Wednesday, January 16, 2019

Lika liku Penghafal Al qur'an

Susah mengahfal al qur'an ? Mungkin itu adalah fadlol dari Allah kepada kamu yang dititipkan lewat Al qur'an. Berikut adalah secuil alasan mengapa susah menghafal Al qur'an tetap menyenangkan :

  1.    Satu huruf Al qur’an mengandung satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipat gandakan menjadi 10 pahala atau lebih, bagi yang kesulitan menghafalkan, akan mengulang lebih banyak, yang berarti semakin banyak pula pahalanya. Kalikan dengan jumlah pengulanganmu !
   2.    Al quran seluruhnya adalah kebaikan, susah menghafal berarti kamu berlama lama dalam kebaikan. Bukankah kamu menghafal Al qur'an untuk meraih kebaikan ?
3.    Kamu masih ingat tragedi sumur Ma’unah, dimana Rasulullah -shollallahu 'alaihi wasallam- menyebut 70 syuhada’ yang gugur sebagai hafidz, padahal hafalan mereka belum sempurna. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski kamu susah menghafal, kamu adalah seorang hafidz selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafidz yang sebenarnya di akhirat ?
4.    Menghafal Al qur’an ibarat masuk kedalam taman yang indah. Mestinya kamu betah berlama lama didalamnya. Susahnya menghafal adalah cara Allah memuaskan kamu menikmati taman tersebut. Tersenyumlah !
5.    Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan memandangnya adalah kesejukan. Kamu sudah mendapat itu walaupun susah menghafal.
6.    Ketika kamu menghafal, maka setidaknya mata, telinga, dan lisan kamu tidak melakukan maksiat. Semakin lama kamu menghadapi mushafmu, semakin bersih pula dosamu.
       7  .Adakalanya susahnya hafalanmu karena kamu banyak dosa, baik sadar maupun tidak sadar. Bertaubatlah !


 " Cobone wong dewe dewe"                            Syaikh Al Muqri' Muhammad Arwani Amin




Oleh : M. Alawy Machfudz

Manaqib Al habib Ali shohib Simthud Duror

Manaqib Al habib Ali shohib Simthud Duror

                    Al habib Ali Ibn Muhammad Ibn Husain Al Habsyi, beliau adalah seorang wali Allah yang dilahirkan di kota Qosam (salah satu kota di Hadromaut) pada hari jumuah 24 syawal 1259 H. Beliau ialah seseorang yang telah membuat kitab maulid Simthud Duror yang menjadi kitab maulid yang paling orang mengamalkanya dizaman ini, beliau pernah berkata tentang kitabnya “ kitabku Simthud Duror akan menyebar ke seluruh dunia” dan keistimewaan kitab Simthud Duror adalah ketika membaca ya robbi sholli maka rosul akan datang ruhnya secara langsung, dan kitab Simthud Duror ini beliau membuatnya dengan perasaan yang sangat lembut dengan bahasa serta kesastraanya yang tinggi, beliau berkata lagi tentang kitabnya “kitab ini yang membuat aku, tapi pintu ke habibana Muhammad terbuka, sama dengan bercakap-cakap dengan habibana Muhammad secara langsung”.

                     Ayahanda beliau merupakan seorang wali besar sekaligus menjadi mufti madzhab syafi’I di Haromain, beliau bernama Al Habib As Sayyid Muhammad ibn Husain ibn Abdullah Al Habsyi. Ibundanya bernama As Syarifah As Sayyid ‘Alawiyyah binti Huasin ibn Ahmad Al Jufri yan merupakan seorang Wali juga. Orang tuanya saja wali semua, bagaimana dengan putranya?

                     Suatu hari beliau pernah diatanya oleh ibundanya “wahai anakku Ali, apakah kamu ingin ku anggap anakkku dan mendapat ridhoku dunia akhirat?” tanya ibundanya “iya ibunda” jawab habib ali,”maka temuilah datukmu  Rasulullah”, lalu beliau mengembara pengetahuan keguru-guru supaya bisa mendapat cara bagaimana menemui datuknya.

