Friday, March 13, 2026

Jangan Tunggu Ramadhan untuk Beribadah

 


Dikisahkan dalam kitab Durratun Nashihin karya Syekh Utsman bin Hasan al-Khubawi tentang seorang laki-laki bernama Muhammad. Dalam kesehariannya ia hampir tidak pernah melaksanakan shalat. Namun ketika bulan Ramadhan tiba, ia memuliakan bulan tersebut dengan sungguh-sungguh. Ia memakai pakaian terbaiknya, menggunakan wewangian, memperbanyak ibadah, dan berusaha mengqadha shalat yang selama 11 bulan sebelumnya tidak ia kerjakan.

Ia melakukan semua itu dengan satu harapan: semoga Allah berkenan mengampuninya.

Suatu ketika laki-laki itu meninggal dunia. Diceritakan bahwa ada seorang alim yang bermimpi bertemu dengannya, lalu menanyakan keadaannya di akhirat. Dalam mimpi tersebut ia menjawab bahwa Allah telah mengampuninya dan memberinya kebaikan karena penghormatan serta ibadah yang ia lakukan pada bulan Ramadhan.

Dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa kesempatan untuk memperbanyak ibadah selalu terbuka, baik ketika muda maupun ketika telah tua, baik pada bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Seorang Muslim tidak seharusnya hanya menjadi orang saleh pada bulan Ramadhan saja, lalu kembali lalai pada bulan-bulan lainnya.

Seringkali seseorang menunda shalat, ibadah, atau perbuatan baik dengan alasan masih muda atau menunggu datangnya Ramadhan. Padahal ia lupa bahwa kematian bisa datang kapan saja, tanpa memandang usia. Bagaimana jika seseorang meninggal sebelum sempat menjumpai Ramadhan yang ia tunggu?

Ramadhan memang bulan yang istimewa. Pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan. Di dalamnya Allah melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya, pahala amal kebaikan dilipatgandakan, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup.

Karena itu, Ramadhan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperbanyak ibadah, sekaligus menjadi awal untuk menjaga kebaikan tersebut pada bulan-bulan berikutnya.

Oleh: Rizky


Latest
Next Post

0 comments: