﷺ kepada umatnya. Beliau bersabda:
وَدِدْتُ أَنِّي لَقِيتُ إِخْوَانِي
“Aku sangat ingin bertemu dengan saudara-saudaraku.”
Para sahabat bertanya:
أَوَلَيْسَ نَحْنُ إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللهِ
“Bukankah kami saudara-saudaramu, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab:
بَلْ أَنْتُمْ أَصْحَابِي، وَإِخْوَانِي قَوْمٌ يَأْتُونَ مِنْ بَعْدِي، يُؤْمِنُونَ بِي وَلَمْ يَرَوْنِي
“Kalian adalah sahabat-sahabatku. Sedangkan saudara-saudaraku adalah orang-orang yang datang setelahku, mereka beriman kepadaku meskipun tidak pernah melihatku.”
Kita tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ dan tidak pernah bertemu langsung dengan beliau. Namun, beliau tetap menyebut orang-orang yang datang setelahnya dan beriman kepadanya sebagai saudara.
Hal ini seharusnya membuat kita semakin ingin mengenal Rasulullah ﷺ, bukan hanya mengenal namanya, tetapi juga mengenal akhlak dan ajaran beliau.
Mencintai Rasulullah ﷺ tidak cukup hanya dengan ucapan. Shalawat dan peringatan Maulid merupakan bentuk kecintaan kepada beliau, tetapi kecintaan itu juga perlu terlihat dalam kehidupan sehari-hari.
Jika Rasulullah ﷺ mengajarkan kelembutan, kita belajar berbicara dengan lembut. Jika beliau mengajarkan kasih sayang, kita belajar menyayangi. Jika beliau mengajarkan memaafkan, kita belajar untuk tidak mudah menyimpan dendam.
Maulid Nabi ﷺ seharusnya tidak hanya menjadi sebuah acara. Setelah mengenal kehidupan Rasulullah ﷺ, ada sesuatu yang perlu diubah dalam diri kita. Yang mudah marah belajar menjadi lebih sabar, yang suka berkata kasar belajar menjaga ucapan, dan yang sulit memaafkan belajar mengikhlaskan.
Rasulullah ﷺ memang telah wafat, tetapi ajaran dan akhlak beliau tidak boleh ikut hilang. Rahmat beliau akan terus terasa, selama umatnya mau mengikuti sunnah dan meneladani akhlaknya.
Pada akhirnya, cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan hanya tentang seberapa sering kita menyebut nama beliau, tetapi juga tentang seberapa sungguh-sungguh kita berusaha mengikuti ajaran dan akhlaknya.
Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita umat yang benar-benar mencintai Rasulullah ﷺ, mengikuti sunnahnya, meneladani akhlaknya, mendapatkan syafaatnya, dan dikumpulkan bersama beliau kelak.
Oleh: Anthony


.jpg)
.jpg)
.jpg)

