Monday, January 19, 2026

Tausiyah Isra' Mi'raj Al Fattah Kudus 1447 H

Ahad, 18 Januari 2026 M. Lebih tepatnya 29 Rajab 1447 H. Pesantren kami ikut memperingati peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad ﷺ. Disela hujan deras dan bencana banjir di beberapa titik Kota Kudus, selaku panitia dan pihak pondok awalnya kebingungan terhadap cara merawuhkan Kyai Shomadi ke pesantren Al Fattah yang mana lokasi ndalem beliau ada di Kecamata Mejobo, Kudus. Disana sangat rawan akan banjir. Akan tetapi atas karunia dari Allah ternyata banjir disana sudah banyak yang surut sehingga ada akses transportasi yang bisa dilewati.


Di awal acara, guru kita semua yaitu Abah Aniq memberi washiat dan Ijazah Musalsal Talqin Bidz Dzikir kepada para santri. Dari jalur Abuya Ahmadi sambung kepada Sayyidina Ali Karromallahu Wajhah yang mendapat musalsal tersebut dari Rasulullah ﷺ. Ijazah tersebut melaui bebepa cara yaitu mengucapkan kalimah ikhlas atau Lailahaillallah sebanyak 3x dengan suara nyaring seraya memejamkan mata lalu diikuti para santri yang mempraktekkan hal tersebut juga.


Rangkuman Tausiyah dari Kiyai Shomadi

Beliau ngebahas vibe perjuangan awal Islam sampai ke puncak kemuliaan Nabi ﷺ di malam Isra Mi'raj.


🛡️ Era Door-to-Door & Power Para Jagoan


Dulu, dakwah Nabi ﷺ itu ber gerilya dari pintu ke pintu. Nabi ﷺ sampai berdoa minta back-up orang kuat:

 (اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ بِأَحَدِ الْعُمَرَيْنِ)—


"Ya Allah, kuatkan Islam lewat salah satu dari dua Umar (Umar bin Khattab atau Abu Jahal)." Doa itu answered! Ditambah lagi moment heroic Sayyidina Hamzah. Pas tahu Nabi dihina Abu Jahal, beliau nggak pakai lama langsung samperin dan pukul kepala Abu Jahal pakai busur panah sampai bocor! Beliau bilang: "Lo berani hina dia? Aku sekarang di agamanya!" Sejak itu, mental umat Islam langsung up dan kaum haters mulai mikir seribu kali kalau mau bully Nabi.



Kalau kamu cinta orang sholeh, itu tanda ada good vibe di hatimu. Tapi kalau orang sholeh yang cinta sama kamu, itu tandanya ada "secret file" atau nur spesial di jiwamu. Jadi santri itu harusnya fans garis kerasnya ya Kyainya sendiri!


🚀 Isra Mi'raj: The Ultimate Space Trip


Percaya sama Isra Mi'raj itu wajib fardu ain, karena ini part dari Al-Qur'an:

 (سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا). 


Sebelum berangkat, hati Nabi ﷺ dicuci dulu pakai air terbaik, air zam-zam.

Nabi ﷺ naik Buraq yang speed-nya logic error—sekali melangkah sejauh mata memandang. Fisik Nabi ﷺ itu super strong (setara 40 laki-laki), makanya beliau nggak ada cindera apapun meski melaju secepat itu, kalau kita yang manusia biasa.... pasti organ tubuhnya akan tercerai berai. Di jalan, beliau ketemu spoiler dunia:

 * Nenek tua: Simbol kalau dunia ini sudah expired alias tua banget.


Panggilan Iblis: Nabi ﷺ ignore semua distraksi itu.


Stop-over Ibadah: Beliau sholat di Thaybah (calon tempat hijrah), Turisina (tempat Nabi Musa private talk sama Allah), dan Betlehem (tempat lahir Nabi Isa).


🥛 "Pilihan Fisabilillah: Milk Over Wine


Sebelum sampai di Masjidil Aqsha, Malaikat Jibril nawarin 3 bucket minuman: Susu, Khamr, dan Air. Nabi ﷺ fix pilih Susu. Malaikat Jibril langsung bilang: (اخْتَرْتَ الْفِطْرَةَ)— "Kamu milih Fitrah!" Susu itu pure, healthy, dan nggak bikin hangover. Itu simbol kalau ajaran Islam itu straight, clean, dan menenangkan. Kalau pilih khamr, umatnya bakal chaos kena fitnah terus dan banyak minum khamr. Kalau beliau pilih air, maka ummat nya banyak yang kebanjiran 


❤️Sholat itu Moment Me-Time bareng Allah



Yai Shomadi ngingetin kita kalau Sholat itu adalah hadiah biar kita bisa ngerasain nikmat-nya ketemu Allah, sama kayak nikmat-nya Nabi pas Mi'raj.


 * Level 1 (Mukasyafah): Sholatnya para Wali yang sudah "melihat" kebesaran Allah.



 * Level 2 (Muraqabah): Merasa selalu di-monitoring Allah.


 * Level 3 (Wujub): Yang penting gugur kewajiban (ini minimal banget).

Oleh : Ust. M. Faizunnas

Monday, September 23, 2024

Rangkuman Ngaji Kitab At Tibyan 01



 Kitab : At Tibyan 

Pengarang : Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi

Cetakan         : Al Haromain

Halaman         : 5

Dikutip dari kajian kitab At Tibyan  pada tanggal  13 Agustus 2024 di pondok pesantren Al-Fattah Kudus oleh beliau Abuya Ahmadi Abdul Fattah, Lc., MA.

Selengkapnya bisa dilihat disini : KLIK DISINI


  • Syaikh Nawawi mengawali kitabnya dengan bacaan basmalah karena mengikuti hadits yang berbunyi “كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَ يُبْدَأُ فِيْهِ بِـ : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ” Artinya: “Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan ‘bismillahirrahmanir rahiim’, amalan tersebut terputus berkahnya.”.

  • Syaikh menurut bahasa adalah orang yang umurnya sudah 40 tahun / lebih, walaupun orang tersebut orang kafir.

Tapi menurut ‘urf (pandangan orang umum) syaikh adalah orang mempunyai ilmu tinggi dan fadhilahnya walaupun orang tersebut masih muda.

  • Orang yang wari’ (wira’i) adalah orang yang selalu hati-hati dalam mengamalkan syariat islam termasuk hal-hal yang samar / syubhat, contoh: televisi. Tapi hal ini tergantung orang yang menggunakan, jika digunakan untuk hal yang baik maka akan mendapat kebaikan, tapi jika digunakan untuk suatu hal yang buruk maka sebaliknya. 

  • Orang yang zuhud adalah orang yang hatinya tidak bergantung kepada dunia walaupun dirinya mempunyai harta yang sangat berlimpah.

  • Macam-macam pujian itu ada 4:

  1. Puji qadim ala qadim (Pujian Allah terhadap dirinya sendiri), seperti firman Allah وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ “Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat”.

  2. Puji qadim ala hadits (Pujian Allah terhadap makhluknya), seperti Allah memuji nabi Muhammad وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ “Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung”.

  3. Puji hadits ala qadim (Pujian makhluk terhadap Allah) seperti doanya nabi Ibrahim ketika selesai membangun ka’bah رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

  4. Puji hadits ala hadits (Pujian makhluk terhadap makhluk), seperti sabda nabi أنا مدينة العلم وعلي بابها “Saya adalah kota ilmu dan Ali pintunya”. 

  • Allah memiliki sifat Al Mannan yang artinya maha pemberi anugerah, yang mana semua makhluk yang hidup diberi rezeki tanpa terkecuali baik yang islam maupun kafir.

  • Iman merupakan kunci untuk masuk surga sebab Rasulullah pernah bersabda “La tadkhulul jannata hatta tu'minu wala tu'minu hatta tuhibbu”. Artinya : (Tidak masuk surga sehingga engkau beriman tidak engkau beriman sehingga berkasih sayang.).

  • Perbedaan Habib dan Kholil 

  1. Habib : Kekasih Allah yang mana tidak memohon saja dikasih

  2. Kholil : Kekasih Allah yang mana memohon dulu kepada Allah baru dikasih.

  • Semakin Al Qur’an sering dibaca maka tidak akan bosan, La yumallu sama'uhu. Dan ketika ada orang yang mau menghafal Allah juga akan mempermudahnya seperti firman Allah : وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ “Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?.

