Wednesday, August 10, 2022

LORODAN

  



          Lorodan atau lebih dikenal dengan panjat pinang adalah lomba memanjat pinang/bambu yang dikuliti terus dikasih pelicin, untuk merebutkan barang barang yang digantungkan diatasnya, lomba ini biasanya di adakan setahun sekali setiap memperingati hari kemerdekaan Indonesia, lomba ini termasuk lomba tradisional yang awal mula diadakan sejak zaman penjajahan Belanda untuk memperingati pernikahan, hajatan dll.
            
            Lomba yang satu ini meski terlihat sederhana tapi juga banyak peminatnya lhoo, karena banyak hadiah yang menarik seperti sepeda, kompor dan barang barang perdapuran sehingga banyak orang yang pengen mengikutinya, dan bila ikut lomba ini harus punya tenaga yang strong supaya bisa sampai atas duluan, tapi tidak segampang itu untuk sampai atas duluan, karena harus berusaha keras untuk melewati rintangan dengan cara menghilangkan pelicinnya dari pinang/bambunya supaya gampang untuk memanjatnya. 

            Lorodan juga mengajarkan kita bahwa barang siapa yang mau berusaha untuk sampai atas duluan, dia pasti mendapatkan hadiah yang paling mewah, begitu juga kita sebagai tholibul ilmi harus berusaha mencari ilmu yang lebih untuk mempersiapkan masa depan agar lebih baik. 

مَنْ جَدَّ وَجَدَ
"Barang siapa yang bersungguh sungguh, ia akan mecapai tujuannya"

Oleh: Bagas Adriansyah



            


                            

 

Wednesday, August 3, 2022

Fenomena Kudus Fashion Week


Beberapa hari yang lalu, sempat viral di negeri kita yang tercinta ini, fenomena Citayam Fashion Week yang dilakukan oleh remaja-remaja di daerah Jaksel, khususnya daerah Bojong Gede, Sudirman dan Bekasi.

Nah, bak rasa cintaku padamu yang cepat sekali menyebar(eh.), trend dan demam ini akhirnya sampai juga di kota saya, Kudus, yang terkenal akan jenang(halah, udah tau kok kang!) dan vibes santri yang begitu kental.


Nah, mari kita renungi sejenak dan langsung to the point saja.Okelah, boleh-boleh saja para model-model itu adu outfit mereka, adu sneakers Nike Air Force 1 mereka(tapi saya husnudzon itu KW super sih :D), adu pakaian branded mereka, yang penting ga perlu adu banyak-banyakan mantan saja lah ya(eh.).


Okelah, kita berikan toleran dan applause sama model-model yang sebagian memperkenalkan gaya hijab model terkini dan memperkenalkan busana muslim lainnya, mungkin dengan ini, banyak orang termotivasi untuk make busana muslim  dengan tetap mengikuti trend saat ini, lah ini yang repot itu model-model yang pake pakaian “you can see”(kalian paham sendiri lah ya) itu, dan parahnya lagi kebanyakan dari mereka itu EMAK-EMAK LHO! Yang notabene mereka sudah punya suami!(ga malu dilihat suami bu?:( )


Nah, kita sebagai santri tentu saja harus menanggapi event-event seperti ini dengan bijak, okelah, event-event  seperti ini mungkin saja ada manfaatnya(seperti yang saya sebutkan sebelumnya), boleh-boleh saja kita ikut nonton(tapi jangan liat yang “you can see” itu yah :D)tapi kayaknya ya, lebih banyak mudhorotnya ga sih? Karena itulah, alangkah patutnya, kita menghindari event seperti ini, dan mengingkarinya dengan segala kemampuan kita.Kalo dengan nasihat atau tindakan tidak memungkinkan, minimal kita harus(FARDHU AIN.)mengingkarinya dalam hati, dan ini adalah paling lemahnya iman.


Zaman sekarang, semuanya seperti diputar balikkan, dulu ketika kita melakukan maksiat, dan perbuatan yang dianggap masyarakat jelek aja malunya minta ampun(apalagi ketahuan temen buat puisi cinta untuk si doi :D).Nah sekarang? Semua hal itu dianggap biasa-biasa saja, make ”you can see” ditempat umum dilombakan, orang tak punya pacar dianggep jones, sedangkan kita yang santri, kemana-mana pake sarung, ke mall pake sarung, nongki sama temen pake sarung, makan pake tangan, malah dianggap jadoel, nggak ikut trend, kudet, aneh dan pandangan-pandangan yang tak mengenakan lainnya.Pasti teman-teman pernah merasakannya bukan?


Ada kisah menarik dan memotivasi yang berkaitan dengan makan pake tangan.Suatu saat Hasan Al-Banna(pendiri ikhwanul muslimin) sedang makan di sebuah resto mewah di Perancis dan beliau makan langsung menggunakan tangan, alhasil, semua orang di resto itu memandang sinis beliau, beliau juga merasakan hal itu dan berkata “Aku makan dengan tanganku sendiri, aku pegang makananku sendiri dan kumasukkan ke mulutku sendiri, sedangkan kalian makan dengan garpu dan sendok, sudah berapa kali itu masuk ke mulut-mulut orang?”.Para bule-bule itu terdiam.SKAKMAT!

Pada akhirnya, zaman yang diprediksi oleh Rasulullah akhirnya terjadi “Akan datang suatu masa atas umatku, dimana orang yang memegang kuat keimanannya, bagaikan memegang bara api yang membara”.

Ya, itulah zaman ini.Kita para santri dianggap aneh karena kemana-mana pake sarung,(tak kasih nota harga sarung saya pingsan kalian :D) sedangkan orang yang melakukan maksiat terang-terangan dianggap biasa saja.


Akhir catatan, semoga Allah selalu memberikan pertolongan kepada kita dan menguatkan iman kita bak karang laut yang tak goyah dihantam gelombang, Aamiin Ya Robbal ‘Alamin.


 Oleh: M. Wafiqul Husna.




Saturday, July 30, 2022

Tahun Baru 1444 H

  Sungguh tak terasa satu tahun yang berisi 12 bulan, 52 minggu, 365 hari itu rasanya telah lewat begitu saja. Lebih parahnya lagi, semua terasa hanya sia-sia. Pertanyaan yang kerap terlintas dibenak orang-orang, ‘apasih yang sudah kuhasilkan, apasih yang sudah kudapatkan tahun ini?’

Nah, kegiatan akhir tahun 1443 Ponpes Al-Fattah berlokasi di ruang tamu ndalem. Sekitar jam lima lebih seperempat, para santri sudah duduk rapi. Lalu, Gus Aniq dan beberapa vokalis memimpin para santri membaca amalan akhir tahun, dan dilanjutkan do’a akhir tahun milik Al-Habib Ali Al-Habsyi yang dibacakan oleh beliau, Agus H. Aniq Muhammad Makky, B.Sc. 

Lantas, Gus Aniq memberikan sedikit faidah-faidah di awal dan akhir tahun dan bagaimana tepatnya seorang santri menyikapi hadits dari share yang ternyata maudhu’ (palsu). 

“29 Dzulhijjah itu haulnya Sayyid Muhammad Ali ba Alawi Al -Faqih Muqoddam. Satu Muharam haulnya Syeikh Yasin Isa Al-Fadani.” Imbuh beliau. Lantas, menunggu tahun baru, para santri membaca Rotibul Haddad.

Adzan Maghrib berkumandang, tahun baru 1444 telah datang. Setelah sholat, seperti sebelumnya, para santri membaca amalan awal sanah yang dipimpin Gus Aniq dan beberapa vokalis pondok. Kemudian dilanjutkan dengan do’a awal tahun milik al-Habib Ali al-Habsyi.  Disambung amalan tahun baru berikutnya, Ittiba’ Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki, para santri meminum susu putih. Hal ini diharapkan supaya tahun ini menjadi bersih seperti susu putih.

