Monday, January 11, 2021

Dunia memang Tidak Adil

             “Apakah Dunia ini Adil? Apakah Hidup ini Adil?”

            Pertanyaan yang sering terlintas di kepala kita.

            Kenapa hasil mereka lebih baik padahal mereka yang hanya bermalas malasan sedangkan kita berusaha keras?  Kenapa orang jahat tidak pernah mendapat balasan prbuatannya? Kenapa selalu kita yang kena dampaknya?

            Mungkin tiga pertanyaan di atas yang dari sekian banyak persoalan yang membuat kita bertanya tanya, Apakah dunia ini adil? Apakah hidup ini adil?

Ilustrasi tentang hidup tidak adil. Orang tidak bersalah yang kena dampaknya.
 

·         Kenapa hasil mereka lebih baik padahal mereka hanya bermalas malasan sedangkan kita berusaha keras?

Contoh saja, saat kita berusaha keras tapi orang yang malas malah mendapat yang kita harapkan. Kenapa? Kenapa? Ooh ayolah hidupmu tidak sampai situ saja, mungkin saat itu kau tidak mendapatkannya, tapi siapa yang tahu masa depan.

Ingat !!! Hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha.

·         Kenapa orang jahat tidak pernah mendapat balasan perbuatannya?

 

Ooh ayolah, mungkin ia tidak mendapat balasan di dunia. Mungkin saja jatah pembalasannya ada di akhirat. Allah berfirman, 

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

“Apakah kalian mengira bahwasanya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia, dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami.” (QS. Al-Mu’minun : 115) (Lihat Ahkam minal Qur’anil Karim, 1/27-28 karya Syaikh Utsaimin)

Jadi, bila ada pertanyaan
“Apakah dunia ini adil”? Tidak,
dunia memang tidak adil, karena yang benar benar adil hanya lah Allah Ta’ala, dzat yang maha adil itu sendiri.
 
Oleh : K-San

..

 

 

Wednesday, December 23, 2020

CINTA HAMBA

CINTA HAMBA

     Orang itu jare Cak Nun harus mempunyai keinginan mencintai Gusti Allah, bagi seorang hamba mencintai tuannya harus didahulukan dawuh beliau. Kenapa? Karena seorang saat telah mencinta maka pasti akan mendekat pada yang dicintainya. Ketika seorang hamba mendekat satu jengkal terhadap tuannya maka Dia akan membalas dengan mendekat satu depa, saat mendekat satu depa maka akan dibalas satu hasta, dan ketika seorang hamba mendekat dengan 'berjalan' maka Dia akan mendekat dengan 'berlari'.

    Inilah yang dinamakan cinta, cinta Tuhan terhadap hambanya yang mencintai-Nya sangat besar melebihi apa yang bisa dibayangkan oleh akal manusia. Maka kata Cak Nun jadikanlah keinginan pertama dan terakhirmu untuk mencintai Allah. Karena ketika telah mencintai Allah maka pasti dibalas dengan cinta-Nya.

    Dan juga ketika Allah telah cinta terhadap hamba-Nya, dalam hadits qudsi Allah akan menjadi 'telinga' dan 'mata' hamba tersebut. Dan menjadi 'kaki' dan 'tangan' hamba tersebut. Dan ketika hamba tersebut meminta sesuatu maka pasti akan dipenuhi Allah.

    Inilah maqam para muhibbin, seorang yang benar-benar cinta terhadap Allah. Mereka diperhatikan Allah dalam setiap langkah dan gerak, dalam setiap nafas dan kedip.

Sunday, December 13, 2020

Standarisasi Hidup

         


    Konsep kebahagiaan yang sederhana adalah dengan memegang prinsip bahwa 'semakin banyak hal yang membuatmu senang maka akan berbanding lurus dengan kesedihan yang kau dapatkan', seseorang dapat bahagia dan tidak kecewa karena memiliki standar dalam setiap urusan mereka, dan standar ini haruslah minimal bukan standar maksimal. Contoh mudahnya, ketika seseorang berpergian jauh berharap di tujuan sudah ada jamuan yang disediakan untuk dirinya. Tapi, setelah sampai di tujuan ternyata tidak ada jamuan yang selama di perjalanan telah diharapkannya maka tentu dia akan kecewa karena tidak sesuai dengan ekspektasi yang dia standarkan.