Friday, September 20, 2024

Biografi Singkat Pengarang Kitab Dalailul Khoirot


Dalailul Khairat merupakan sebuah kitab atau buku berisi shalawat yang ditujukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Kitab Dalailul Khairat ini biasanya dibaca menggunakan kolaborasi antara irama dengan ritme-ritme tertentu. Umumnya, orang-orang membacanya sesuai dengan pembagian hizb-nya. Bagi kalangan santri dan para pengamal tarekat, wirid Dalailul Khairat adalah wirid yang sangat populer. Wirid ini biasanya diberikan melalui proses ijazah, yakni tradisi pemberian ajaran atau amalan secara turun temurun dengan rantai sanad guru yang jelas.

Abu Abdillah Muhammad bin Sulaiman al-Jazuli al-Simlali al-Hasani alias Imam Jazuli lahir di daerah Jazulah, Maroko pada tahun 807 H / 1404 M dan meninggal pada tanggal 16 Rabiul Awal Tahun 870 H / 1465 M yang mana beliau dibunuh di kota Sus dengan cara diracun. Setelah 77 tahun dari kematiannya, jenazah Syaikh Ibnu Sulaiman Al-Jazuli dipindahkan menuju Marrakesh. Menurut kesaksian, jenazah  beliau masih utuh seperti awal dimakamkan, tidak berubah sama sekali.

Masa kecil Imam Al-Jazuli dihabiskan untuk belajar ilmu agama. Beliau hidup dalam keluarga yang senantiasa menumbuhkan benih-benih mencintai nabi dalam batin sejak dini.

Setelah belajar dari keluarga, Beliau pergi ke kota Fes untuk belajar di Madrasah As-Shaffarin (didirikan Sultan Ya’qub Al-Marini pada 720 H). Selama belajar di kota Fes ini, Sayyid Al Jazuli memperbanyak riyadhoh dan menjalani uzlah. Dikatakan beliau uzlah selama 14 tahun. 

Usai belajar di Kota Fes, Sayyid Al Jazuli melakukan rihlah ilmiah ke timur. Di sana, beliau melaksanakan ibadah haji dan menuntut ilmu pada para ulama Tanah Hijaz. Pasca belajar di Tanah Hijaz, beliau melanjutkan perjalanan ke Mesir untuk berguru pada Syekh Abdul Aziz Al-Ajami di Al-Azhar. Setelah kembali dari perjalanan panjang inilah Sayyid Jazuli berguru tasawuf pada pemuka Syadziliyah, Imam Abu Abdillah Muhammad Amghaur As-Shagir. Kepadanya Sayyid Al-Jazuli berbaiat tarekat Syadziliyah.

Secara urut, Sayyid Al Jazuli menerima tarekat dari Abu Abdillah Amghaur dari Abdurrahman Ar-Rajraji dari Al-Arif Al-Hind dari Syekh An-Nus dari Al-Imam Al-Qurafi dari Abi Abdillah Al-Maghribi dan berakhir pada mu’assis tarekat Syadziliyyah, Al-Qutb Sayyid Abul Hasan Asy-Syadzili.

Dakwah Sayyid Al Jazuli

Setelah masyhur dengan kepakaran dalam ilmu-ilmu syariat, Imam Jazuli dikenal juga memiliki maqam kewalian dan masyhur dengan berbagai keramat berkat wasilah kecintaan atas Nabi Muhammad. Bahkan, beliau juga masyhur sebagai satu di antara Sab’atur Rijal (7 Waliyullah) penjaga pilar-pilar langit kota Marakesh.

Dakwah Sayyid Al Jazuli diterima oleh banyak kalangan. Tercatat, saat masa hidupnya, murid dan pengikut Sayyid Al-Jazuli mencapai 12.665 orang. Masyarakat mulai berbondong datang pada Sayyid Al Jazuli untuk mengambil bai’at Tarekat Syadziliyyah.

