Sunday, July 3, 2022

Jangan Salah Niat

         Salah satu keberagaman yang ada di pesantren adalah model model santri yang sangat jamak. Ada kang Jarno yang tidur tiduran melulu, ada yang biasa biasa saja, ada juga kang Peno yang seperti wali, tiap ada waktu kosong selalu di gunakan untuk hal positif, kadang mendaras hafalannya, kadang mutholaah kitab, yang paling menakjubkan adalah keistiqomahannya bangun malam untuk sholat malam dan mendaras Alquran, bukan hanya rajin, tapi kang Peno selalu khusuk kalau sedang membaca Alquran, ayat tiap ayat dia hayati maknanya. begitulah kira kira gambaran sosok kang Peno, sosok yang menurut saya sangat layak di jadikan role model untuk para santri, khususnya penghafal Alquran.    


           Pagi itu, saat sedang asik dengan Alquran, tibaa tiba datang kang Jarno dan kang Songko yang baru saja pulang dari makan lentok,

“Wuih, kang Peno ini Masyaallah”, sapa kang Songko.

“Waduh waduh, sampai ngak denger,”, karena sangking khusuknya, kang Peno sampai tidak merespon.

Kang Songko yang sapaannya tidak di respon, menepuk bahu kang Peno.

“Ada apa kang?” kata kang Peno setengah kaget.

“Nggak ada apa apa sih kang sebenernya, cuma kagum saja sama kang Peno ini”

“Apa sih kang yang bisa di kagumi dari saya ini” kang Peno memang sangat rendah hati.

“Ya kagum saja kang, kang Peno ini kan selain istiqomah juga selalu khusuk kalau membaca Alquran, rahasianya apa tho kang?”

“Ngak ada rahasianya kang”

“Kalo saya kog susah ya kang kalo mau istiqomah”

“Sampean mau istiqomah?”

“Iya dong kang”, jawab Kang Songko antusias.

“Sampean kalo mengaji kalo mendaras itu niatnya apa?”, tanya kang Peno.

“kalo ngaji ya biar pintar, kalo baca Alquran ya biar hafalan saya lancar”

“Terus kalo sudah pintar, kalo sudah lancar?”

“Ya Alhamdulillah dong kang”

“Maksutnya….., kalo sampean Sudah pintar sudah lancar, nggak mau ngaji, nggak mau mendaras lagi?”

“Ya nggak gitu juga kang”

“Kalo mau istiqomah itu kita jangan niat biar begini biar begini, kalo kita niatkan untuk apa apa, nanti takutnya kalo kita sudah mencapai apa apa itu, kita jadi malas lagi”

“Terus gimana kang niat yang bener?”

“Ya niat ngak karena apa apa, niat saja karena Allah, kita mengaji bisa jadi pintar, kita mendaras bisa jadi lancar, itu bonus dari Allah, kalo misal kita nggak pintar pintar, kita ngak lancar lancar, kan kita bakal masih mengaji dan mendaras terus tho, jadi meski kita nggak pintar atau nggak lancar, seengaknya kita masih dapat pahala” kang Peno menghela nafas sejenak lalu melanjutkan kalimatnya.

“Tapi kalo mau aman, kita niat saja seperti niat niat orang sholeh terdahulu”, lanjut kang Peno.

        di tengah obrolan asik kedua santri tersebut, tiba tiba terdengar suara dengkuran, yang usut punya usut adalah kang Jarno.

 Oleh : Koboy

 

Thursday, June 23, 2022

Pentingnya Semangat Menulis



 "Kepenulisan adalah salah satu bentuk menyampaikan عبارة yang ada di dalam akal kita, عبارة yang ada di dalam pikiran kita, akhirnya dibentuk dalam tulisan. Perlunya untuk menyampaikan apa yang ada di dalam hati, biar bisa dibaca oleh orang lain dan bisa dirasakan oleh orang lain." Itulah yang beliau - Gus Aniq - sampaikan di dalam sambutan acara seminar kepenulisan pertama kali Pondok Pesantren Putra Al-Fattah yang digelar pada tanggal 23 Juni 2022 M.

Di awal sambutan, Gus Aniq juga memberikan semangat kepada para santri. Karena, beliau tidak ingin acara pada hari ini hanya sekedar acara biasa. Melainkan bisa memantik semangat para santri untuk menulis.

 

Gus Aniq memberikan motivasi menulis kepada santri santri

Gus Aniq menceritakan ketika Perang Badar. Saat itu, Kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam beserta para sahabatnya berhasil memenangkan peperangan tersebut. Orang kafir baik yang mati ataupun menjadi tawanan banyak. Nah, coba bayangkan apa tebusan, apa persyaratan yang diminta oleh Rasulullah agar orang-orang quraisy ini lepas dari tawanan perang? Salah satunya adalah, kalau tawanan perang tersebut bisa baca dan bisa nulis, maka dia disuruh untuk menjadi mudabbirnya para Muhajirin dan Ansor.

Maka, bisa ditarik kesimpulan, di dalam agama Islam, konsentrasi menulis memang ada. Walaupun nabi kita adalah Ummi, tidak bisa baca tulis, tapi umatnya disuruh untuk bisa baca dan nulis.

Tapi, menulis juga kalau bisa yang bermanfaat, yang sesuai dengan kadar seorang tholibul ilmi. Apalagi, ini adalah santri, penerus para kyai.

Alhamdulillah, para santri antusias mengikuti kegiatan seminar 

Mungkin itu awalan sambutan dari Gus Aniq, yang menerangkan betapa pentingnya seseorang untuk menulis.

Nah, di acara seminar kepenulisan yang dimulai sekitar jam 08.15, dihadiri oleh Gus Aniq, juga Ummi Muthi' Imaroh sebagai dewan pimpinan sekaligus memberikan motivasi motivasi sebagai santri. Selain itu, acara ini dihadiri oleh narasumber yang tentunya penting dalam acara seminar.

Muhammad Hasan atau K-San sebagai narasumber pertama 

Narasumber pertama adalah Muhammad Hasan. Seorang penulis dari Kota Wali, Demak. Dia berasal dari pondok sendiri, Pondok Pesantren Putra Al-Fattah. Alasannya dipanggil sebagai narasumber adalah, karena dirinya yang punya semangat menulis tinggi dan sudah berhasil membuat beberapa karya novel. Di antaranya ; The Eight Stranger Things, Siluman Wadon, Si Naga, Sok Mben. 

Agus Ferhadz Ammar Muhammad MIP sebagai narasumber kedua

Narasumber kedua adalah Agus Ferhadz Ammar Muhammad MIP. Sama seperti narasumber pertama, beliau sekarang tinggal di Demak. Beliau adalah pemilik Rembang Bicara Media. Di acara tersebut, beliau diminta memberikan dasar dasar menulis kepada para santri. 

Mungkin cukup sekian, untuk lebih lanjut bisa dilihat sendiri di Facebook INSAF

https://www.facebook.com/alfattahkudus/videos/1063529670937468/

Sunday, June 19, 2022

Antara Makan Dan Dzikir

Apa yang anda ketahui tentang makan?

Dan apa yang anda ketahui tentang dzikir?

Coba kita renungkan sejenak,

            Oke gak usah lama-lama, kita bahas aja langsung. Makan dan dzikir merupakan dua hal yang hampir setiap hari kita amalkan. Tapi, apakah kalian tahu bahwa makan dzikir adalah dua sumber kekuatan jasmani dan rohani kita. Gak percaya? Mari kita simak.

            Makan adalah suatu kegiatan untuk menambah atau mengembalikan kekuatan kita yang telah hilang. Bayangkan saja, manusia gak makan sehari aja pasti dia merasa lemas. Itu cuma sehari, bagaimana kalau berhari-hari, bisa mati deh kalau seperti itu. Hehehe.... Oke, lanjut...