      Setelah 20 tahun terlewati, saat tidur beliau akhirnya bertemu dengan datuknya, usai bangun beliau langsung kekamar ibundanya untuk memberi tahu ibundanya bahwa beliau telah bertemu dengan datuknya, ibundanya setelah mendengar kabar itu lalu mengatakan “kamu belum menjadi anakku”, beliau setelah mendengar kalimat itu dari ibundanya bergegaslah beliau menemui guru-gurunya untuk menanyakan hal tersebut, tapi semua gurunya tidak ada yang bisa menjawab akan hal tersebut, dan mimpi bertemu datuknya yang kedua terjadi, beliau mengatakan kepada datuknya “wahai datukku, berikan salamku pada ibundaku” alasanya supaya ibundanya percaya bahwa beliau telah menemui datuknya, beliau pun memberi tahu ibundanya lagi bahwa telah bertemu dengan datuknya tapi ibundanya lagi-lagi mengatakan “kamu belum menjadi anakku”tapi beliau tidak putus asa untuk mencari pengakuan anak dan mendapatlan ridho dunia akhirat dari ibundanya. Pada suatu saat  beliau menagis rindu kepada datuknya hingga sujud lama dan kemudian terdengar suara “wahai Ali, aku datukmu, hadir dengan mata dzohirmu, maka bangkitlah” beliau lalu bangkit dari sujudnya dan melihat rosul secara sadar (yaqdhotan) dan beliau lemas karena dihadapanya ada seorang makhluq yang termulia dialam semesta “marhaban datukku” kata beliau dan Rasulullah berkata “ pangil ibumu, ku tunggu dia kekamarmu ini”. Setelah itu beliau habib ali menuju kamar ibundanya deng mengesot sampai dikamar beliau mengatakan kepada ibundanya “ibunda aku telah bertemu dengan  datukku Rasulullah” ibunya berkata “ dimana kamu bertemu beliau?”  jawab habib ali “dikamarku, dan engkau disuruh Rasulullah kesana”.

                     Dari cerita itu kita bisa bayangkan, beliau dianggap menjadi anak yang diridhoi dunia akhirat pada umur 20 tahun,  itu saja tidak mudah melakukanya, yaitu harus bertemu dengan Rasulullah secara sadar atau dzohir. lha kita? Sudah dianggap anak tanpa syarat-syaratan dari lahir kedunia, masih saja tidak patuh pada orang tua.

Disarikan saat mujalasah sore bersama Agus H. Aniq Muhammad Makki

Ringkasan mauidhoh Habib Muh Solo



             Selasa, 25 desember 2018 M, kami selaku Insafmedia berkesempatan menghadiri  haul dari datuk  salah satu santri ponpes Al Fattah dan meringkas sedikit tentang mauidhoh hasanah dari Beliau Al habib Muhammad ibn  Husain ibn Anis Al habsyi Solo pada saat acara tersebut. Isi mauidhoh beliau kurang lebih diantaranya :


  •         Berkah merupakan inti dalam semua aspek kehidupan dan Rasulullah SAW. Adalah inti dari semua keberkahan, seperti yang disabdakan beliau yang kurang lebih artinya “barokah ada pada pembesar-pembesar kalian”.


  •       Semua kesengsaraan hidup sudah pernah dialami oleh Rasulullah SAW. Akan tetapi beliau adalah orang yang paling banyak tersenyum, itu kakrena beliau bahagia dekat dengan penciptanya. Agar umatnya hidup bahagia cukup copast semua aspek kehidupan beliau, termasuk sunnah Nabi adalah bersikap romantis pada pasangan hidupnya, misalnya Nabi ijin kepada isterinya untuk sholat tahajjud padahal masih dalam satu kamar yang sama, contoh lainya Nabi tidak pernah menyusahkan isteri dan keluarganya hingga pembantu Nabi malah lebih dilayani Nabi dari pada melayani Nabi. Kegiatan sehari-hari Nabi, diantaranya sebelum shubuh bangun untuk sholat tahajjud, kemudian dilanjutkan sholat shubuh berjamaah setelah itu duduk bersama shohabat siapa yang tadi malam bermimipi dan akan ditakwil oleh Nabi, Nabi menghendaki tinggal dirumah yang didalamnya orang yang menghidupkan sunnah-sunnah beliau, hal itu sangat berat karena disetiap rumah itu ada setan yang tujuan memecah belah, menhancurkan kebaikan-kebaikan yang ada dirumah itu dan setan tadi adalah setan yang paling tinggi drajatnya daripada setan lainya.

  •       Haul adalah salah satu kegiatan dimana seseorang yang telah meninggal selama setahun diperingati pada tanggal dia meninggal. Khaul yang biasa atau sederhana bisa dilakukan dengan bersedekah seadanya saja dan senyuman dari penerima itu sudah cukup berkah untuk ahli qubur tanpa meminta bacaan fatihah darinya. Kita sebagai anak wajib berbakti kepada orang tua meskipun orang tua kita sudah meninggal, contoh setelah orang tua kita meniggal, kita berbakti dengan orang tua kita adalah dengan berbuat baik kepada kerabat-kerabatnya dan selalu mendoakanya. Anak alim dan sukses merupakan bukti kealiman dan kesuksesan orang tua.


Watak Santri di era Globalisasi


Di era yang global dan canggih ini tuntutan seseorang yang berpredikat Santri semakin berat, mengingat zaman sekarang sudah tidak kondusif lagi atmosfir moral akhlaqnya. Apalagi rasa kepedulian dan kepekaan sosial semakin memudar. Kalaupun memang ada kepedulian, itupun kebanyakan ada tendensi di belakang kepedulian tersebut agar menjadi tenar atau meraup keuntungan pribadi. Yang benar-benar Ikhlas hanyalah sedikit.
Lalu bagaimanakah seorang Santri seharusnya menyikapi hal tersebut? Apakah kebaikannya terbatas untuk yang baik saja atau merangkul juga ke orang-orang yang kurang beruntung karena keburukan akhlaqnya?

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ الله عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّـهِ صَلَّى اللَّـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
"
إِنَّ لِلَّهِ عَبَّادًا اخْتَصَّهُمْ بِالنِّعَمِ لِمَنَافِعِ الْعِبَادِ، يُقِرُّهُمْ فِيهَا مَا بَذَلُوهَا، فَإِذَا مَنَعُوهَا نَزَعَهَا مِنْهُمْ، فَحَوَّلَهَا إِلَى غَيْرِهِمْ". أخرجه ابن أبى الدنيا فى قضاء
 الحوائج (1/24 ، رقم 5) ، والطبرانى فى الأوسط (5/228 ، رقم 5162) ، وأبو نعيم فى الحلية (6/115) ، والخطيب9/459 
Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang di berikan kenikmatan secara khusus untuk memberikan manfaat kepada hamba Allah lainnya. Kenikmatan itu akan selalu bersama hamba tersebut selama mereka mau mengeluarkannya (untuk kemanfaatan manusia). Jika mereka tak mau mengeluarkannya maka Allah akan memindahkan kenikmatan tersebut kepada orang lain".
Jika menilik kemanfaatan Santri di tengah masyarakat, maka para santri sangat masuk dalam kategori Hadits tersebut. Sebab merekalah yang memang di berikan Allah kenikmatan khusus yaitu berupa kenikmatan bisa ngaji dan lebih memahami Ajaran Agama Islam secara mendalam melebihi orang awam. Maka dari itu, santri memiliki tanggung jawab besar untuk mencurahkan pengetahuan agamanya untuk masyarakat baik dengan cara mengajarkannya, mempraktekannya serta mengajak lingkungan sekitarnya untuk menjadi hamba-hamba Allah yang lebih baik. Sukur-sukur juga bisa membuat perekonomian mereka menjadi terangkat.
Apalagi berbuat baik adalah hal yang tidak ada ruginya, baik itu di terapkan kepada orang yang baik maupun yang belum baik. Karena Rasulullah SAW pernah bersabda
صنائع المعروف تقي مصارع السُّوء والصَّدقة خفيًا تطفيء غضب الرَّبِّ، وصلة الرَّحم زيادة في العمر. - رواه الطبراني في الكبير
"Perbuatan baik akan menjaga (seseorang) dari kejelekan. Bersedekah secara sembunyi-sembunyi akan mematikan murka ilahi. Menyambung tali persaudaraan akan membuat umur menjadi panjang".

Inilah nilai-nilai mulia yang harus di pegang oleh orang yang merasa dirinya adalah santri

Oleh : Agus H. Aniq Muhammad Makki. Lc


Monday, December 10, 2018

Haul Simbah KH. Hisyam Hayat


RINGKASAN MAUIDHOH HASANAH KH.NOR HALIM MA’RUF.
(2 Rabi'ul Akhir 1440 H)

Gambar terkait
KH. Nor Halim Ma'ruf
Orang didunia ini dibagi menjadi dua:

1.       Orang yang jika disebut namanya bisa menjadi musabbab hidup atau terang hatinya orang yang mendengarnya, contoh saja misal ada orang yang berkata “besok adalah hari haul Mbah Hisyam” pasti banyak orang yang hidup dan bahagia hatinya karena Mbah Hisyam adalah orang yang dekat dengan Allah SWT. Apalagi jika ada yang menyebut nama Rasulullah SAW. Pasti banyak orang yang suka hatinya bahagia hatinya karena mendengar nama beliau sang makhluq termulia sejagad raya.

2.       Orang yang jika disebut namanya akan menjadikan orang yang mendengarnya mati atau gelap hatinya, contoh saja  jika ada kabar bahwa besok akan diadakan konser perayaan tahun baru, pasti akan banyak orang mendatngi acara itu dari sore hingga tengah malam, yang jadi masalahnya adalah kapan mereka sholat?, dari jam 4 sore saja mereka sudah berkumpul dilapangan untuk mendapatkan tempat yang terdepan dan acara itu selesainya tengah malam kurang lebih sekitar jam 1 malam, sholat magrib dan isya’ mereka bagaimana..?


KH. Hisyam Hayat adalah seorang ulama’ asal kudus, beliau merupakan murid KH.Arwani Amin Said kudus, kebiasaan yang dimiliki Mbah Hisyam adalah membiasakan sholat bejamaah selain itu beliau adalah orang yang selalu membiasakan membaca Al Quran dimanapun berada, yang beliau dasarkan dari hadits Nabi yang artinya kurang lebih, jika ingin mendapat tempat teduh dimahsyar kelak, maka selalulah membaca Al Quran.
Hasil gambar untuk kh hisyam hayat kudus
Mbah Hisyam ketika mengaji kepada Simbah Arwani Amin


KH. Hisyam Hayat sangat sayang kepada santri-santrinya, sebagaimana Nabi yang sangat sayang  dan lembut pada ummatnya, meskipun Nabi bersifat lembut tapi ketika bertindak sebagai komandan pasukan Nabi pun memperlihatkan sifat tegasnya, pada suatu hari ketika Nabi menyiapkan pasukan, ada satu pasukan yang tidak patuh, Nabipun memukulnya dengan tongkat, bukanya menurut pasukan tersebut malah memprotes Nabi, “ wahai Nabi, bukankah engkau bersifat sayang dan lembut pada ummatmu sebagai mana dalam Al Quran?” Nabipun tertegun takut dan meminta agar dibalas pukul seketika dari pada tanggungan besok diakhirat, bukannya pasukan tersebut malu tapi malah meminta agar Nabi melepas jubahnya supaya impas, karena Nabi memukul langsung terkena kulit. Ketika Nabi bersiap untuk dipukul, pasukan tersebut tiba-tiba mencium perut Nabi dan berkata “wahai Nabi, jasadmu diharamkan terkena jilatan api neraka, maka aku berwasilah dengan ciuman ini agar jasadku juga haram masuk neraka”, karena pasukan tersebut tahu bahwa kepuasan dan ridlo Nabi adalah ketika melihat semua ummatnya keluar dari neraka tanpa tersisa satupun.

Saturday, December 8, 2018

Maulid Ponpes Al Fattah 1440 H.

HADIAH DARI RASULULLAH
Bulan rabi’ul awwal telah usai, dan Rasulullah telah menitipkan barokah nya kepada keluarga besar pondok pesantren putra al Fattah, diantaranya:

1   1.      Ijazah Sirr dan Barokahnya Kitab Simthud Duror.
Beliau al habib abdul qodir ibn mukhdor al hinduwan pada malam  jumuah legi 29 rabi’ul awwal 1440 H, telah berkenan memberikan ijazah sirr dan barokahnya kitab maulid simthud duror, dalam acara maulid dikediaman salah satu wali santri yang dipimpin langsung oleh beliau agus H Aniq Muhammad makki.
Acara maulid tersebut berlangsung khidmah, runtutan acara di awali dengan khotmil qur’an di lanjutkan tahlil, sholat magrib berjama’ah dan acara puncak maulid.

2.      Ziarah Tegal.



Keluarga besar ponpes al Fattah memnuhi undangan Beliau Al Habib Muhammd Ibn Thohir Al Haddad dan bapak H fasichin.
Keluarga besar ponpes al Fattah kamis siang tanggal 15 rabi’ul awwal 1440 H. Berangkat menuju maqom Raden Syahid Sunan Kalijaga dan langsung menuju kediaman Bapak H Fasichin, para santri tiba kurang lebih pukul  23:30 wib dan langsung istirahat untuk persiapan acara maulid pada besok pagi ba’da shubuh, selepas itu santri berangkat maqom Beliau Al Habib Muhammd Ibn Thohir Al Haddad untuk ziarah dan pembacaan maulid simthud duror.

3.      Maulid Rasulullah di Ponpes Al Fattah.
Pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal 1440 H Keluarga besar ponpes al Fattah memperingati maulid Rasulillah  dengan runtutan acara,
·         Iftitahn bil fatihah, oleh beliau Al Ustadz Asrori
·         Pembacaan maulid simthud duror yang dipimpin oleh Agus H Aniq Muahmmad Makki, dan Al Ustadz ahmad Faiz Amali, dengan iringan grup rebana Zaheer Al Fattah
·         Mauidhoh hasanah oleh beliau KH.Himam Awwali, Lc
·         Do’a ikhtitam oleh Al Ustadz ‘Ainun Najib.