Terakhir, sebelum sholat Isya’ para santri maulidan al-Barzanji.


    Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat di Facebook INSAF, Klik Disini

Tuesday, July 26, 2022

Harlah Majelis Anwarul Musthofa Kudus Bersama Al-Habib Muhammad Bin Husein Bin Anis Al-Habsyi





Kemarin, lebih tepatnya Ahad, 24 Juli 2022 M. Panitia mengadakan agenda yang sangat luar biasa yakni harlah majelis Anwarul Musthofa Kudus yang dihadiri oleh beliau sayyidil walid Al-Habib Muhammad bin



Husein bin Anis Al-Habsyi dan juga Al-Habib Abdurrahman Al-Jufri. Dengan serangkaian acara, yang diawali dengan pembacaan Rotibul Haddad dan Tartibul Fatihah. 

Dan kemudian memasuki acara inti yakni pembacaan maulid Simtudduror yang diikuti dengan ta’dzim dan penuh khidmat. Suasana di seluruh ruangan disulap menjadi luapan rindu akan sang rasul. Dengan ritme irama qasidah-qasidah dan alunan rebana yang meliuk-liuk bak ombak pantai yang sejuk dan menentramkan jiwa yang gundah gulana. 


Di penghujung acara, do’a penutup pun dibacakan oleh beliau Al-Habib Muhammad Al-Habsyi dan ditutup dengan untaian kalam hikmah yang menjelaskan tentang dua sosok manusia. 

Jadi dikatakan dalam kitab Al-Hikam karya Imam Abdullah bin Alawy Al-Haddad bahwa:

“وقال رضي الله عنه: العاقل الذي لاعلم له كرشيد الذي لامال له. والعالم الذي لا عقل له كصاحب المال الذي لا رشد له."

"Orang yang berakal (menggunakan akalnya) tapi dia tidak punya agama, maka dia seperti orang cakap dan pandai berdagang, namun dia tidak punya modal. Dan orang yang alim (pandai ilmu agama) namun dia tidak punya akal, maka dia ibarat seperti orang yang punya harta banyak namun dia tidak punya kemampuan untuk menggunakan hartanya tersebut. 


Jadi ada dua orang, yakni alim dan juga aqil. Ada orang itu aqil memang dia itu berakal (pintar), dia mungkin bijaksana, tapi ketika kepintarannya dia, kebijaksanaannya dia tidak ada rambu-rambu rel, yaitu syari’at. Maka kebijaksanaannya dia, kepintarannya dia akhirnya tidak ada nilainya, semuanya sia-sia, kenapa? Karena tidak punya ilmu. 

Kadang kala ada juga orang itu alim tapi tidak aqil mengerti kitab, mengerti Al-Qur’an, mengerti Hadist, tapi tidak aqil dia, akhirnya apa? Iya ilmunya dia akhirnya tidak bisa tersampaikan dengan bagus dan sia-sia. 

Contoh pertama aqil pintar dia segala ilmu mengerti tapi ketika dia tidak sholat maka akhirnya dia tidak punya tuntunan rohaniyah. Maka anda mau jadi apapun juga boleh, silahkan! Jadi pengacara silahkan, jadi dokter pun boleh. Tapi harus punya ilmu agama setidaknya ilmu yang anda tahu mana halal, mana haram. Ilmu yang anda dengan itu bisa punya keyakinan akidah yang betul, dan ilmu yang menjadikan anda juga punya sikap (Akhl
ak) yang terbaik. Masa katanya orang intelektual, terpelajar tapi tersinggungan.

    
Menurut ringkas penulis Al-Habib Muhammad berpesan kepada santri-santri Al-Fattah khususnya, semua santri pada umumnya akan dua hal yakni “Pantaskanlah dirimu untuk mendapat futuh dari Allah.” Dan “Korbankan semua demi ilmu”. 


