Wednesday, July 15, 2020

PETAK UMPET KARO GUSTI




           Baru sadar, Gusti Allah suka bermain petak umpet. Dia menyembunyikan hal-hal besar dalam hal –yang menurut manusia- Dia menyembunyikan ridlo-Nya dalam ketaatan. Maka jangan remehkan ketaatan, sekecil apapun itu. Siapa yang mengira memberi minum lalat merupakan sebab ridlo-Nya? Siapa sangka memberi minum anjing merupakan sebab diampuni dosanya? Dan siapa sangka, hanya dengan ucapan صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ, seorang pemabuk dapat masuk surga? Kelihatan konyol bukan? Tapi itulah sang Gusti, ia berbuat demikian agar hamba-hamba-Nya mau ber فاستبقوا الخيرات, dalam ketaatan apapun.

            Dia menyembunyikan murkan-Nya dalam kemaksiatan, sekecil apapun itu. Tolong hati-hatilah. Hanya karena niat ‘maksiat sebentar’, nanti taubat, seorang ulama’ mendapat final su’ul khatimah.  Hanya karena lupa pada burung piaraanya, menjerumskannya dalam api neraka. Dan yang paling masyhur. Kisah Barseso. Mereka terlalu meremehkan kemaksiatan, dan itulah yang terjadi. Na’udzubillah

            Dia menyembunyikan kekasihnya (wali) diantara makhluk-Nya. Aku ingat ucapan Gus Najih Sarang yang memang tidak suka Gus Dur. beliau berujar الله بالسرائرنحكم بالظواهر, و Beliau hanya mengkritik dzahirnya Gus Dur saja (yang saat itu mengucap Al-Qur’an adalah kitab paling porno) Gus Najih tahu perkataan tersebut pasti perlu ditafsirkan, tapi bila diterima orang awam bahaya kan?

            Intinya, jangan meremehkan makhluknya sang Gusti. Boleh-boleh saja secara dzahir anda komen. Tapi anda harus tetap ingat, itu adalah sama-sama makhluk Allah, sama-sama ummate Kanjeng Nabi, siapa tahu dia lebih mulia dari yang menghina?


Tuesday, July 7, 2020

Sayyidi...

            Sayyidi… ummatmu hendak berkeluh kesah. Maafkan diri ini, bila ia hanya bisa mengeluh. Apakah aku pernah membuat engkau tersenyum? Apakah aku termasuk ummatmu yang engkau berhamdalah karenanya, atau malah menangis dan beristighfar?

            Sayyidi… aku hanya ummatmu yang hidup lalang melintang dalam kegelapan. Tak jelas arahnya, tapi masih saja menikmatinya.

            Sayyidi… aku rindu padamu, tapi aku malu bertemu denganmu dengan keadaanku.

            Sayyidi… maafkan aku bilamana rinduku hanya sewaktu-waktu, lalu mengaku-ngaku orang yang paling rindu.

            Sayyidi… Apakah rinduku hanya sebatas kedok duniawi yang tersembunyi? Apakah pecinta sejati akan mengukur materi?

            Sayyidi… Apa yang harus kuperbuat untuk membalasmu? Harta? Engkau adalah pemegang kunci dunia, do’a? Tuhan dan para malaikatnya senantiasa bershalawat kepadamu, Tahta? Tanpa engkau, kamipun tak ada!

            Sayyidi… Sayyidi… Sayyidi…

            Maafkan aku bila persembahanku hanya selembar kertas dan guratan pena. Hatiku masih berlumur dengan dosa, tapi masih saja berdo’a. Pantaskah diri ini merindukanmu? Badanku yang berbau busuk, pantaskah mendekapmu? Mataku yang masih terhalang debu, pantaskah memandangmu?

            Aku mohon, pintaku satu, hanya ingin ‘gendolan’!


Sunday, June 21, 2020

IHSAN LUR!!!


                Allah ta’ala telah berfirman dalam al-qur’an bahwasanya setiap  hal yang terjadi di dunia ini dapat terjadi semua atas kehendak Allah, setiap hal. Tapi, dalam firmannya yang lain Allah juga berfrman bahwa segala sesuatu yang baik itu terjadi dari Allah sementara setiap yang berlawanan dengan itu terjadi dari manusia.

               Jika dipandang dengan kacamata tekstual, dua firman diatas ‘seperti’ berlawanan satu sama lain. Firman pertama menyebut bahwa setiap hal, setiap perkara di dunia terjadi atas kehendak Allah, sementara dari firman kedua dapat dipahami bahwa yang dari Allah adalah perkara yang baik saja.