Dan berikut ringkasan dari mauidhoh hasanah dari KH.Himam Awwali, Lc ,



اَنَامَفْتُوْنٌ بِهِ    طَامِعٌ فِيْ قُرْبِهِ
(saya tergila gila denganya dan berhasrat untuk selalu didekatnya)


                Rasulullah SAW.  Beliau adalah makhluq yang paling sempurna diantara semua makhluq yang sempurna, sifat-sifat beliau sangat mulia karena beliau diutus untuk menyempurnakan akhlaq dan menjadi suri tauladan bagi seluruh makhluq Allah SWT. Nabi Muhammad SAW. Adalah manusia yang sifatnya sangat malu, sangat malunya beliau itu berlaku munkar, Disebut dalam suatu maqolah “الحياءمن الايمان” yang artinya “malu sebagian dari iman.” Yang dimaksud malu ialah malu melakukan maksiat atau perbuatan munkar.  Rasulullah juga sangat bersifat tawaddu’ dan saking tawaddu’nya beliau, beliau menjahit bajunya dan terompahnya sendiri ketika rusak dan barang siapa orang mempunyai sifat tawaddu’, maka Allah akan mengankat derajatnya disisi-Nya.

 jika dihitung dari tahun lahir beliau, sekarang adalah tahun milad beliau yang ke 1493 tahun karena tahun ini adalah tahun 1440 ditambah 53 tahun karena kalender hijriah dihitung dari tahun beliau hijrah ke Madinah yaitu saat beliau berusia 53 tahun. Beliau lahir pada tanggal 12 rabi’ul awal tahun gajah, tapi menurut Mbah Yai Turaikhan tahun nya adalah tahun ababil karena saat sebelum beliau lahir ada peristiwa penyerangan raja abrahhah atau raja dari keraajaan habasyah ke Makkah dengan tujuan menghancurkan Ka’bah dengan membawa pasukan gajah dan 60.000 tentara, tetapi Allah menurunkan serangan kepada mereka dengaan melemparinya batu dari neraka yang dibawa oleh burung ababil 1 burung ababil membawa 3 batu yaitu 1 diparuh dan 2 dicakarnya, oleh sebab itu Mbah Yai Turaikhan menyebutnya tahun ababil karena hari itu yang menang adalah burung ababil bukan gajah.

            Sebab raja abrahah menyerang Ka’bah adalah pada saat itu abarahah iri melihat Ka’bah banyak didatangi orang dari berbagai penjuru bumi, lalu ia membangun gereja yang sangat megah dan besar yang ia beri nama shon’a dengan harapan ingin menandingi Ka’bah, kabar terbangunya gereja itu terdengar sampai ketelinga orang arab sehingga orang arab tersebut tertarik datang ke gereja itu dengan tujuan mengotori gereja tersebut dengan kotoran nya yang diole-oleskan ke qiblat dari gereja itu. Akhirnya perbuatan tersebut tertangkap oleh pakbon gereja, dilaporkanlah berita itu kepada abrahah, abrahah marah besar setelah mendengar berita tersebut oleh karena itu ia memerintahkan kepada prajuritnya untuk mencari siapa yang melakukan perbuatan ini, akhirnya terkuak siapa yang melakukan ini, yaitu orang dari arab, dengan perasaan yang marah besar abrahahmenyumpah-nyumpah akan menghancurkan Ka’bah dan ia langsung merancang penghancuran Ka’bah, sebelum itu ia meminta bantuan ke raja najasy berupa pasukan gajah.
 
            Sebelum mereka masuk ke Makkah, raja abrahah mengutus beberapa dari pasukanya untuk masuk terlebih dahulu serta memberi tahu penduduk Makkah bahwa pasukan dari kerajaan habasyah akan segera menghancurkan Ka’bah dan seketika itu para utusan tersebut merampas harta harta para penduduk Makkah termasuk juga harta dari datuk Rasulullah SAW. Kakek Abdul Muthalib yang unta beliau dirampas mereka kurang lebih sekitar 400 an, tapi Kakek Abdul Muthalib tidak mau membiarkan unta untanya dicuri begitu saja, beliau meminta unta untanya kembali langung kepada abrahah “unta unta tersebut punyaku maka aku pertahankan dan ka’bah sudah ada yang punya” kata beliau, setelah unta beliau dikembalikan, beliau menuju Ka’bah dan berdo’a kepada Allah agar semuanya diberi keselamatan. Abarahah terus melanjutkan perjalananya ke Makkah ketika mereka mau sampai ke Makkah, ada peristiwa aneh yaitu para pasukan gajahnya tidak mau meneruskan perjalanan bahkan ketika gajahnya dibalik arahkan ke Yaman maka akan berlari kencang dan waktu itulah burung ababil datang membawa batu dari neraka, semua pasukan hancur meskipun yang terkena batu atau tidak, yang terkena batu langsung hancur dan yang tidak terkena ketika pulang kembali ke yaman satu persatu anggota badan mereka rontok dan abrahah adalah salah satu yang tidak terkena batu. Kejadian itu menjadi pelajaran bagi kita bahwa kita tidak boleh menentang Allah SWT.