            Mungkin Sebagian dari kita belum tahu bahwa dzikir itu sebelas duabelas dengan makan. Fungsinya sama sih, yaitu sebagai sumber power. Bedanya, kalau makan itu untuk badan dan dzikir itu untuk ruh.

            Mengenai manfaat dzikir bukan hanya itu aja. Di antarannya lagi bisa nenangin hati dan pikiran kita, seperti halnya dengan ayang, ya gays ya. Dan dari hati, pikiran yang tenang kita bisa mengingat Allah yang maha kusasa. Bahkan, Allah saja memerintahkan kita untuk berdzikir, wooowww.... 

        Di dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab surat ke 33 ayat 41 di jelaskan:

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya.

            Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa “MAKAN ADALAH SUMBER POWER JASAD KITA, SEDANGKAN DZIKIR ADALAH SUMBER POWER RUH KITA”, maka dari itu teman-teman, perbanyaklah dzikir kepada Allah, mengingat-ingat Allah, bukan hanya soal perut saja yang di besarin. Hehehe.

Oleh: Ahmad Ulin, @Naja_Fint.

           

 

Friday, June 17, 2022

Keutamaan Memakai Tasbih

         Karena melihat anak Al-Fattah yang suka memakai tasbih akhir-akhir ini, saya terfikirkan  untuk membuat tulisan ini. Dengan tujuan, agar mereka yang belum suka pakai tasbih, mau pakai tasbih dan orang yang udah pakai tasbih, tambah suka dan tambah semangat memakai tasbih.




Diantara keuntungan pakai tasbih. 

Pertama, dapat pahala mengikuti sunnah Nabi Muhammad, Karena FYI Memakai tasbih itu sunnah karena ada hadis:

عليكن با لتسبيح وا لتكبير, وعقدن با لأنامل, فإ نهن يأ تين يوم القيامة مستنقطات, ولا تفعلن... فتنسين الرحمن ( رواه ابن 

أبي شيبة في مصنفه)

Artinya: “Perbanyaklah diri kalian dengan membaca tasbih, tahlil, dan bertakbir. Dan hitunglah dengan jari-jari kalian, karena sesungguhnya jari-jari tersebut akan datang pada hari kiamat untuk ditanya dan menjawab. Dan janganlah kalian lalai (diri berdzikir), niscaya kalian akan lupa atas rahmat Allah (H.R. Ibnu Abi Syaibah).”

Kedua, Tasbih akan menjadi saksi bagimu kelak di akhirat bahwa kamu suka berdzikir, berdasarkan hadis di atas.

Ketiga, Memudahkan kamu banyak ingat kepada Allah. Karena ada hadis:

نعم المذكر... السبعة. (رواه الديلمي عن سيدنا مرفوعا)

Artinya:”Paling baiknya pengingat (bagi seorang hamba agar selalu berdzikir) adalah tasbih.” (H.R Addailami)

Keempat, Habib Abu Bakar ibn Abdullah Al-Attos pernah bercerita:

كَانَ الشيخ حسنٌ المغربي كثير الإجتماع بالنبي صلى الله عليه وسلم, ثم ذات يوم اجتمع بالنبي صلى الله عليه وسلم يقظة, فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: باأفيدك بثلاث خصال, قال: هي لي خاصةأم للناس عامة: الأولى: إذا حملت السبحة لتسبيح...تعدّمسبحاً ءسبحت بها ام لم تسبح, والثانية: أن القهوةمادام طعمهافي فيك...تستغفرلك الملائكة, والثالثة:جلوسك عند وليٍّ من أولياءالله حي أوميّتٍ, ولو كحلب شاة. أو كشجِّ بيضةٍ, خيرٌ لك من أن تعبدالله في زويا الأرض كلّها أو إلى أن تقطع أعضائك إربا إربا