               Lalu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana cara kita dapat menggabungkan dua firman yang seperti ‘berlawanan’ ini? Padahal kita yakin bahwa setiap yang difirmankan oleh-Nya pastilah bersifat mutlak kebenarannya.

               Jawaban dari pertanyaan itu dapat kita temui di kitab arba’in nawawi, kitab hadits karangan Imam An-Nawawi pada hadits ke-17 

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

          Isi kandungan dari hadits ini adalah bahwa Allah telah menetapkan ihsan pada setiap hal, setiap hal. Jadi sebenarnya setiap hal jika dikerjakan dalam koridor ihsan juga pasti akan berbuah menjadi amal yang bermanfaat. Tapi, dalam kenyataanya sering kali kita lupa akan berihsan dalam beramal sehingga alih-alih pahala amal yang kita dapat malah dosa yang kita dapat.

               Wallahu A’lam.

Oleh: Ahmad Minhajul Akrom

 

Tuesday, June 16, 2020

Walidul 'Ilmi

              


Ilmu gramatika bahasa arab atau lebih mudahnya ilmu nahwu dan sharaf merupakan dua hal yang sangat familiar dikalangan santri, tentu, karena dua ilmu ini merupakan bekal utama bagi para santri untuk dapat memahami teks-teks berbahasa arab yang terdapat dalam kitab-kitab salaf

               Bagi seseorang yang sedang memelajari agama seperti seorang santri, ilmu gramatika merupakan hal yang harus dapat dipahami untuk dapat memahami kitab-kitab salaf, mengambil inti sari pengetahuan yang terdapat dalam kitab tersebut yang akhirnya dapat kita ajaran kepada orang lain sehingga ummat pun dapat lebih paham tentang ajaran ajaran agamanya.

               Juga karena Nabi Muhammad r merupakan nabi yang diutus di negri arab maka tentu ajaran yang disampaikannya juga berupa bahasa arab dan bahasa itu jugalah yang digunakan oleh para ulama’ untuk mengarang kitab-kitab mereka yang mengandung inti ajaran Nabi didalamnya.

               Tapi pada masa ini, banyak sekali santri yang sudah tidak terlalu menganggap nahwu dan sharaf merupakan hal penting, mindset mereka menganggap bahwa ilmu nahwu dan sharaf merupakan suatu yang sulit, membosankan, dan seperti tidak ada gunanya dimasa depan.

               Padahal pandangan seperti ini merupakan sebuah kesalahan yang jelas, seorang santri adalah normalnya orang yang di masa depan mengemban tugas untuk dapat membimbing masyarakat dari gelapnya ketidak tahuan menuju terang benderangnya pengetahuan. Jika santri saja yang jare wong merupakan orang yang belajar ilmu agama tidak bisa apalagi orang-orang lain yang bahkan mungkin tidak belajar ilmu agama.

               Akhir dari semua hal ini pun sudah jelas, tidak ada yang dapat memahami ilmu-ilmu yang terdapat dalam kitab-kitab, lalu orang-orang akan berfatwa seenak mereka, akhirnya ilmu agama pun redup, dan setelah ilmu agama redup bukan hanya agama saja yang lockdown tapi nanti pada saatnya langit juga akan lossdown.

Penulis: Ahmad Minhajul Akrom

Thursday, April 9, 2020

Arti Muleh Omah Sebenarnya


Oleh : M. Rangga Al-Aghni



  • Apasih arti muleh omah sebenarnya?
  • Apakah hanya untuk main hp?
  • Atau apakah sebatas dolan nganti wengi?
  • Atau hanya sebatas mangan turu enak?
          Tidak itu semua salah besar.pulang atau muleh omah itu untuk mengobati rasa kangen orang tuamu terhadapmu terkadang tidak sekalipun kita tidak merasa kangen dengan orang tua kita sama sekali tapi orang tua kitalah yang rindu akan kedatangan kita.
APA BUKTINYA ?


             Buktinya ketika kamu pulang ke rumah pasti orang tuamu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu.Orang tuamu ingin mendengarkan cerita ceritamu ketika kamu di pondok dan mereka ingin bercerita banyak tentang kejadian kejadian dirumah selama kamu di pondok, lalu bagaimana jadinya jika kamu pulang hanya untuk dolan,HPnan,metu bengi apakah kamu tidak sadar seberapa rindunya orang tuamu kepadamu sehingga kamu meniggalkanya begitu saja.


SADAR KANG !!!