            Ketika seorang hamba ingin mepunyai rasa mahabbah kepada sang baginda Rasul maka banyak cara yang bisa dilakukan oleh hamba tersebut, salah satunya memperbanyak membaca sholawat. Allah berfirman :
  
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi; wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkan salam kepadanya.” (Al-Ahzab/33: 56).

Dalil diatas adalah dalil untuk kita ummat beragama islam membaca sholawat, oleh karena itu, marilah kita sebagai ummat rasulullah senantiasa membaca sholawat kepadanya. Ada banyak sekali bacaan sholawat  yag bisa kit abaca misalnya sholawat nariah, sholawat al faith, sholawat badar dan masih banyak lagi. Ada sebuah cerita, Imam Yazid Al-Bastomi suatu ketika ditanya oleh ibundanya “wahai anakku, apakah kau pernah bermimpi bertemu rasulullah..?”
Imama yazid pun menjawab “belum wahai ibunda” ibunya pun berkata “ bacalah sholawat setiap hari sebanyak 3000 kali” dan setelah mengamalkan apa yang diamanahkan ibunya, beliaupun akhirnya bermimpi bertemu rasulullah SAW. Dari cerita tersebut kita juga bisa mengambil kesimpulan bahwa membaca sholawat dengan istiqomah bisa mempertemukan kita dengan baginda nabi.

            Bulan rabiul awwal adalah bulan kelahiran baginda Rasul SAW. Dimana para ummat muslim sedunia merayakan kelahiran beliau dengan membaca maulid. Dalil dari pelaksanaan maulid banyak sekali diantaranya:
  • Sayyidina abu bakar as siddiq berkata: “barang siapa yang menginfaqkan dirham (3 gram mas) dalam acara maulidurrosul, maka dia akan menjadi temanku disurga.”
  • Sayyidina umar ibn khottob berkata : “siap yang datang diacara maulid, sesungguhnya dia seperti oaring yang mengikuti perang badar.”
  • Al imam Muhammad ibn idris as syafi’I berkata: “barang siapa yang mengumpulkan teman-temanya dalam acra maulid dan mempersiapkan jamuanya, maka kelak ia akan dibangkitkan Allah berasama asshiddiqin, syuhada’ was sholihin.

Dan manfa’at membaca sholawat ada banyak diantaranya:
1)      Mengingatkan perkara yang lupa misalnya saat ujian, jika saat ujian kita lupa apa yang kita pelajari semalam maka bacalah sholawat insya Allah akan teringat kembali.
2)      Diangkat derajatnya.
3)      Obat bagi segala penyakit.
4)      Mendapatkan syafa’atnya didunia dan akhirat.
5)      Bertemu Rasulullah SAW.

            Termasuk aplikasi lainya untuk mencintai beliau adalah mengikuti sunnah-sunnahnya, menjalankan perintah-perintahnya dan mencontoh akhlaqul karimahnya. Semua perintah dari beliau, baik wajib atau sunnah, pasti ada hikmah dan manfa’atnya. Dan semua yang diharamkan oleh Nabi itu pasti ada madhorotnya. Salah satu sifat Rasul yang diamanahkan oleh K.H.Muhammad Arwani Amin adalah kata-kata “OJO DUMEH” maksudnya kita sebagai manusia itu jangan mempunyai rasa sombong dan ujub karena sifat-sifat itu adalah sifat yang tercela serta  sifat yang tidak disukai oleh Allah SWT. Dan Rasulullah SAW.

            Kita sebagai ummat beliau wajib menpnyai rasa mahabbah kepada beliau, Diantara yang bisa kita lakukan adalah hal yang telah diterangkan diatas atau dengan apa saja yang bisa kita lakukan. Dan ingat, hal yang kita butuhkan untuk mempunyai kehidupan yang sempurna diakhir zaman ini adalah mempunyai rasa mahabbah, khidmah, dan akhlaqulkarimah. Semoga kita mendapatkan syafa’at beliau dari dunia hingga akhirat nanti, amiin, ya robbal’alamin.

HADIAH UNTUK PAHLAWAN

HADIAH UNTUK PAHLAWAN

Hasil gambar untuk peristiwa 7 desember 1975


Gugur Di Jalan Pembelaan

Derai tangis air mata mengenang tragedi keras dan kejam
Nyawa berguguran di muka bumi pertiwi menjadi saksi
Pembelaan demi negeri untuk meraih kebebasan diri
Darah juang menjadi balasan perang perlawanan sejati
Gugup dan genting keadaan panas membakar semangat nurani
Penjajah datang dari negeri sebrang bergandengan
Bersenjata runcing nan tajam siap menusuk raga menentang
Kapal militer menepi pada lautan berair api menyala