 Syeikh Hasan Al Maghrabi adalah orang yang sering berjumpa dengan Nabi Muhammad. Kemudian, pada suatu hari dia berjumpa dengan Nabi Muhammad dalam keadaan terjaga (bukan mimpi). Kemudian, Nabi Muhammad berkata kepadanya, “Aku akan memberimu faidah dengan tiga hal.” Syeikh Hasan Al Maghrabi berkata, “faidah tersebut khusus untukku, ataukah umum untuk semua orang?” Maka Nabi Muhammad menjawab, “Umum, untuk semua orang. Pertama, jika kamu membawa tasbih untuk niat berdzikir, maka kamu akan dihitung berdzikir, meskipun kamu (saat itu sedang) berdzikir dengan tasbih tersebut atau tidak. Kedua, sesungguhnya selama aroma kopi dimulutmu masih terasa, maka malaikat akan selalu meminta ampunan untukmu. Ketiga, dudukmu di hadapan salah seorang wali wali Allah, baik (wali tersebut) masih hidup atau meninggal, dan meskipun hanya seukuran memras susu kambing atau memecahkan telur, maka hal tersebut lebih baik bagimu daripada beribadah kepada Allah dari segala penjuru bumi, bahkan sampai anggota tubuhmu terputus."

Alhamdulillah, betapa baiknya Allah kepada kita. Oleh karena itu, saya katakan nggak ada ruginya kamu bawa kesana kemari, mau kamu pakai dzikir atau pun nggak. Nggak bakal rugi.

Lakal Hamdu Wa Syukru Ya Robbi.

Ehhmm.. Segitu dulu, karena nanti kalau kebanyakan kasihan yang ngetik. Hehehe…. Meskipun masih banyak fadhilah fadhilah yang lain. Btw, kalau mau lihat yang lainnya, bisa dibaca di Kitabul Adab karya Sayyid Muhammad Amin bin Idrus bin Abdullah bin Umar bin Syekh Abu bakar bin Salim, seorang ulama muda asal Indonesia, murid dari Habib Zein bin Smith, Madinah. Dan tulisan saya bersumber dari situ. 

Wallahu ‘Alam.

Oleh: Fiki Ishbahul Haq

Wednesday, June 15, 2022

Kenapa Sih Kok Kita Hidup?

 

Terkadang kita mikir-mikir, apa sih gunanya hidup? Terus, kita jika melihat orang-orang yang kepintarannya dibawah kita, dan kita sudah muak melihat orang itu, biasanya ada kata-kata yang terlontar “goblok!! mati ae kono, ra guno urip!” Padahal, kita sendiri juga belum tahu, kita ada gunanya apa nggak.

Di Al - Qur’an Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz Dzaariyaat:56).

Jika kita sudah mengetahui jika hidup untuk beribadah kepada Allah, maka kita harus mendalami ibadah dan ilmu agama, lebih tepatnya yaitu dengan cara belajar ke ustad-ustad atau mondok ke kyai atau ulama yang sanadnya menyambung kepada nabi kita, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Setelah mendalami ilmu agama, kita harus mengamalkan ilmu yang kita peroleh.

Dan Allah juga berfirman,

اَللّٰہُ الَّذِیۡ خَلَقَ سَبۡعَ سَمٰوٰتٍ وَّ مِنَ الۡاَرۡضِ مِثۡلَہُنَّ ؕ یَتَنَزَّلُ الۡاَمۡرُبَیۡنَہُنَّ لِتَعۡلَمُوۡۤا اَنَّ اللّٰہَ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ قَدِیۡرٌ ۬ۙ وَّ اَنَّ اللّٰہَ قَدۡ اَحَاطَ بِکُلِّ شَیۡءٍ عِلۡمًا

“Allah yang menciptakan tujuh langit dan dari (penciptaan) bumi juga serupa. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu.”



Allah memerintahkan kita untuk berusaha mengetahui sesuatu yang tidak diketahui. Tapi saat belajar, pasti kita diberi berbagai cobaan. Contoh saja susah menghafal, mengantuk, dan sebagainya. Maka dari itu, kita harus berikhtiar. Jika saja ikhtiar kita hanya membuahkan hasil sedikit, maka kita harus bertawakal kepada Allah dan bersabar.