Karya-karya Sayyid Al Jazuli

Meski dikenal memiliki banyak karomah, Sayyid Al-Jazuli termasuk ulama yang produktif. Di antara karangannya antara lain: Hizb Al-Falah, Aqidah Al-Jazuli, Hizb Subhana Ad-Daim, Kitab An-Nush At-Tam, Al-Hizb Al-Kabir, dan kitab Dalail Al-Khairat. Kitab terakhir inilah kitab paling masyhur baik di timur maupun di barat.

Ulama, mursyid, dan para murabbi dari berbagai tarekat mengamalkan kitab Dalail ini. Bagi kalangan pengamal tarekat di Nusantara, wirid Dalailul Khairat adalah wirid keramat yang paling populer. Saking keramatnya, wirid ini biasanya di-ijazahkan melalui proses berpuasa, yang dikenal dengan tradisi Puasa Dalail.

Demikian selembar kertas mengenai pengarang kitab Dalailul Khairat. Semua keberkahan kitab monumentalnya tidak lepas dari syafaat Rasulullah. Karena shalawat nabi adalah amalan yang paling besar pahalanya.

Oleh : Shfl



Wednesday, July 10, 2024

Rangkuman Ngaji Gus Aniq


Kitab : Tajridus Shorih

Pengarang : Imam Zainuddin Ahmad Bin Abdul Latif  Az-Zubaidi

Cetakan         : DKI Beirut

Hadits : 102

Halaman         : 40

Dikutip dari kajian kitab tajridus shorih pada tanggal 8 Juli 2024 di pondok pesantren Al-Fattah Kudus oleh beliau Gus Aniq Muhammad Makki, B. Sc., MA.

Selengkapnya bisa dilihat disini : Ngaji Kitab Tajridus Shorih


  • Hadits 102


فَعَمَدَ الخَضِرُ إِلَى لَوْحٍ مِنْ أَلْوَاحِ السَّفِينَةِ فَنَزَعَهُ ، فَقَالَ مُوسَى قَوْمٌ حَمَلُونَا بِغَيْرِ نَوْلٍ عَمَدْتَ إِلَى سَفِينَتِهِمْ فَخَرَقْتَهَا لِتُغْرِقَ أَهْلَهَا ؟ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا ؟! قَالَ لَا تُؤَاخِذْنِي بِمَا نَسِيتُ وَلَا تُرْهِقْنِي مِنْ أَمْرِي عُسْرًا ، فَكَانَتِ الْأُولَى مِنْ مُوسَى نِسْيَانًا ، فَانْطَلَقَا فَإِذَا غُلَامٌ يَلْعَبُ مَعَ الْغِلْمَانِ فَأَخَذَ الْخَضِرُ بِرَأْسِهِ مِنْ أَعْلَاهُ فَاقْتَلَعَ رَأْسَهُ بِيَدِهِ، فَقَالَ مُوسَى أَقَتَلْتَ نَفْسًا ا زَكِيَّةً بِغَيْرِ نَفْسٍ؟ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ إِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيعَ مَعِيَ صَبْرًا، فَانْطَلَقَا حَتَّى إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ أَسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَنْ يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَنْ يَنْقَضَّ فَأَقَامَهُ قَالَ الْخَضِرُ بِيَدِهِ فَأَقَامَهُ فَقَالَ لَهُ مُوسَى لَوْ شِئْتَ لَ لتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا ، قَالَ هُذَا فِرَاقُ بَيْنِي وَبَيْنِكَ ، قَالَالنَّبِيَّ ﷺ  يَرْحَمُ اللَّهُ مُوسَى لَوَدِدْنَا لَوْ صَبَرَ حَتَّى يُقَصَّ عَلَيْنَا مِنْ أَمْرِهِمَا 


