Thursday, June 24, 2021

Ketika Habaib Mendatangimu

 HMM LANGSUNG SAJA LETS GOOO.....

APA YANG KAMU LAKUKAN KETIKA HABAIB MENDATANGIMU? JAWAB!


Oke, aku jawab: Ketika ada sebuah mutiara / emas yang begitu indah bentuknya, baik secara dhohir dan batin, bahkan kalau dijual harganya begitu besar, APAKAH KAMU TETAP MENJAGA NYA ATAU KAMU BUANG BEGITU SAJA? Ya seperti itulah, HABAIB BAGAIKAN MUTIARA YANG BEGITU INDAH TADI,yang selalu kamu jaga,merawat,memuliakan,dan menghormati AHLU BAIT.

HABIB ALI AL HASANI DAWUH,”Hormatilah  habaib karena Beliau beliau memiliki darah suci yaitu keturunan Rasulullah SAW”   

Diceritakan juga ketika Mbah Arwani bertemu dengan Habib Ali Al Hasani

Ceritanya begini: ketika malam sudah tiba,Habib Ali bertamu di ndalem Mbah Arwani, Masya Allah langsung kaget Mbah Arwani, beliau senang sekali bisa bertemu Habib Ali. Sampai sampai penyambutan Mbah Arwani bukan gemen2, Mbah Arwani langsung dawuh kepada santrinya “Nang pesen hotel kagem habib ali niki”Masya Allah begitu Baiknya  Mbah Arwani menyambut para Habib baik secara tempatnya DLL.

Hal tersebut diterangkan pada Surat Al Ahzab ayat 33 yang menerangkan tentang ahlul bait yang berbunyi

اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ


 Artinya : Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Begitulah,”apa coba?, pikirkan lagi,habib yang mulia,yang memiliki hati yang bersih, yang memiliki connets/sambungan langsung dari Rasulullah SAW. APAKAH KAMU MASIH TIDAK MENGHORMATI HABAIB ? dan APAKAH KAMU TIDAK BUTUH SYAFA’AT RASULULLAH SAW? Maka dari itu,dekatilah habib dan muliakan beliau INSYA ALLAH HIDUP BAHAGIA DUNIA DAN AKHIRAT.Amiin SEKIAN MFA SREPEETT .......

Oleh : Muhammad Fardan Abid


Monday, June 21, 2021

Jangan Mudah Menyepelekan Sesuatu hal

Jangan Mudah Menyepelekan Sesuatu hal

                Jangan mudah menyepelekan Sesuatu hal. Karena setelah itu, akan sulit memahami sesuatu hal yang kamu sepelekan tadi.

                Atau jika kalian sering menyepelekan sesuatu, maka kelak kamu akan sulit memahami dari hal yang kamu sepelekan itu. Maka dari itu, jika kita menemukan hal yang memang kita belum faham atau belum mengerti, maka bertanyalah! sampai kamu faham emgnenai hal tersebut. maka sangat diperlukan sekali guru ketika kamu mempelajari sesuatu. Dan ada sebuah riwayat yang artinya, Guru, Penentu Penting Mutu Pendidikan

                “Barang siapa yang belajar sendiri (tanpa guru), maka gurunya adalah syaithan.”

 

Oleh : Muhammad Rangga Al-Aghni

Tuesday, June 8, 2021

Kehebatan huruf ب dalam lafadz بسم الله


            Bila ada satu kalimah Allah disamakan dengan seribu kebaikan, maka habislah semua keburukan itu.

            Al-Qur’an terkumpul dalam surah Al-Fatihah. Surah Al-Fatihah terkumpul dalam lafadz بسم الله . Dan lafadz بسم الله terkumpul dalam huruf ب  .

            Kenapa huruf ب  ?

            Karena, huruf ب   itu بي كان ما كان ربي يكون ما يكون . Bi sebab wujudnya Allah, dan Bi sebab adanya alam semesta ini.  Karena ب  , dalam titiknya itu melambangkan bahwa Allah itu ada. Sedangkan lengkungan di atasnya melambangkan wujudnya alam semesta, dan lafadz بسم الله adalah permulaan semua keadaaan atau kegiatan.

            Cerita, ada seorang wali yang diberi undangan unutk memimpin tahlil di sebuh acara di desa.biasanya, di desa itu,ketika sebuah acara akan bermegah megahan dengan menyembelih sapi. Lantas, wali ersebut hanya memimpin بسم الله saja. Para warga kebingungan, sudah disembelihkan sapi kok tahlilny begitu saja?

            Para warga menggerutu pada wali tersebut. Lantas dijawab, “Kalau begitu, besok siapkan sapi dan ikatkan di pohon kelapa!” para warga pun menyyanggupinya.

            Besoknya, wali tersebut datang dan sudah disiapkan sapi yang diikatkan pada pohon kelapa.Wali tersbut pun membaca بسم الله pada pohon di samping yang tidak ada sapinya. Kemudian, seketika pohon itu rubuh. Sedangkan,pohon kelapa yang ada sapinya tetap sama saja.

            “Lho, pye iki? بسم الله ku wae iso mgerobohno wit iki. Kok sapimu ora.Berarti ijeh abot بسم الله ku.” Ujar wali tersebut.  

            Tapi itu kan wali, sedangkan kita bukan siapa siapa. Namun, bagaimana pun kita harus memulai segala sesuatu dengan بسم الله agar ada berkah di dalamnya.

            Oleh : Aghisni Faizal hanafi, diambil dari ceramah Gus Baha’

           

Saturday, April 10, 2021

Sowan Seluruh Pengurus kepada Abuya

        Pada 8 April 2021, Malam Jumat, Ba’da isya’. Seluruh pengurus Pondok yang baru - kecuali saudara Ilham -  sowan kepada Abuya.

Dengan dipimpin ketua pondok yang baru - Mas Ulin – kami  memberitahukan struktur kepengurusan yang baru sekalligus meminta doa’, supaya kepengurusan tahun ini aman, lancar, dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Di tengah derasnya hujan, Abuya berdoa supaya, Kepengurusan tahun ini, Lebih lancar, Lebih baik ,Lebih terlaksana, Dan lebih peka.

Acara sowan pun diakhiri dengan seluruh pengurus  bersalaman dengan Abuya satu persatu.

Semoga kepengurusan tahun ini berjalan lancar

 Aamiin...

Thursday, April 8, 2021

LPJ dan Sidang Reformasi 2021

LPJ dan Sidang Reformasi 2021

          Rabu, 7 April 2021, bertepatan ba’da Isya’, diselenggerakan sidang LPJ dan reformasi pengurus baru. Sama seperti  sidang sidang sebelumnya, acara ini ditujukan untuk  menelaah konsekuensi nyata pertanggung jawaban para pengurus selama satu tahun ini. Dalam jalannya acara, semua pengurus diminta tanggung jawabnya atas tugas tugas dan pelaksanaannya yang mereka tulis dimateri LPJ.

                Acara LPJ malam hari tadi sedikit berbeda dengan tahun tahun kemarin. Sidang LPJ semalam tidak terlalu formal, hanya dipimpin oleh Agus H. Aniq Muhammad Makki Lc. selaku dewan pimpinan ke-3, dan dihadiri dewan pembina, juga mas mas Mudabbir.

                Dalam surat keputusan yang telah disahkan tadi malam, Mas Aghis selaku ketua pondok bergantian posisi dengan Mas Ulin selaku wakil ketua.

Adapun susunan pengurus baru yang dilantik tadi malam masa khidmah 2021/2022 M sebagai berikut

 

Pengurus Harian :

Ø Ketua :

Ahmad Ulin Wildan H. R. N.

 

·         Wakil Ketua :

 

Aghisni Faizal Hanafi

Ø Sekretaris :

Muhammad Abid Yakhsyallah

Ø Bendahara :

1.      Bagas Adriansyah (Koordinator)

2.      Harun Kamil Muhammad Wahid

Departemen – Departemen

Ø Departemen Kebersihan :

                                            

1.      1. Muhammad Fardan Abid (Koordinator)

2.      2. Muhammad Nabil An-Nadawi

3.      3. Haydarr Alwi

Ø Departemen Pendidikan :

                                            

1.   1. Muhammad Wafiqul Husna(Koordinator)

2.   2. Muhammad Ilham Izzi

 

Ø Departemen Litbang :

                                      

1.   1. Muhammad Iqbal Khauri (Koordinator)

2.   2. Muhammad Hasan

3.   3. Muhammad Faaza Muzakky

 

Ø Departemen Humas :

  

1.   1. M. Burhanuddin (Koordinator)

2.   2. M. Minhajul Akrom

 3. Mashab Musyida Zidan

 

Ø Departemen Kesehatan :

1.   1. Rafi Muhammad Ariq (Koordinator)

2.  2.  Rois Shofil Mubarok

 

Ø Departemen Keamanan :

1.   1. Ahmad Khoerun Naim (Koordinator)

2.   2. Ahmad Atho’illah

3.   3. M. Rangga Al Aghni


 

Monday, April 5, 2021

Dzan

Dzan

          Salah seorang santri pernah sowan pada Habib Umar, si santri mengadukan keadaan dirinya yang seringkali masih belum bisa menghilangkan rasa su’uddzan dari dalam hatinya. Dengan wajah beliau yang teduh dan selalu tersenyum beliau menjawab kegundahan si santri tersebut ‘Kalau memang seperti itu maka jangan percayai kata hatimu’.

            Sebagai seorang manusia, kita tentunya sering melihat seseorang dari dzahirnya saja, apa yang tampak di luar itulah yang menjadi acuan bagi kita dalam menilai seseorang. نحكم بالظواهر والله بالسراءر , dari hal ini maka seringkali kita bersikap su’udzan terhadap orang lain tanpa tahu bahwa bisa jadi ia merupakan kebalikan dari apa yang kita prasangkakan atau malah bisa jadi lebih baik dari diri kita sendiri.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

 

          ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim’

            Cuman hanya melihat tampilan luar, inilah yang sering menjadi kebiasaan kita, terlalu sering menjudge orang lain. Padahal prasangka seorang hamba itu adalah acuan bagi keseluruhan perilaku si hamba tersebut. Jika prasangkanya baik maka baik pula pekertinya begitu juga sebaliknya.

            Maka solusi yang diberikan beliau Habib Umar saat ditanya santrinya adalah jangan percayai kata hatimu, beliau mengajarkan pada kita untuk selalu menerapkan husnuddzan dalam setiap keadaan, kapanpun, dimanapun, dan pada siapapun. Ketika terbesit dalam hatimu su’udzan terhadap orang lain maka ubahlah prasangka tersebut dengan husnudzan, jangan percayai kata hatimu.

            Saat seorang hamba menerapkan sikap husnudzan dalam dirinya, hamba tersebut pasti akan selalu mendapat keuntungan dari prasangkanya tersebut meski bisa jadi pada akhirnya apa yang dia dzankan itu salah.