    Hal tersebut terjadi karena dia menerapkan standar maksimal dalam urusannya. tapi ketika hanya berharap dengan standar minimal maka orang tersebut tidak akan mudah kecewa sebab pemenuhan keinginan tersebut berbanding lurus dengan standar yang ditetapkan. Contoh seperti orang yang berpergian jauh, alih-alih berharap jamuan yang mewah di tujuan, dia hanya berharap akan ada tempat untuk dirinya istirahat setelah kelelahan dalam perjalanan. Tentu bagi orang dengan nalar yang waras pasti sudah jelas kalau orang tersebut pasti akan lebih mudah dipenuhi standarnya dibanding dengan jika dia berharap jamuan megah seperti di contoh awal. 

    Maka hendaknya bagi kita untuk meminimalkan standar yang kita tetapkan agar tidak terlalu banyak kecewa jika yang kita harapkan ternyata tidak dipenuhi oleh Allah.

Oleh : Muhammad Rafly

Sunday, December 6, 2020

Manusia Terkuat

Manusia Terkuat

               Manusia Terkuat. Kalau mendengar kata itu, siapa yang pertama terlintas dalam pikiran kalian. Gatotkaca, Bima Sakti, Samson, Mad Dog, Saitama, Goku, Kaido, atau Superman? Eeh… maaf Superman itu alien, walaupun berbentuk manusia.


               Memang benar mereka kuat secara fisik. Namun, orang kuat sebenarnya adalah orang yang mampu menahan emosinya alias Sabar. Seperti dalam riwayat Abu hurairah

وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهٌ أنّ رسُولَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :

لَيْسَ الشَّدِيْدُ بالصُّرَعَةِ، إنَّمَا الشَدِيْدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ .

مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurariah ra. yang berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Bukanlah orang yang kuat itu yang menang dalam gulat, akan tetapi, orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya di waktu sedang marah.”

(Muttafaq 'alaih)

Karena sabar yag sebenarnya tidak ada batasannya. Seperti dikutip dari Novel karya Tere Liye, “ Bahkan lautan kering, topan badai tidak bisa mengalahkan orang yang benar benar sabar.” Kenapa begitu? Karena Sabar tidak ada batasnya. 

  Nabi Muhammad Saw bersabda:

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى

Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/333-sabar-di-awal-musibah.html

 {الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُوْلَى}.

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى

Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/333-sabar-di-awal-musibah.html

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى

Akhi, ukhti, yuk baca tulisan lengkapnya di Rumaysho:
https://rumaysho.com/333-sabar-di-awal-musibah.html

Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah.”

               Jadi, kalau nggak sabar saat pertama bukan sabar dong. Bukan begitu. Masudnya, ketika di awal mendapat musibah kemudian sabar pahalanya akan sangat besar. Karena di saat pertama itulah yang susah  untuk di tahan, sebab membuat stress orang bahkan sampai gila. Lihat saja orang orang yang diputus pacarnya, kehilangan hartanya, ditinggal keluarganya. Apa yan terjadi mereka? Bunuh diri Itu karena susahnya bersabar di awal musibah.

               Namun, berlatihlah! Karena dengan sabar kau tidak mudah dikalahkan. 

Oleh : K-San

 


Sunday, November 29, 2020

Layaknya Bruce Banner dengan Hulk

 

Apakah kalian pernah menonton serial Avengers?  Apakah kalian tahu Hulk?

    


           Hulk. Monster besar berwarna hijau yang bersemayam dalam tubuh Dr. Bruce Banner. Diceritakan, Bruce asalnya ingin mematikan amarahnya supaya tidak bisa mengundang Hulk yang akan menghancurkan sekitarnya. Namun, di tengah tengah perang New York, Bruce menggunakan Hulk. Memang untuk menghancurkan, tapi pada alien alien yang memebawa kekacauan.

               Hulk itu layaknya sebuah nafsu. Ia tidak bisa dimatikan, ia akan terus bersemayam dalam tubuh orang orang. Nafsu memang membawa kepada keburukan, namun kalau kita mau berkompromi dengannya, layaknya Bruce dengan Hulk, kita bisa membawa nafsu kepada kebaikan.

    Dalam hadits dari Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiallahu’anhu, diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا يؤمنُ أحدُكم حتَّى يكونَ هواه تبعًا لما جئتُ به

“Tidak beriman seseorang sampai hawa nafsunya ia tundukkan demi mengikuti apa yang aku bawa”

          Kesimpulannya, untuk apa mematikan nafsu kalau kita bisa menggiringnya pada ketaatan. Dengan begitu, ibadah dan perintah yang kita jalankan akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.