….Kemudian Nabi Khidir sengaja mengambil papan kapal lalu merusaknya Nabi Musa pun berkata, ”Mereka telah membawa kita tanpa bayaran, tapi kenapa kamu merusaknya untuk menenggelamkan penumpangnya?” Nabi Khidir berkata, “Bukankah aku sudah berkata, “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama denganku.” Nabi Musa berkata, “Janganlah kamu menghukumku karena kelalaianku dan janganlah kamu membebaniku dengan dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.” Kejadian pertama ini karena Nabi Musa terlupa. Kemudian keduanya pergi hingga bertemu dengan anak kecil yang sedang bermain dengan kedua temannya. Nabi Khidir lalu memegang kepala anak itu, lalu Nabi Khidir memutus kepala anak tersebut dengan tangan beliau sendiri. Maka Nabi Musa pun bertanya, “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain?” Nabi Khidir menjawab, “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan kuat sabar bersamaku.” Maka keduanya berjalan hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka. Kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh. Maka Nabi Khidir menegakkan dinding tersebut. Rasulullah meneruskan ceritanya: “Nabi Khidir melakukannya dengan tangannya sendiri. Lalu Nabi Musa berkata, “Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu. Nabi Khidir menjawab, “Inilah saat perpisahan antara aku dan kamu.” Nabi Muhammad SAW. Bersabda, “Semoga Allah merahmati Nabi Musa. Kita sangat berharap sekiranya Nabi Musa bisa sabar, sehingga akan banyak cerita yang bisa kita dengar tentang keduanya.”.


        Lanjutan cerita: Nabi Khidir berkata, “Saya ceritakan wahai Nabi Musa atas kejadian-kejadian yang telah berlalu. Untuk kapal tadi, itu sebenarnya pemilik kapal tersebut adalah orang-orang miskin yang mana pekerjaan mereka tersebut adalah dilautan. Maka memang aku sengaja merusak kapal tersebut agar kapal tersebut terlihat cacat, karena depan mereka nanti saat perjalanan pulang itu ada perompak yang suka membajak kapal-kapal yang bagus, jika tidak saya buat cacat maka kasihan mereka nanti. Terus untuk anak kecil tadi, kedua orang tuanya itu sholeh sholehah, tapi anak itu tadi saat besar dia akan menjadi kafir yang mana kekafiran anak tersebut mengajak-ajak bahkan hingga memaksa kedua orang tuanya untuk ikut kafir. Maka lebih baik aku bunuh anak tersebut dan menyelamatkan keimanan kedua orang tuanya. Dan setelah membunuh anak itu tadi, saya berharap semoga Allah memberi kepada kedua pasangan pasutri tadi dengan anak yang sholeh atau sholehah yang mana akan membuat kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan untuk tembok tadi yang mana saya perbaiki dan tidak saya terima upahnya, karena bangunan tersebut itu adalah milik warisan kedua anak kecil yang yatim. Dan di bawah bangunan tersebut ada harta karun yang mana harta tersebut memang untuk kedua anak tersebut. Dan orang tua kedua anak yatim tadi adalah orang yang sholih, nah Allah berkehendak agar mereka tumbuh menjadi orang kuat dan Allah akan mengeluarkan harta karun itu kepada mereka rahmatan mir Rabbik, karena sebagai kasih sayang Allah kepada kedua anak tersebut. Semua kejadian yang terjadi tadi wahai Musa itu adalah bukan keinginanku, bukan aku yang sengaja melakukannya. Tapi semua kejadian itu tadi memang Allah lah yang menggerakkan.”.


  • Jangan meremehkan guru-guru ngajimu yang mengajarkan alif, ba, ta. Bisa jadi dengan kamu tabarrukan dengan guru ngajimu saat masa kecil, itu menjadikanmu masyhur dan wushul ilAllah. 

  • Beberapa faedah dari hadits tersebut:

  1. Apapun yang dilakukan Allah kepada ciptaan-Nya itu terserah gusti Allah sendiri. Kita sebagai makhluk tidak bisa menakar semua ketentuan-ketentuan yang Allah lakukan dengan akal. Maka akal ini tidak bisa menjadi hitungan untuk hitung-hitungannya Allah. Secara akal satu tambah satu memang dua, tapi hitungan Allah bukan sekadar hanya satu ditambah satu, hitungan Allah lebih dari itu. Yang bisa kita lakukan saat ini yaitu tidak perotes tidak membangkan akan taqdir dan ketentuan-ketentuan yang diberikan oleh Allah kepada kita. Semua sudah Allah tentukan, kita tinggal berusaha, adapun untuk masalah hasil serahkanlah kepada Allah SWT.