             Kemarin tepat 43 tahun, Dili tersimbah darah, berikut yang di lansir www.kaskus.co.id
Sejarah Timor Leste berawal dengan kedatangan orang Australoid dan Melanesia. Orang dari Portugal mulai berdagang dengan pulau Timor pada awal abad ke-16 dan menjajahnya pada pertengahan abad itu juga. Setelah terjadi beberapa bentrokan dengan Belanda, dibuat perjanjian pada 1859 di mana Portugal memberikan bagian barat pulau itu. Jepang menguasai Timor Timur dari 1942 sampai 1945, namun setelah mereka kalah dalam Perang Dunia II Portugal kembali menguasainya.
Pada tahun 1975, ketika terjadi Revolusi Bunga di Portugal dan Gubernur terakhir Portugal di Timor Leste, Lemos Pires, tidak mendapatkan jawaban dari Pemerintah Pusat di Portugal untuk mengirimkan bala bantuan ke Timor Leste yang sedang terjadi perang saudara, maka Lemos Pires memerintahkan untuk menarik tentara Portugis yang sedang bertahan di Timor Leste untuk mengevakuasi ke Pulau Kambing atau dikenal dengan Pulau Atauro. Setelah itu FRETILIN menurunkan bendera Portugal dan mendeklarasikan Timor Leste sebagai Republik Demokratik Timor Leste pada tanggal 28 November 1975.
Menurut suatu laporan resmi dari PBB, selama berkuasa selama 3 bulan ketika terjadi kevakuman pemerintahan di Timor Leste antara bulan September, Oktober dan November, Fretilin melakukan pembantaian terhadap sekitar 60.000 penduduk sipil (sebagian besarnya wanita dan anak-anak karena para suami mereka adalah pendukung faksi integrasi dengan Indonesia).
Dalam sebuah wawancara pada tanggal 5 April 1977 dengan Sydney Morning Herald, Menteri Luar Negeri Indonesia Adam Malik mengatakan bahwa "jumlah korban tewas berjumlah 50.000 orang atau mungkin 80.000". Tak lama kemudian, kelompok pro-integrasi mendeklarasikan integrasi dengan Indonesia pada 30 November 1975 dan kemudian meminta dukungan Indonesia untuk mengambil alih Timor Leste dari kekuasaan FRETILIN yang berhaluan Komunis.
Ketika pasukan Indonesia mendarat di Timor Leste pada tanggal 7 Desember 1975, FRETILIN didampingi dengan ribuan rakyat mengungsi ke daerah pegunungan untuk untuk melawan tentara Indonesia. Lebih dari 200.000 orang dari penduduk ini kemudian mati di hutan karena pemboman dari udara oleh militer Indonesia serta ada yang mati karena penyakit dan kelaparan. Banyak juga yang mati di kota setelah menyerahkan diri ke tentara Indonesia, namun Tim Palang Merah International yang menangani orang-orang ini tidak mampu menyelamatkan semuanya.
Selain terjadinya korban penduduk sipil di hutan, terjadi juga pembantaian oleh kelompok radikal FRETILIN di hutan terhadap kelompok yang lebih moderat. Sehingga banyak juga tokoh-tokoh FRETILIN yang dibunuh oleh sesama FRETILIN selama di Hutan. Semua cerita ini dikisahkan kembali oleh orang-orang seperti Francisco Xavier do Amaral, Presiden Pertama Timor Lesta yang mendeklarasikan kemerdekaan Timor Leste pada tahun 1975.
Seandainya Jenderal Wiranto (pada waktu itu Letnan) tidak menyelamatkan Xavier di lubang tempat dia dipenjarakan oleh FRETILIN di hutan, maka mungkin Xavier tidak bisa lagi jadi Ketua Partai ASDT di Timor Leste Sekarang. Selain Xavier, ada juga komandan sektor FRETILIN bernama Aquiles yang dinyatakan hilang di hutan (kemungkinan besar dibunuh oleh kelompok radikal FRETILIN). Istri komandan Aquilis sekarang ada di Baucau dan masih terus menanyakan kepada para komandan FRETILIN lain yang memegang kendali di sektor Timur pada waktu itu tentang keberadaan suaminya.
Selama perang saudara di Timor Leste dalam kurun waktu 3 bulan (September-November 1975) dan selama pendudukan Indonesia selama 24 tahun (1975-1999), lebih dari 200.000 orang dinyatakan meninggal (60.000 orang secara resmi mati di tangan FRETILN menurut laporan resmi PBB). Selebihnya mati ditangan Indonesia saat dan sesudah invasi dan adapula yang mati kelaparan atau penyakit. Hasil CAVR menyatakan 183.000 mati di tangan tentara Indonesia karena keracunan bahan kimia dari bom-bom napalm, serta mortir-mortir.
Operasi Seroja