Oleh : K-San, Penulis The Eight Stranger Things

Friday, November 20, 2020

Tips Berteman yang Menyenangkan

            Teman. Sahabat. Karib, Hal yang sering lumrah terdengar di sekolah, rumah, ataupun di media sosial. Namun terkadang hubungan itu mengalami gangguan yang membuat hubungan itu semakin retak dan akhirnya memecah persahabatan. Berikut akan diberikan tips cara supaya persahabatan, pertemanan kita lancar.  

Ø  Tahap pertama, Terima kawanmu apa adanya.


            Seperti dalam postingan Yang Dimiliki Makhluk Terkuat, kita itu manusia. makhluk terkuat yang ada di muka bumi. Kita kuat karena kita beradaptasi atau lebih tepatnya menyesuaikan. Begitu juga dengan sebuah hubungan, dengan keduanya yan saling menyesuaikan, bukan saling memberi tuntutan maka tahap pertama akan lancar.

  Ø  Tahap kedua, Perhatikan perasaan.

            Masih ingatkah cerita peletakan Hajar Aswad? Nabi Muhammad Di ceritakan Rasulullah yang mendapat kemuliaan untuk meletakkan hajar aswad yang sebelumnya diperebutkan suku suku di Makkah . Karena memeperhatikan perasaan mereka, Rasul meletakkan hajar aswad itu di sebuah selendang, kemudian di bawa bersama sama setiap petinggi suku.

            Ada lagi sebuah cerita. Baba adalah pendukung Barcelona. Ia berteman baik dengan Mada yang pendukung Real Madrid. Ketika keduanya berbincang bincang selalu seputar bola, dan mereka saling mengunggulkan klub favoritnya masing masing. Suatu ketika, Barca menang dengan Madrid 4-0. Ketika bertemu, Baba pun bukan hanya semakin mengunggulkan klubnya, tapi menjelek jelekan klub favorit Mada. Mada hanya tersenyum tipis. Namun, tanpa Baba sadari, Mada sakit hati, dan ketika disaat sepi Mada membunuh Baba.

            Dari kedua kisah di atas dapat di ambil pelajaran bahwa memerhatikan perasaaan orang lain itu sangat penting. Kalau kita tidak bisa tahu perasaan orang lain, setidaknya kita mengira ngira, apakah ia sedang sakit hati atau tidak.. Karena hanya dengan ucapan sepele (Seperti cerita kedua) bisa menimbulkan hal yang tidak bisa dikira. Ingat!!! Mulutmu Harimaumu.

Oleh : K-San 


 

 

 

 


Wednesday, November 11, 2020

Among Us : Impostor ( bagian 2)

 

            Sebelumnya, apakah kalian sudah membaca postingan tentang impostor.

            https://www.alfattahkudus.com/2020/10/impostor.html

            Kali ini, kita akan membahas impostor bagian dua.

            Dalam game Among Us. Para Crewmate memiliki dua masalah besar yang harus dituntaskan. Pertama, memperbaiki masalah masalah yang terjadi. Mereka harus menyelasaikan task. Masalah kedua, para crewmate harus menyingkirkan para Impostor.

            Satu pertanyaan. Lebih susah mana menyelesaikan task atau menyingkirkan Imposotor? Jawaban kalian pasti menyingirkan Imposotor. Kenapa? Karena melawan diri sendiri itu lebih susah dari pada melawan orang lain. Apa buktinya? Indonesia. Lebih susah melawan pemerintahnya sendiri dari pada negara yang menjajah.

          Dalam surah an-Naas disampaikan, "Katakanlah, aku berlindung dengan Rabb manusia. Penguasa manusia. Sembahan manusia. Dari waswas (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. (Yang berasal) dari jin dan manusia." (QS an-Naas [114]: 1-6). Dalam surat ini, manusia diperintahkan untuk berlindung kepada Allah sebanyak tiga kali. Seorang Muslim disuruh berlindung kepada Allah sebagai Rabb, Penguasa, dan Sembahan manusia. Semua itu hanya untuk menghadapi rasa waswas yang datang dari dalam dirinya.

            Berbeda dengan surah al-Falaaq yang mengatakan, "Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki." (QS al-Falaaq [113]: 1-5). Dalam surah ini, perintah untuk berlindung kepada Allah hanya satu kali. Padahal, kejahatan yang menyerangnya datang dari beraneka ragam, yakni kejahatan malam, wanita tukang sihir, dan para pendengki.

            Dari surah an-Naas dan surah al-Falaaq disimpulkan, melawan sesuatu yang datang dari diri sendiri jauh lebih berat ketimbang melawan musuh dari luar. Untuk itulah, seseorang diseru untuk berlindung tiga kali lebih banyak ketika menghadapi dirinya sendiri.

            Karena itu melawan diri sendiri itu susah. Namun, berusahalah.