  2. Semua yang dilakukan oleh Allah itu ada hikmahnya, tapi tidak serta merta kita harus mengetahui hikmah tersebut.

  3. Kita harus hati-hati dengan dua kesalahan: yang pertama, orang-orang bodoh mengatakan bahwa dalam cerita ini Nabi Musa kalah keren dengan Nabi Khidir, maka hakikat orang-orang yang mengatakan seperti itu adalah mereka terlalu picik. Yang kedua, ada orang-orang kafir zindiq mengatakan, mereka beranggapan berdasarkan cerita tersebut bahwa syariat itu hanya untuk orang-orang awam. Dan kata-kata tersebut sangat berbahaya, karena kata-kata yang seperti itu hanya untuk basa basi untuk meninggalkan syariat. 

Friday, July 5, 2024

Rangkuman Ngaji At Tibyan

 


Kitab : At Tibyan 

Pengarang : Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi

Cetakan         : Al Haromain

Halaman         : 167-169

Dikutip dari kajian kitab At Tibyan pada tanggal 02 Juli 2024 di pondok pesantren Al-Fattah Kudus yang diampu oleh beliau Abuya Ahmadi Abdul Fattah, Lc., MA.

Selengkapnya bisa dilihat disini : KLIK DISINI


  • Makruh membaca Al Qur’an ditempat-tempat yang kotor dan tidak layak seperti: Kamar mandi, tempat pembuangan sampah, kandang, dll. Dan ada juga yang mengatakan haram membaca di tempat-tempat tersebut.

  • Adab membaca Al Qur’an yang paling utama adalah menghadap kiblat, pakaian yang suci, mempunyai wudhu, dan duduk dengan posisi yang sopan. Tapi juga boleh membaca Al Qur’an dengan berdiri, berbaring, bahkan rebahan di pangkuan orang lain, karena nabi Muhammad sering membaca Al Qur’an di pangkuan istri tercinta beliau. Tapi keutamaannya tentu saja berbeda dengan orang yang membaca Al Qur'an dengan duduk sopan dan menghadap kiblat.  

  • Mayyit disebut jenazah karena dari lafadz Janaza yang artinya ditutupi, maksudnya adalah mayyit tersebut akan dikubur.

  • Imam Abdullah bin Maimun bin Abbas bin Al Harits atau terkenal dengan Ahmad bin Abil Hawari termasuk ulama salaf ahli hadits yang berasal dari syiria yang mana ketika mendengar Al Qur’an beliau selalu teriak dan seketika pingsan, karena beliau sangat mentadabburi Al Qur’an.

  •  حبتر Artinya adalah orang sholih yang melaksanakan hak-hak Allah (melakukan perintah dan menjauhi larangan) dan melaksanakan hak-haknya sebagai hamba seperti berbuat baik kepada orang lain.

  •  إجترحوا السيئات adalah menerangkan tentang sifat-sifat orang kafir yang mana sering maksiat.

  • Menangis ketika membaca Al Qur’an adalah termasuk tanda-tanda orang sholih dan takwa.

  • Kebiasaan sayyidina Abdullah bin Abbas ketika membaca Al Qur’an adalah menangis, sampai-sampai di pipi beliau terdapat garis seperti tali sandal jepit, karena seringnya beliau menangis ketika membaca Al Qur’an.  

  • Nama asli sayyidah Ummu Salamah adalah Hindun binti Abu Umayyah. Beliau termasuk istri nabi yang cantik jelita dan sangat cerdas. Sebelum menikah dengan nabi beliau menikah dengan Abdullah bin Abdul Asad yang mana saudara sepersusuan nabi Muhammad. Alasan nabi Muhammad menikahi sayyidah Ummu Salamah adalah karena kasihan, sebab pada waktu itu suaminya meninggal dunia di perang uhud. 

  • Adab membaca Al Qur’an yang banyak ditinggalkan orang adalah ketika idaroh (satu orang membaca dan yang lain menyemak) itu seharusnya yang lain menyemak dengan tenang, bukan malah membuat forum ngobrol sendiri dengan teman sebelahnya.