Karena Allah berfirman :

 وَ عَلَی اللّٰہِ فَتَوَکَّلُوۡۤا اِنۡ کُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِیۡنَ

“Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang beriman.”

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلاَّ بِاللّهِ

“Bersabarlah dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah “

                Jika usahamu sudah membuahkan hasil, kita sebagai makhluk wajib bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. 

وَٱشْكُرُوا۟ لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”

 

Oleh : Harun Kamil Muhammad Wahid

 

Monday, June 13, 2022

Sosial Media dan Segala Problema Penggunanya

      Dunia berada dalam satu genggaman. Semua dapat dicapai dengan satu klik tanpa menunggu lama. Informasi, hiburan, pekerjaan, sampai urusan perut bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun.

        Begitu pun kehidupan sosial penggunanya. Dengan hadirnya sosial media, sedikit banyak mempengaruhi kehidupan seseorang yang menggunakannya. Termasuk cara berpakaian, cara bersosial dengan lingkungan, bahkan pola pikir bisa terpengaruh olehnya. Di samping pengaruh positif yang ditimbulkannya, banyak juga dampak negatif yang muncul darinya. Seperti menurunnya interaksi antar individu, maraknya informasi yang tidak benar, bahkan yang paling parah bisa mengganggu kesehatan mental kita. Loh, emang bisa bersosial media bisa mengganggu kesehatan mental kita? Sangat bisa sekali dong. Seperti, gangguan kecemasan (anxiety), memicu depresi, kecanduan, dan menganggu kualitas tidur.

         


          Ada lagi dampak buruk yang ditimbulkan dari bersosial media, yaitu cyber bullying atau perundungan dalam dunia maya. Pernah tidak kamu membuka facebook, kemudian dalam facebook itu muncul "kenangan anda 10 tahun yang lalu" apa perasaanmu? Jika itu benar-benar kenangan baik bagimu tak akan jadi masalah. Namun, jika itu merupakan ke-alay-an mu dimasa lalu? Malu lah pastinya. Dan jika itu diunggah kembali di masa sekarang, maka akan timbul perundungan di sekitar kita. Minimal hate comment atau komen yang tidak mengenakkan. Sedikit banyak cyber bullying seperti ini bisa mengganggu kesehatan mental kita. Maka benar kutipan "yang trending sekarang, maka akan alay pada masa nya". Maka berbijak lah dalam mengikuti trending-trending yang bersliweran disekitar kita.

          Dengan bijak menggunakan bersosial media kita bisa mencegah diri kita dari pengaruh negatif bersosial media. Salah satu treatment atau cara berbijak bersosial media adalah dengan puasa sosial media. Bukan berarti kita meninggalkan 100% sosial media kita ya, namun membatasi pengguanaan sosial media. Seperti halnya berpuasa, ada saatnya berpuasa ada juga saatnya berbuka. Hanya kita yang tau dan bisa me manage kapan kita berpuasa sosial media dan kapan kita membukanya. Sedikit banyak pasti ada efek yang ditimbulkan dari treatment ini.


         Kemudian saya ingat dawuh Abuya Ahmadi tentang bijak menggunakan televisi. Beliau mengibaratkan televisi itu sebagai pisau. Jika pisau digunakan untuk masak, makan akan berdampak baik. Bahkan bisa berpotensi pahala jika diniati ibadah. Namun jika digunakan untuk membunuh orang,maka akan jadi menjadi dosa bagi pelakunya. Begitu juga bersosial media, jika kita menggunakannya sebagai sarana positif,seperti membagikan informasi yang sesuai fakta, media belajar media bertukar informasi maka akan berdampak positif bagi kita. Namun jika kita menggunakannya untuk berkomen yang tidak baik, membagikan informasi hoax, tentu akan sangat mungkin menjadi ladang dosa bagi penggunanya.

A boardcaster of daily happiness,
M. Ulil Azka.