Operasi Seroja adalah sandi untuk invasi Indonesia ke Timor Timur yang dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Pihak Indonesia menyerbu Timor Timur karena adanya desakan Amerika Serikat dan Australia yang menginginkan agar Fretilin yang berpaham komunisme tidak berkuasa di Timor Timur. Selain itu, serbuan Indonesia ke Timor Timur juga karena adanya kehendak dari sebagian rakyat Timor Timur yang ingin bersatu dengan Indonesia atas alasan etnik dan sejarah.
Angkatan Darat Indonesia mulai menyebrangi perbatasan dekat Atambua tanggal 17 Desember 1975 yang menandai awal Operasi Seroja. Sebelumnya, pesawat-pesawat Angkatan Udara RI sudah kerap menyatroni wilayah Timor Timur dan artileri Indonesia sudah sering menyapu wilayah Timor Timur. Kontak langsung pasukan Infantri dengan Fretilin pertama kali terjadi di Suai, 27 Desember 1975.
Pertempuran terdahsyat terjadi di Baucau pada 18-29 September 1976. Walaupun TNI telah berhasil memasuki Dili pada awal Februari 1976, namun banyak pertempuran-pertempuran kecil maupun besar yang terjadi di seluruh pelosok Timor Timur antara Fretilin melawan pasukan TNI. Dalam pertempuran terakhir di Lospalos 1978, Fretilin mengalami kekalahan telak dan 3.000 pasukannya menyerah setelah dikepung oleh TNI berhari-hari. Operasi Seroja berakhir sepenuhnya pada tahun 1978 dengan hasil kekalahan Fretilin dan pengintegrasian Timor Timur ke dalam wilayah NKRI.
Selama operasi ini berlangsung, arus pengungsian warga Timor Timur ke wilayah Indonesia mencapai angka 100.000 orang. Korban berjatuhan dari pihak militer dan sipil. Warga sipil banyak digunakan sebagai tameng hidup oleh Fretilin sehingga korban yang berjatuhan dari sipil pun cukup banyak. Pihak Indonesia juga dituding sering melakukan pembantaian pada anggota Fretilin yang tertangkap selama Operasi Seroja berlangsung.
Timor Leste menjadi bagian dari Indonesia tahun 1976 sebagai provinsi ke-27 setelah gubernur jendral Timor Portugis terakhir Mario Lemos Pires melarikan diri dari Dili setelah tidak mampu menguasai keadaan pada saat terjadi perang saudara. Portugal juga gagal dalam proses dekolonisasi di Timor Portugis dan selalu mengklaim Timor Portugis sebagai wilayahnya walaupun meninggalkannya dan tidak pernah diurus dengan baik.
Amerika Serikat dan Australia "merestui" tindakan Indonesia karena takut Timor Leste menjadi kantong komunisme terutama karena kekuatan utama di perang saudara Timor Leste adalah Fretilin yang beraliran Marxis-Komunis. AS dan Australia khawatir akan efek domino meluasnya pengaruh komunisme di Asia Tenggara setelah AS lari terbirit-birit dari Vietnam dengan jatuhnya Saigon atau Ho Chi Minh City.
Namun PBB tidak menyetujui tindakan Indonesia. Setelah referendum yang diadakan pada tanggal 30 Agustus 1999, di bawah perjanjian yang disponsori oleh PBB antara Indonesia dan Portugal, mayoritas penduduk Timor Leste memilih merdeka dari Indonesia. Antara waktu referendum sampai kedatangan pasukan perdamaian PBB pada akhir September 1999, kaum anti-kemerdekaan yang konon didukung Indonesia mengadakan pembantaian balasan besar-besaran, di mana sekitar 1.400 jiwa tewas dan 300.000 dipaksa mengungsi ke Timor barat. Sebagian besar infrastruktur seperti rumah, sistem irigasi, air, sekolah dan listrik hancur.
Pada 20 September 1999 pasukan penjaga perdamaian International Force for East Timor (INTERFET) tiba dan mengakhiri hal ini. Pada 20 Mei 2002, Timor Timur diakui secara internasional sebagai negara merdeka dengan nama Timor Leste dengan sokongan luar biasa dari PBB. Ekonomi berubah total setelah PBB mengurangi misinya secara drastis.
Semenjak hari kemerdekaan itu, pemerintah Timor Leste berusaha memutuskan segala hubungan dengan Indonesia antara lain dengan mengadopsi Bahasa Portugis sebagai bahasa resmi dan mendatangkan bahan-bahan kebutuhan pokok dari Australia sebagai "balas budi" atas campur tangan Australia menjelang dan pada saat referendum. Selain itu pemerintah Timor Leste mengubah nama resminya dari Timor Leste menjadi Republica Democratica de Timor Leste dan mengadopsi mata uang dolar AS sebagai mata uang resmi yang mengakibatkan rakyat Timor Leste menjadi lebih krisis lagi dalam hal ekonomi.