Mungkin, itu sedikit yang bisa kami sampaikan. Untuk lebih banyaknya, bisa ditonton langsung di Facebook INSAF, Kik Disini

Thursday, July 21, 2022

Info Karya Santri di Seminar Kepenulisan

Info Karya Santri di Seminar Kepenulisan


                Pada tanggal 23 Juni yang lalu, ponpes Al – Fattah melaksanakan acara seminar kepenulisan. Ada banyak sekali tujuan yang diinginkan Gus Aniq dalam acara pertama dalam sejarah pondok itu. Salah satunya adalah, di dalam agama Islam, konsentrasi menulis memang ada. Walaupun nabi kita adalah Ummi, tidak bisa baca tulis, tapi umatnya disuruh untuk bisa baca dan nulis.

            Untuk lebih lengkapnya bisa dibuka dalam link di bawah ini ;

https://www.alfattahkudus.net/2022/06/pentingnya-semangat-menulis.html

            Atau bisa melihat videonya dari Facebook yang sebelumnya telah di live ;

https://www.facebook.com/alfattahkudus/videos/1063529670937468

            Nah, untuk memeriahkan acara tersebut, sang ketua panitia – Muhammad Yusrul Falah – membuatkan lomba menulis yang akan dinilai dari narasumber, dan mereka yang tiga besar akan diberi hadiah besar.

            Berikut adalah link untuk kumpulan karya santri untuk menyambut acara seminar ;

https://drive.google.com/drive/folders/1lP-kb-Z8QJyV-TGrYowjvMklyGlNfg5e

            Kemudian, dimulai lah acara seminar dengan diawali sambutan dari ketua panitia dan guru kami tercinta, Agus Aniq Muhammad Makki Bsc. Lantas, diteruskan narasumber pertama yaitu, Muhammad Hasan atau nama penanya, K-San. Terakhir, narasumber dari Demak, Owner Rembang Bicara menulis, Agus Ferhadz Ammar Muhammad MIP.

            Tapi, ternyata Ummi Muthi’ Imaroh yang juga mengikuti acara ini tidak berhenti memeriahkan acara. Di akhir, beliau mengumumkan untuk membuat lomba menulis sebagai follow up acara tersebut, plus yang paling bagus tiga akan diberi hadiah langsung dari Ummi. Maka, seminggu itu wuiihh…. Seluruh santri sangat bersemangat untuk membuat karya. Ada yang sampai ketiduran untuk mencari inspirasinya, ada yang membuat lebih dari satu, ada yang biasanya memilih takziran kini malah membuat sebaik mungkin, dan semangat menulis lainnya. Semua itu tak lain karena semangat ‘pentingnya menulis’ yang disampaikan Gus Aniq dan Ummi Muthi’ Imaroh yang ingin membaca karya karya santri.

            Nah, berikut adalah link karya santri sebagai follow up acara seminar ;

https://drive.google.com/drive/folders/1GJVZky3A1gk13CUiM8U5lkJFdm70z5Ku

 

           

 

Saturday, July 16, 2022

Hidup Enak Dengan Cara Mengikuti Jalan Salafus Sholih

Hidup Enak Dengan Cara Mengikuti Jalan Salafus Sholih

     Salafus Sholih, atau dalam arti gampangnya orang soleh terdahulu, pendahulu-pendahulu kita, guru guru kita, ulama, wali wali Allah yang memiliki siroh atau sejarah hidup yang sudah terbukti, lurus sesuai dengan Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad.

    Mereka para Salafus Sholih telah berusaha meninggalkan sebuah jalan atau thoriqoh bagi orang-orang setelahnya, dengan tujuan agar mereka orang orang setelahnya itu enak. Tinggal menguikuti langkah-langkah kaki mereka, gak perlu buat jalan lagi. Pokoknya Salafus Sholih yang mikirin dan kita tinggal ngikutin. Udah enak tho?!

            Ada yang bikin jalan sholawat, seperti Mbah Basyir Jekulo. Anak-anak keturunannnya atau murid-muridnya tinggal ngikutin jalan yang sudah beliau bangun. Ada juga yang membuat jalan Al-Qur’an, seperti Mbah Arwani. Tinggal murid-murid beliau ngikutin. Insya Allah selamat dunai akhirat. Wenak tho? Nggak perlu repot-repot buat jalan baru. Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi berkata;


من لا سلك في طريق اهله تهيّم وضاع فيا فروع النبي سيروا على الإتّباع خلّوا القدم بالقدم واحذر لابتداع

            "Barang siapa yng tidak mengikuti jalan keluarganya, maka dia bakal bingung (susah dan tesesat). Wahai keturunan Nabi (pecinta Nabi), ikutilah jalan yang udah dibuat leluhurmu".

            (Gimana caranya?) Taruhlah pijakan kakimu di atas pijakan kaki mereka, jangan buat jalan lain. Kenapa kita nggak disaranin buat jalan baru? Karena kalau kita buat jalan baru, belum tentu aman. Bisa kepeleset, keperosok, atau malah jatuh. Tapi, kalau jalan salafus sholih udah pasti aman, bahkan Habib Abdullah bin Muhsin Al-Atthos, Empang Bogor, pernah berkata,

الخير كله فى التباع السلف رضي الله عنهم

            Semua kebaikan itu ada pada jalan ngikutin salafus Sholih RadiyAllahu 'Anhum

            Semua kebaikan baik cara menuntut ilmum cara bersabar, cara bekerja / nyari cuan, semuanya udah dibuatin jalan oleh mereka, itu udah yang paling aman. Karena apa? Karena perbuatan, perkataan, dan keadaan mereka itu adalah hasil dari pengejawantahan, atau penerapan. Gampangane, pengamalan dari Al-Qur’an dan Sunnah Sunnah Nabi Muhammad.

Wallahu A’lam.

Oleh:Fiki Ishbahul Haq.

Thursday, July 14, 2022

Sirr Tashowuf

     Apa itu tashowwuf? Tashowwuf adalah berbuat baik dan mensifati diri dengan kandungan pesan illahi dan pesan Rasulullah dengan benar dan disertai penghayatan.


Sebelum mempelajari ilmu Tashowuf, kita harus tahu poin poin penting tujuan dalam memepelajari ilmu tashowuf. Ada lima poin penting dalam mempelajari ilmu tashowuf.

1)      Membersihkan hati

2)      Tujuannya hanya karena Allah

3)      Tidak merasa memiliki apa pun, hanya mempunyai Allah

4)      Agar di hati tertanam sifat rahmat dan mahabbah

5)      menghiasi diri dengan akhlak nabi

            Kalau sudah mengetahui tujuannya, kita masuk dalam bab pembahasan. Pembahasan tersebut berkaitan dengan hidayah. Hidayah adalah bisikan hati untuk berbuat kebaikan. Jika Hidayah sudah masuk ke hati, maka anggota tubuh akan semangat melakukan kebaikan. Penyebab penyebab munculnya hidayah :

1)      Ketika ada rasa takut kepada Allah

2)      Ketika diberi hibauan fadhilah

3)      ketika hati kita dibuat rindu (عند التشويق)

4)      Ketika memandang orang sholeh, atau kita dipandang orang sholeh

5)      Terkadang hidayah datang tanpa sebab

            Akan tetapi, yang paling kuat adalah empat poin yang lalu. yang tepenting yaitu jangan pernah berhenti berjalan kepada Allah. Jika sudah mendapat hidayah, maka lakukan tiga hal :

1)      Perbanyak lah berdzikir

2)      Duduk lah dengan orang sholih dalam satu majlis

3)      setelah itu kuatkan, istiqomah kan

            Kalau sudah mendapatkan hidayah, maka kita harus bertaubat kepada Allah dengan cara menyesali dosa yang telah kita perbuat., menajuhkan badan dari kemaksiatan, berjanji tidak akan mengulangi dosa atau maksiat lagi, dan yang terakhir membersihkan hati dengan cara berdzikir kepada Allah dengan cara bersholawat kepada rasulullah dan amal amal baik lainnya.

 

Oleh : Rafi Muhammad Ariq