  • Surat Al Mu'awwidzatain (Al Falaq dan An Nas) adalah surat yang bisa melindungi seseorang dari sihir dan sesuatu yang tidak baik.

  



Saturday, June 29, 2024

Rangkuman Ngaji At Tibyan

 

Kitab : At Tibyan 

Pengarang : Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi

Cetakan         : Al Haromain

Halaman         : 165-167

Dikutip dari kajian kitab At Tibyan pada tanggal 25 Juni 2024 di pondok pesantren Al-Fattah Kudus yang diampu oleh beliau Abuya Ahmadi Abdul Fattah, Lc., MA.

Selengkapnya bisa dilihat disini : KLIK DISINI



  • Seseorang ketika ngaji bersama gurunya hendaknya duduk dengan sopan. 

  • Adab ulama’ salaf (sahabat & tabi’in) ketika menyikapi Al Qur’an itu seperti mendapat surat dari pacarnya, maksudnya adalah dibaca terus dan tidak pernah bosan, beliau-beliau juga mempelajari isi kandungannya dan mengamalkannya.

  • Imam Az Zuhri nama aslinya adalah Abu Bakar Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin Abdullah ibni Syihab bin Abdullah bin Al Harits bin Zuhroh bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab Al Bashri. Beliau hidup pada zaman khalifah Umar bin Abdul Aziz dan beliau termasuk orang pertama yang membukukan hadits. 

  • Imam Asy Sya’bi nama aslinya adalah ‘Amir bin Syarahil dan nama Asy Sya’bi sering kali digunakan dalam shahih muslim.

  • Nama imam Tamim Ad Dari itu dinisbatkan pada kakek beliau yang bernama Ad Dar, dan ada yang menisbatkan pada desa yang bernama Darain yang bertempat di pantai, dan ada juga yang menisbatkan pada Musholla (mempunyai tempat khusus untuk ibadah). Adapun perbedaan pendapat mengenai imam Tamim Ad Dari sudah dijelaskan pada bagian awal syarah shahih muslim.

  • Lawannya tartil adalah hadzramah artinya adalah membaca cepat yang mana cepatnya ngruwel dan tidak jelas baik hurufnya ataupun kalimatnya.

  • Nama imam Ghazali adalah Al Ghazali yang mana dinisbatkan pada desa beliau yang bernama Ghazalah, bukan Al Ghazzali (dengan tasydid).

  • Diceritakan bahwa adatnya orang Kairo Mesir ketika malam hari adalah membaca Al Qur’an. Sampai-sampai ketika ada orang yang masuk ke kota tersebut suaranya seperti suara lebah -maksudnya adalah ramai sekali- karena di kota tersebut banyak sekali orang yang membaca Al Qur’an di setiap rumah.

  • Imam An Nakha'i adalah imam mujtahid mutlak yang mana seperti Imam Syafi’i tapi sayangnya murid beliau tidak ada yang mau membukukan karya beliau.

  • Hendaknya seorang muslim menyisihkan waktunya untuk membaca Al Qur’an yang mana seperti orang yang memerah susu kambing, maksudnya adalah harus menyisihkan waktu untuk membaca Al Qur’an walaupun sebentar.

  • Malik bin Rabi’ah (Abu Usaid) adalah termasuk orang yang ikut perang badar dan beliau sudah dijanjikan oleh Allah untuk masuk surga.

  • Imam Nawawi menerangkan bahwa dalil-dalil yang ada dalam permasalahan kitab At Tibyan ini sudah sangat terkenal dan marak.

  • Ketika mau membaca Al Qur’an disunnahkan untuk bersiwak, adapun kayu yang afdhol adalah kayu arak dan termasuk kayu yang boleh digunakan bersiwak adalah kayu asynan.  

  • Banyak sekali bahasa indonesia yang diadopsi menjadi bahasa arab tapi karena lisan orang arab tidak seperti orang jawa, maka yang asalnya p menjadi b seperti: pepaya menjadi babaya, pahlawan menjadi bahlawan, dll.

  • Dianjurkan beribadah termasuk membaca Al Qur’an dengan semampunya atau dengan kadar kekuatannya bukan sesuai dengan keinginannya atau sekedarnya.