Kehidupan setiap orang memang berbeda-beda. Ada yang hidup sederhana, ada yang bergelimang harta dan kemewahan, dan ada pula yang berada di posisi di antara keduanya. Semua itu bukan kebetulan, melainkan bagian dari ketentuan Allah yang sudah diatur sesuai dengan keadaan masing-masing hamba-Nya.
Apapun kondisi hidup yang kita jalani, satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah bersyukur. Sayangnya, tidak semua orang mampu melakukannya. Ada yang mudah bersyukur saat hidupnya lapang, tetapi lupa ketika diuji dengan kekurangan. Ada juga yang terlalu menikmati nikmat sampai merasa semua itu murni hasil usahanya sendiri.
Kita perlu memahami bahwa Allah tidak selalu memberikan nikmat dalam jumlah besar kepada setiap orang. Bukan karena Allah tidak sayang, justru sebaliknya. Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Bisa jadi, jika seseorang terlalu banyak diberi kenikmatan, ia akan terlena, sibuk menikmati dunia, dan perlahan lupa kepada Allah yang telah memberinya semua itu.
Karena itulah, sedikit atau banyaknya nikmat bukan ukuran bahagia atau tidaknya hidup seseorang. Yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Ketika kita mampu bersyukur dalam keadaan apa pun, di situlah letak ketenangan dan keberkahan hidup yang sebenarnya.
Oleh: Nizam


0 comments: