Monday, September 20, 2021

Kisah Nabi Uzair

              Nabi Uzair adalah nabi yang hidup pada zaman antara nabi Sulaiman a.s dan nabi Isa a.s. Pada masa beliau tidak ada yang lebih paham dari pada beliau tentang Kitab Taurat. Orang-orang yahudi memanggil beliau dengan sebutan eztra. Beliau juga di panggil orang yahudi dengan sebutan (Anak Tuhan). Seperti yang tercantum pada surat  At-Taubah:30.


                Beliau mendapat julukan itu berawal dari kisah ketika beliau bepergian kesebuah negeri yang jauh dengan ditemani keledai sebagai  tunggangan ketika itu nabi Uzair berada di sebuah desa yang hancur, Banyak mayat berserakan & banyak hewan ternak mati di mana-mana.Beiau berjalan menelusuri desa itu kemudian mengeluarkan buah –buahan yang beliiau dapat, Sambil merenung nabi Uzair berkata”bagaimana Allah menghidupkan  kampung yang mati ini”. Nabi Uzair pun tertidur di bawah pohon. Kemudian Allah s.w.t  mengutus Malaikat untuk mencabut nyawa beliau ketika sudah terlewat seratus  (100) tahun  Allah mengembalikan nyawa beliau kembali . Ketika terbangun Allah bertanya melalui perantara malaikat “berapa lama kamu tidur” beliau menjawab “sekitar satu atau setengah hari” Allah berfirman “sesungguhnya kamu telah tinggal di sini selama seratus tahun “ beliau tidak percaya kemudian Allah menhidupkan keledai beliau yang tinggal kerangkanya saja , Kemudian nabi Uzairberkata “Allah maha kuasa atas segala sesuatu”

                Cerita ini tercantum dalam Al-Quran SURAH Al-Baqarah :259, Setelah itu nabi kembali ke kampungnya, Saat sampai di desa penduduk desa sudah tidak mengenali beliau , Kemudian baliau masuk kedalam sebuah rumah, Disitu nabi Uzair menemukan sesosok wanita tua yang buta, Nabi Uzair kemudian menyembuhkan wanita itu , Setelah sembuh wanita tersebut mengabarkan keseluruh desa dan penduduk desa tidak langsung percaya. Mereka meminta nabi Uzair membacakan kitab taurat, Karena di desa itu sudah tidak ada yang hafal kitab taurat. Karena kitab taurat di desa itu sudah di bakar kemudian nabi Uzair  membacakan kepada bani israil kitab taurat. Sejak saat itu bani israil menyebut nabi Uzair dengan sebutan “ANAK TUHAN”.

Oleh : Putra Al-Haidar

 

Monday, September 13, 2021

Tidur Lebih Baik

                Seperti di pondok pesantren pada umumnya, santri santri di pondok Al Musthofa juga rutin untuk mendaras hafalan yang mereka miliki. Tapi segala sesuatu tentu ada pengecualiannya, dan pengecualian itu adalah kang Jarno. Pagi hari saat santri lainnya sedang mendaras hafalannya, kang Jarno masih terlihat tidur di pojokan kamar, jarang sekali kang jarno beraktifitas, atau mungkin kang Jarno beraktifitas hanya saja tidak terihat santri lainnya. Yang sering kang Jarno hanya tertidur, yang lain mengaji, yang lain keluar, yang lain jagongan, kang Jarno tetap saja tertidur, waktu yang tidak kang Jarno buat tidur hanyalah jam wajib.

            


    Suatu hari, salah seorang teman kang Jarno, kang Songko namanya. Merasa tidak baik  jika terus membiarkan kang Jarno seperti itu, sebagai teman, kang Songko merasa perlu mengingatkan kang Jarno agar lebih giat lagi. Meski sebenarnya masih merasa ewuh, diberanikanlah untuk menghampiri kang Jarno. Seusai jam wajib subuh, kang Jarno yang biasanya langsung tidur lagi, kali ini di cegat oleh kang Songko.

“Kang mau nemenin keluar gak?”, tanya kang songko.

“Kemana kang?”, kang Jarno balik bertanya.

“Beli lentog kang, aku habis kirimann kemaren, tak traktir deh”,

“Beneran kang?, aku kebetulan sedang tak ada uang”,

“Iyalah kang, santai saja”, kata kang Songko meyakinkan.

“Okelah, ayo kang”, jawab kang jarno sambil terkekeh lirih.

                Sesampainya di pedagang lentog dan memilih tempat duduk yang enak, kang Jarno dan kang Songko makan dengan lahapnya, maklum saja, lentog memang salah satu makanan yang tergolong enak bagi kaum santri. Selesai makan, kang songko menyulut rokoknya, tak lupa di tawarinya kang Jarno.

“Habis ini ada kegiatan nggak kang?”, kang Songko memulai percakapan.

“Ah, sepertinya nggak ada kang, mau tiduran saja kaya biasanya”, jawab kang Jarno ringan.

“Nggak bosen tah kang?, tiap hari tidur melulu?”,

“Kalau bosen sih iya, tapi mau bagaimana lagi?”,

“Gimana ya kang?, daripada tidur melulu kaya begitu kan lebih baik di buat aktivitas tho, deres, jagongan, keluar, atau apalah”,

“Justru itu, aku tidur itu untuk menghindari dua kegiatan terahir yang kamu sebut tadi”

“Emang kenapa kog di hindari kang?”,

“Gini kang, tak jelasin. Kalo aku jagongan itu sedikit banyak aku pasti ngomongin orang, itu kan maksiiat tho kang, apalagi kalo keluar, jelas lebih banyak lagi maksiatnya, kan lebih baik aku ini tidur tho, seengaknya kalo aku ngak bisa berbuat baik seperti  sampean sampean, saat saya tidur saya tidak bermaksiat”, kang Jarno menyambung kembali rokoknya setelah menyelesaikan kalimatnya.

“Saya kasih tau satu hal lagi kang”, kang Jarno melanjutkan.

“Saya pernah mendengar keterangan dari guru saya, kalo meninggalkan perkara haram itu wajib, jadi tidurku itu…….”, kang Jarno tidak meneruskan kalimatnya, dia ngeloyor begitu saja sambil terkekeh.

Oleh : Koboy

Wednesday, September 1, 2021

ANGEL IKU GAMPANG

           Semua orang pasti pernah merasakan masa-masa kesulitan, dan banyak orang yang sampai putus asa, bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

            Sesungguhnya Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Insyirah Ayat 6

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا


Artinya: Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.


            Ada sebuah quotes “ nek kue ngeluh ojo ngarep dadi tangguh, nek kue sambat ojo ngarep dadi kuat”

            Jadi kita sebagai manusia jangan mudah berputus asa, tetaplah berusaha meskipun belum ada hasil, tetaplah berdoa meskipun belum di ijabahi, dan tetaplah bersyukur meskipun hidup sudah hancur.  

Penulis: bagas

           

           


 

Sunday, August 22, 2021

Orang jahat

   


 
Pahlawan adalah sosok yang selalu menolong, membantu, dan sebagainya. Tetapi, tidak semua pahlawan dari awal cerita memiliki sifat protagonis. Sedangkan, penjahat adalah kebalikan dari pahlawan, kadang juga, penjahat tidak sepenuhnya jahat, karena di hati mereka tidak terpeuhi kegelapan. Mungkin ada penjahat yang perannya hanya sebagai antagonis, tapi juga ada penjahat yang menjadi pahlawan di akhir cerita. Salah satunya adalah Loki.

            Loki adalah sosok penjahat dalm serial film Thor. Tapi, di dalam film Thor : Ragnarok. Loki membantu Thor mencari aliansi untuk mengalahkan Hela, Anak tertua Odin. Peran Loki cukup penting, ia juga yang mencarikan pesawat besar untuk menapung seluruh penduduk Asgard ketika Asgard dihancurkan oleh Surtur.

            Penjahat sepenuhnya tidak mengawali karirnya sebagai penjahat dengan nafsu dan keinginan diri sendiri, karena ada juga penjahat yang menjadi jahat karena balas dendam.

            Apakah kalian ucapan Joker, “Orang jahat berawal dari orang baik yang tersakiti.”? Karena itulah, kita sudah jarang menemukan orang baik, karena adanya pembulyyan, dan sebagainya.

 Oleh : Rakes

Tuesday, July 27, 2021

Andhap Asor

        Mungkin kalian sudah paham dan familiar dengan kata kata itu, apalagi jika kalian orang jawa , yaa sudah pasti. Tapi, adakah yang sudah berusaha mengamalkan kata kata itu di kehidupan sehari hari? Mungkin di kehidupan islam, banyak yang mengamalkan sifat andhap asor itu, atau bahasa islamnya tawadhu’.  khususnya para ulama kita, banyak sekali contohnya kita ambil saja contoh kisah habib Ali Al-Jufri dan Syekh Al Buthi.

        


   
Suatu saat di dalam majlis Habib ali Al Jufri ,saat Habib Ali sedang menyampaikan pembelajarnya, tiba tiba  Habib Ali kaget karena beliau melihat ada Syekh Al Buthi sedang duduk di belakang bersama parajamaah. Seketika, Habib Ali turun dari kursi dan mempersilahkan Syekh Al Buthi untuk menggantikan posisi beliau di kursi, karena merasa Syekh Al Buthi lebih pantas. Namun, Syekh Al Buthi awalnya menolak, hingga akhirnya mau dan habib Ali duduk di antara para jamaah. Lalu, Syekh Al Buthi berkata “saya kesini sebenarnya mau mendengarkan pelajaran,apalagi temanya adalah membersihkan hati, karena akhir akhir  ini saya merasa hati saya keras karena dosa dosa saya,”

Dari cerita ini kita tau indahnya sebuah akhlak andhap asor kesiapapun.Seperti yang telah di contohkan para ulama ulama kita, dengan itu bumi kita akan damai tanpa pertikaian dan hati kita pun tenang

Oleh : Muhammad Ataya Akbarun Naja


Sunday, July 18, 2021

Tips Untuk Santri baru Menghadapi Santri Senior

            “HALAH, AKUUUU WAEE…”

            “HALAH, LIYANE GENEEE?”

            Jujur saja! Kata kata itu sering terucap dari mulut para santri baru. Pasalnya, santri besar besar seringkali menyuruh santri baru ini itu. Namun, santri baru yang mendapat perlakuan buruk akan semakin sering mengatakan kata kata di atas, atau mungin lebih parah.


            Lalu, apa jalan keluarnya?

            Sebuah kalimt yang saya ingat betul dari seorang senior di pondok, “Senajan cah gedi gedi ngangkonan, ngenyek, ngono iku, husnudzon wae. Insya Allah ngono iku niate apik. Cah gedi gedi iku do ngelatih kwe.”

            Yah, walaupun sulit diterima, namun ucapannya benar. Kita tidak tahu apa yang ada di dalam hati mereka, mulut dan hati bisa saja berbeda. Kita husnudzan saja, siapa tahu mereka berniat melatih, supaya menjadi orang yang kuat, tahan banting, dan bergerak cepat sebelum diperintah.

 

Oleh : K-San

Tuesday, July 13, 2021

Tips Untuk Santri Senior Menghadapi Santri baru

     “BOCAH, KANDANANE ANGEL!”

            Kata kata itu sering terucapkan untuk para generasi baru. Baik di masyarakat (tetua pada anak anak), di sekolah (guru pada murid), bahkan di pondok (Santri senior pada santri baru).

            Jujur saja! Benar bukan?

            Kenapa begitu?

            Mohon maaf, tulisan ini hanya saya tujukan pada bagian akhir, yaitu jamaáh pondok. Namun, bagi rakyat sekolah dan penduduk masyarakat yang ingin membaca, silahkan!

            Satu kata, dua suku, lima huruf untuk kalian. Ngoco.

            Bila yang biasanya keluar dari mulut kalian untuk menghina, membohongi, nggarap mereka. Tentu saja bila kalian meminta hal baik pasti sulit dituruti – Kecuali bila dia orang yang sangat baik.Lihat saja! Rata rata senior yang baik pasti lebih banyak santri junior yang manut padanya.

            Contoh mudah, seperti saat Jarjit Singh berbohong dalam Drama ¨pengembala biri biri dan serigala.¨Ia terus berbohong. Suatu hari, saat domba dombanya dimakan serigala, ia minta tolong. Namun, karena ia sudah tercap sebagai pembohong, akhirnya tidak ada yang percaya. Ingatlah kata kata Upin, "Sekali kita berbohong, orang dah tak nak percaya."

Oleh : K-San