Muhammad Rangga Al-Aghni

Monday, March 16, 2020

Dan Ridha Allah Ada Pada Mereka



            Sudah menjadi sunnatullah, bahwa kita, manusia selalu hidup berjama’ah,bergotong royong,dan saling tolong menolong.
               Dalam hidup ini, yang terpenting dalam hidup adalah tiga hal pokok yaitu, sandang, papan, dan pangan. Untuk mendapatkan tiga hal itu, kita sebagai manusia yang hidup berjama’ah membutuhkan bantuan banyak orang. Semisal saja kita butuh makan sepiring nasi, kita membutuhkan banyak bantuan. dimulai dari menanam, menjaganya, sampai merubahnya menjadi berkarung karung beras. Semuanya membutuhkan bantuan banyak orang.
               Kembali ke dalam masalah kebersamaan. Terkadang, dalam masalah itu terjadi saling menang menangan. Agar tiga hal itu bisa dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat agar timbul kesejahteraan dan tidak timbul sebuah permasalahan antar masyarakat. Maka,diperlukan sebuah peraturan, tata tertib, undang-undang yang dapat membatasi hak bagi mereka yang berkuasa, dan memberi kesempatan bagimasyarakat kaum bawah untuk hidup aman, damai, dan tercukupi. Dan agar peraturan berjalan maka harus ada yang mengurusi. Seperti ngendikane Sayyidina Umar RA :
إِنَّهُ لَا إِسْلَامَ إِلَّا بِجَمَاعَةٍ وَلَا جَمَاعَةَ إِلَّا بِإِمَارَةٍ وَلَا إِمَارَةَ إِلَّا بِطَاعَةٍ.
_Ingatlah, sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan berjama'ah, dan tidak ada jama'ah kecuali dengan adanya kepemimpinan, dan tidak ada (gunanya) kepemimpinan kecuali dengan ketaatan._ HR. Al-Darimi: 253
               Sebuah kepengurusan adalah sebuah bentuk pelatihan berperilaku dan mengambil keputusan yang adil layakya tokoh masyarakat. Karena yang diurusinya itu perilakunya. supaya suatu saat ketikaterjun ke masyarakat tidak merasa canggung.

شبان اليوم رجال الغد

Pemuda hari ini adalah pemimpin


               Dan, menjadi seorang pengurus adalah sebuah kesempatan emas untuk berkhidmah. Maka, harus dijalani dengan ikhlas agar mendapat ridha Allah, Rasulullah, dan segenap keluarga ndalem.Maka dari itu, jadilah pengurus yang bertanggung jawab, yang selalu bermusyawarah dalam setiap kesempatan agar mendapat buah dari khidmahnya.

Mau'idhoh oleh : KH. Ahmadi Abdul Fattah Lc., MA.


Sunday, March 8, 2020

Keajaiban Sholawat



            Dalam Keterangan sebelumnya diterangkan orang yang memuji Nabi Muhammad . akan di do’akan Rasulllah SAW. dan salah satu cara memuji beliau adalah dengan cara bersholawat


            Ada banyak cerita tentang keajaiban sholawat.

  • Ketika Imam Syafi’i meninggal, banyak ulama’ yang memimpikan beliau. salah satu ulama’ bermimpi,
            “ Apa yang dilakukan Gusti Allah padamu setelah meninggal ?”
            “Diberikan yang kuinginkan.”
            “Apa penyebabnya ?”
            “Aku menulis sholawat dalam salahsatu kitabku, dan itu dicetak banyak orang.”

  • Ada seorang wali bermimpi bertemu seseorang dalam tempat yang sangat indah.
            “Ini di mana ?”
            “Ini di Surga.”
            Apa amalanmu ?”
            “Tidak ada.”
            “Lalu..”
            “Kalau ada yang menyebut asma Kanjeng Nabi aku segera menjawab صلو عليه  bersama satu             majlis dan satu majlis itu dingaura dosanya.”
  •             Ada seseeorang bermimpi saat ia dalam perhitungan amalnya. Waktu itu beratnya seimbang dan dimasukkan amal sholawatnya, amal baikpun bertambah sedikit. saat itu sholawat itulah amal baik terakhirnya, dan amal buruk masih banyak. Namun, Allah SWT memerintahkan berhenti, dan memasukkan orang tersebutuntuk langsung ke Surga.
            Banyak Wali tidak Tahfidz, tidak ngalim. Tapi hanya dengan berbekal sholawat.

            Barang siapa bersholawat kepada nabi satu kali maka akan dibalas sholawat sepuluh kali. Barang siapa bersholawat kepada nabi seribu kali setiap hari, maka Allah mengharamkannya dari siksa api neraka.Bukannya Kanjeng Nabi pernah dawuh kalau orang yang paling dekat dengan beliau itu orang yang paling banyak bersholawat kepadanya.