Tuesday, March 3, 2026

Amal Dengan Ikhlas


 Kalau sudah memulai satu amal ibadah, usahakan untuk menjaganya tetap berjalan. Tidak harus besar, tidak perlu terlihat hebat. Yang penting konsisten. Karena amal yang paling Allah cintai adalah yang dilakukan terus-menerus, meskipun sedikit.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّوَكَانَتْ عَائِشَةُ إِذَا عَمِلَتِ

الْعَمَلَ لَزِمَتْهُ (رواه مسلم)

Artinya: Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus-menerus walaupun sedikit. Dan Aisyah jika melakukan suatu amalan, beliau menetapinya.

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Allah tidak “bosan” sampai kalian bosan. Para ulama, di antaranya Imam Nawawi, menjelaskan bahwa maksudnya bukan Allah benar-benar bosan, tetapi Allah tidak akan memutus rahmat dan pahala-Nya selama hamba itu tidak berhenti beramal.

Namun ada satu hal yang lebih penting dari sekadar banyak atau sedikitnya amal: keikhlasan. Amal tanpa ikhlas ibarat angka nol. Shalat nol, sedekah nol, membaca Al-Qur’an nol. Dikumpulkan sebanyak apa pun tetap nol. Tapi ketika ada ikhlas, ia seperti angka satu di depan deretan nol itu. Nilainya langsung berubah, berlipat-lipat.

Jadi, jangan terlalu sibuk mengejar banyaknya amal sampai lupa menjaganya tetap hidup. Lebih baik sedikit tapi istiqomah, sederhana tapi tulus. Karena yang Allah nilai bukan hanya gerakannya, tapi juga hatinya.

Oleh: Nashirin


Latest
Next Post

0 comments: