Tuesday, November 13, 2018

Kunjungan Muhibbah Habib Bidin part III



WAWANCARA DENGAN HABIB ALI ZAINAL ABIDIN ASSEGAF

  1. Di pondok pesantren putra alfattah inikan lebih mengedepankan khidmah dan mahabbah dari pada ilmu, menurut pandangan habib bagaimana? 

Menurut saya , hal itu melanjutkan misi rosulullah , rosulullah sendiri di utus di dunia ini
  إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَا مَكَارِمَ الْأَخْلَاق  , sebelum kita memiliki ilmu , pondasi ertama adalah harus memiliki adab , supaya jika berilmu tetap di bungkus dengan adab yang baik , supaya ilmu lebih bermanf aat dan barokah. Sama dengan misi di pondok ini khidmah di kedepankan , walupun ilmunya sedikit tapi insyaallah buahnya lebih bermanfaat, ketimbang yang mengutamakan ilmu dulu baru adab . terjawab dengan situasi zaman sekarang , orang berlimu semakin banyak tapi yang memberikan manfaat semakin sedikit. Berlimu,yang alim alim banyak, tapi yang memberikan manfaat semakin sedikit karena tidak ada adab, karna mereka tidak mengambil buahnya khidmanh kepada guru dan pesantren .

  1. Lalu, pandangan habib mengenai jalan pikiran pondok pesantren putra alfattah yang seperti itu bagaimana di era milenial?

Orang pinter belum tentu bener Kalau tidak memakai adab , tapi orang bener insyaallah banyak pintere. Lebih baik benerke orang dari pada minterke orang . maka dari itu habib luthfi itu kalau ada tamu terus orang tuanya minta do’a “bah nyuwun putro lan putri kulo dados tiang pinter”tidak , tapi “tak dongakno dadi wong kang  bener” jadi yang sekarang di cari itu itu manfaat , bukan masalah pinter , kalau ilmu ada sekolahannya  tapi kalau adab ada sekolahannya tapi belum tentu memiliki adab . makanya sekarang banyak pesantren yang  di utamakan adalah ilmu akhlaq . ilmu adab insyaallah ilmunya minalkatutin.

  1. Bagaimana adab kita terhadap kanjeng nabi pada zaman sekarang ?

Terjawab dengan العُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاء, kita tidak mengikuti zaman nabi , tapi nabi ngasih tinggalan 2 yaitu:
-al qur an
 -ahlul bait(anak , cucu nabi dan Para ulama’ yang mewarisi ilmu Nya nabi )   
أَدِّبُوا أولادَكم على ثلاثِ خِصَالٍ : حُبُّ نبيِّكم ، وحُبُّ أهلِ بيتِه ، وقراءةُ القرآنِ 
tapi qiroatul quran di nomor tigakan , karena kalau hanya berlimu , pinter thok, langsung ke al qur an tanpa mempelajai adab ke nabi ,menerjemah al quran nyasar. Hubbub nabiyyikum yang pertama , inilah gunanya kenapa di gelas sholawatan di mana mana , maulidinnabi setiap hari , akhlaqnya nabi harus di pelajari, kenapa? , biar kalau pinter tetap bener nganggo adabe kanjeng nabi , menafsirkan al qur an tanpa mengetahui riwayat nabi , nyasar, menafsirkan al qur an  tanpa mengenal keluarga nabi, nyasar, kerena ,أنامدينة العلم وعليّ بابها , mau nyampai kotanya ilmu harus lewat pintunya , sayyidina ali bin abi tholib , tidak ketemu sayyidina ali , lewat turunnya   sayyidina ali ,dalam catatan,yang betul betul min ahlissunnah waljamaah , yang betul betul ikut salafunassholih, yang betul betul mengikuti salafnya fadhil mugoddam , yang betul betul mengikuti salafnya habib Abdullah al haddad, yang betul betul mengikuti salafnya habib adurrahman segaf, sampai pada ibnu ‘ali zainal abiding bin Muhammad bin baqir ja’far shodiq sampai pada hasan Husain itu catatannya. Rahasia knp nabi mengasih qiroatul quran terakhir itu gunanya supaya menafsirkn quran biar peto, genah, ben jelas, haru pakai adabnya Nabi Muhammad saw.

  1. Pesan-pesan untuk santri Al-Fattah
“Mondok jangan cita2 jadi kyai, tapi jadi orang benar. Mondok diniatkan birrul walidain / membahagiakan orang tua”.                                                             

Sunday, November 4, 2018

Kunjungan Muhibbah Habib Bidin Part II



Pentingnya Melestarikan Tradisi Pondok Pesanten Salaf




      Satu lagi yang kami serap dari lautan ilmu Beliau saat kunjungan muhibbah Beliau kemarin (26/10/2018) . Diantaranya adalah betapa pentingnya melestarikan tradisi-tradisi pondok salaf, karena menurut Beliau, model pendidikan yang ada di pondok pesantren salaf adalah yang paling komplet dan konkret untuk saat ini. Bahkan kalau pun kita sudah belajar ke luar negeri sekalipun, misal ke Arab Saudi, Mesir atau negeri-negeri Islam lainya, Beliau masih menganjurkan kita untuk mondok di pondok pesantren salaf terlebih dahulu, sebelum kita terjun ke masyarakat. Mengapa demikian? karena yang akan kita di hadapi dalam masyarakat adalah orang Indonesia, maka mau tidak mau kita harus memahami terlebih dahulu kultur masyarakat Indonesia, yang kebanyakan telah terminiatur dalam pondok pesantren salaf.
               Pendapat Beliau di atas juga di kuatkan oleh pengakuan salah seorang teman Beliau. Teman Beliau adalah seorang yang lahir Arab, besar di Arab, bahkan menyelesaikan pendidikan Strata Tiga (S3) nya disana. Teman Beliau tersebut mengatakan bahwasanya kalau mau mempelajari tentang Islam yang sesungguhnya, di Indonesialah tempatnya. Apa alasannya, karena ada satu hal yang tidak di ajarkan di sana namun sangat di kedepankan di Indonesia, apakah itu? menerima perbedaan. Indonesia dengan masyarakat multikulturalnya sangatlah bisa menerima perbedaan, hal inilah yang mendasari perkataan teman Beliau yang mengatakan tempat belajar Islam yang sesungguhnya adalah di Indonesia.
               Kalau orang yang hidup dan besar di Arab yang notabenenya adalah pusat peradaban Islam mengakui kalau Indonesialah tempat terbaik untuk belajar tentang Islam, sudah sepatutnya kita bangga, kita lestarikan, kita pertahankan tradisi tradisi kita,tentunya tanpa mengabaikan perkembangan yang ada.
“المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح”
memelihara tradisi lama yang baik mengambil hal baru yang lebih baik
Kita mengikuti arus agar tak tergerus, bukan malah tertelan arus.

Saturday, October 27, 2018

Kunjungan Muhibbah Habib Bidin Part I


Adab Kita Terhadap Ahlul Bait


 

           
            Pada saat kunjungan muhibbah habib Ali Zainal Abidin di Ponpes Al Fattah Kudus (26/10/2018), Beliau menekankan kepada kita semua tentang pentingnya agar menjaga adab kepada para Ahlul Bait Rasulullah . Beliau menuturkan bahwasanya kita sebagai orang awam wajib untuk menghormati para Ahlul Bait, hal ini dikarenakan  kemuliaan nasab yang tersambung kepada Rasulullah , menurut logika Beliau, apakah Rasulullah  sebagai kakek tidak tersinggung bila orang lain menghujat, melecehkan atau menjelek-jelekkan cucunya. Contohnya kita punya anak yang nakal,tentunya kitapun tidak mau jika anak kita di katakan nakal oleh orang lain, walaupun pada saat di rumah kita memarahinya karena kenakalannya tersebut, begitu pulalah sikap Rasulullah  kepada cucunya.
               Masih dalam permasalahan menghormati Ahlul Bait, Beliau mempunyai pengalaman menarik, saat Beliau pertama kali di beri amanat untuk menjadi imam sholat tarawih di gedung Kanzus Sholawat oleh Abah Luthfi, karena Abah Lutfhi menghendaki untuk sholat bersama orang orang kampung, Beliau meminta kepada Abah Luthfi agar lebih dulu menjadi imam supaya Beliau mengetahui bagamana sikap Abah Luthfi ketika menjadi imam, agar kemudian bisa Beliau ikuti. Abah Luthfi menjalankan sholatnya seperti biasa, namun ketika sampai rokaat ke Sembilan belas yang seharusnya membaca surat Al Lahab, tapi Abah Luthfi terlihat hanya diam saja , sehingga Beliau membaca tasbih beberapa kali sampai Beliau di senggol oleh jamaah disebelahnya. Dan saat selesai sholat, Beliau di timbali oleh Abah Luthfi.
“Kamu mengira aku lupa ya ?”. Tanya Abah Luthfi.
“Iya bah”. Jawab Beliau.
“Kamu tau apa yang di ceritakan oleh surat Al Lahab ?”. Tanya Abah Luthfi lagi.
“Iya bah, Tentang Abu Lahab yang di azab”. Jawab Beliau
“Abu Lahab itu siapanya Rasulullah ?”. Tanya Abah Luthfi kembali.
“Pamanya Rasulullah Abah”. Jawab Beliau.
“Lah itu, Abu Lahab kan pamannya Rasulullah, masak saya keraskan cerita mengenai azabnya”. Terang Abah Luthfi kepada Beliau.
               Dan ternyata itulah yang menjadi alasan Abah Luthfi sehinggah Abah Luthfi membaca dengan lirih saat sampai surat Al Lahab yaitu untuk menghormati Rasulullah  , karena hubungan kekerabatan yang di miliki oleh Abu Lahab dengan Rasulullah  , Abah Luthfi tidak berani untuk membacanya dengan keras karena takut menyingung perasaan Rasulullah  .
               Melihat contoh yang di berikan oleh Abah Luthfi, Wajib bagi kita sebagai santri untuk menghormati semua Ahlul Bait, terlepas dari apapun yang terjadi, karena Abah Luthfi saja menghormati Abu Lahab walaupun notabenenya adalah seorang kafir, Abah Luthfi tetap menghormatinya karena hubungan kekerabatan Abu Lahab dengan Rasulullah  .




Monday, October 22, 2018

REPUBLIK SANTRI, sebuah negeri di alam mimpi


REPUBLIK SANTRI
Karya: M.S.R.

taked by: El-hazz
Republik santri
Sebuah negeri dimana hak kebebasan merata
Sebuah negeri dimana kemakmuran merajalela
Sebuah negeri dimana keamanan tertata

Republik santri
Tempat dimana semua orang wajib bahagia
Tempat dimana semua orang makruh merana
Tempat dimana semua orang sunnah tertawa

Republik santri
Negeri dimana semua impian dapat digenggam
Negeri dimana semua harapan dapat terealisasikan
Negeri dimana semua doa dapat dikabulkan

Di republik santri
Orang miskin disekolahkan
Janda diberi perkerjaan
Jomblo diberi hiburan

Di republik santri
Segelas susu diperbolehkan
Sebotol bir diharamkan
Secangkir kopi dianjurkan

Di republik santri
Segala bentuk kejahatan dihapuskan
Segala bentuk penistaan dihilangkan
Segala bentuk kedholiman dimusnahkan

Inilah republik santri
Negeri yang bebas dari suap-suapan
Negeri yang bebas dari mabuk-mabukan
Negeri yang bebas dari maki-makian

Inilah republik santri
Dimana semua orang bebas beropini tanpa mencaci
Dimana semua orang bebas berkreasi tanpa korelasi
Dimana semua orang bebas pergi tanpa harus kembali

Inilah republik santri
Negeri dimana semua orang dihormati
Negeri  dimana semua kalangan dihargai
Negeri  dimana semua aturan ditaati

Selamat datang di republik santri
Sebuah negeri di alam mimpi
Tempat bagi orang-orang yang kenyang akan opini
Haus akan bukti, muak akan basa-basi

Friday, September 28, 2018

Haul Kangjeng Sunan Kudus 1440 H.



Pengajian Buka Luwur Kangjeng  Sunan Kudus 1440 H.


Ringkasan Mauidloh Hasanah Habib Umar Muthohhar pada Buka Luwur Kangjeng  Sunan Kudus 1440 H.

Gambar terkait·       لا يُزار الوالي الا بإّذنه: seorang wali tidak dapat diziarohi kecuali mendapat idzin dari Beliau, jika diizini maka akan disuguhi sebagaimana tamu dan suguhannya adalah berkah.
·       “Wali iku بشر menuso kados kito.” Sehingga lebih mudah ditemui karena memiliki kebiasaan yang sama.
·       Menurut Imam Haddad, Wali jika diziarahi akan duduk bersila (متربعا) dan mengamini do’a yang ziarah, semakin cepat memenuhi panggilan Allah maka semakin cepat diijabahi.
·       Wa Fil Hadits, orang yang menjawab adzan lalu berdo’a maka akan haq baginya syafa’at beliau Nabi. Dan langsung melakukan sholat tanpa menunda dan ba’da sholat tiada lupa wiridan.
·       Pesan beliau kepada kita : Jika menjadi imam sholat rawatib, disiapkan “wiridanne” dan diucapkan dengan keras untuk mengajari makmum.
·       Sering Ziarah mengikuti majlis ta’lim dan pengajian – pengajian semuanya adalah barokah.
·       Suatu hari, ada anak muda yang bertanya pada Beliau Rasul “Ya Rasul, Adik saya sering ikut majlis anda, sedangkan saya disini kerja keras banting tulang. Bagaimana menurut anda ya Rasul ? ” jawaban Rasul, “benar, tapi hatimu pada adikmu tidak boleh begitu, adikmu mengaji membawa barokah sehingga pekerjaanmu akan dilapangkan karena barokah adikmu (فلعلّك تُرزق به)
Hasil gambar untuk buka luwur sunan kudus 2018·       Berkah majlis sholihin bukan hanya diperoleh jama’ah yang datang. Akan tetapi juga tempat yang digunakan dan semua hal yang berkaitan dengan majlis tersebut dan para jama’ahnya tanpa terkecuali seperti urusannya akan dimudahkan, suatu urusan dapat dimudahkan mungkin bukan karena do’a kita tetapi berkat do’a dan tirakat orang terdahulu dan bisa jadi barokah majlis sholihin, ziarah dan lainnya.
·       Di ijabahi ne Do’a ne Nabi Allah Ibrahim ربّ هب لي من الصالحين tembus neng nabi Isma’il dalam rentang waktu 300 tahun, maka jangan sombong dengan apa yang kamu punya dan putus asa dalam berdo’a.
·       Sayyid Hasan As Syadzili bersabda :
1.       Barang siap yang membaca hidzib – hidzib ku, maka baginya apa yang di inginkan,
2.       Jangan kau ajak kaki melangkah ke tempat tidak pasti tempat itu ada ridho Allah (lumpuh yang sesungguhnya, bukan penyakit yang kita ketahui, tetapi kaki lumpuh adalah kaki yang sulit melangkah menuju kebaikan dan majlis – majlis sholihin, jika lumpuhnya karena penyakit dan diterima dengan  penuh kesabaran, maka akan berbuah pahala dan barokah)
3.       Jangan pernah duduk di tempat yang disitu ada maksiat (duduklah dengan para ulama, dengan sangat dekat hingga lututmu bertemu dengan lututnya. Karena Allah akan menghidupkan hati dengan dzikir dan cerita-cerita para Wali).
·       Dalam masalah agama jangan ikut yang baru, tetapi yang ikut yang lainnya harus mengikuti zaman.
·       Nabi pernah bersabda, agar tidak meremehkan tidurnya berkasur tanah dan berselimut angin, karena orang tersebut jika mengankat tangan berdo’a kepada Allah, langit akan terbuka dan diijabah.
·       Sholat yang “nggenah” (bagus) akan melahirkan pada tubuh yang ditolak dari kejelekkan (تنهى عن الفحشاء والمنكر)
Gambar terkait·       Imam Syadzili didatangi para Ulama’, begitu datang para ulama beliau bertanya, “apakah kalian sudah sholat ?” lantas mereka bukannya menjawab iya atau tidak melainkan malah meresponnya dengan marah-marah. Tetapi imam Syadzili dengan senyuman “jika kalian sudah sholat, tidak mungkin kalian menjawab dengan marah-marah dan datang kesini dengan niat jelek”
·       Imam Syadzili bersabda “carilah teman yang benar-benar baik, dan untuk teman yang lainnya cukup ditemani dengan biasa tidak perlu akrab”.
Saling menghormati adalah kunci hidup apapun perbedaannya akan sirna jika kita hormat dan tidak egois dalam pendapat pribadi.

LPJ pengurus masa khidmah 1438-1439 H. dan Pelantikan pengurus baru



 ACARA LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN PENGURUS

PONPES AL FATTAH KUDUS

Acara tersebut di mulai ba’da isya’ yang di rawuhi oleh Romo KH. Ahmadi Abdul Fattah, Agus H. Aniq Muhammad Makki, ustadz Ahmad Asrori , Para Pembina, Dan para santri ponpes al Fattah. Saudara Ahmad Minhajul Akrom ,yang bertugas sebagai pembawa acara membacakan susunan acara dengan acara , acara yang pertama adalah pembacaan Iftitah bil Fatihah yang di pimpin oleh Ustadz M Fatih Maulana , Setelah itu acara yang kedua pembacaan materi sidang dan lain-lain yang di bacaakan oleh Ketua pondok masa khidmah 1438-1439 H , Yaitu M Rizki Fadlillah , Selesai pembacaan materi sidang dan lain-lain di lanjutkan pengesahan laporan pertanggung jawaban oleh Romo KH. Ahmadi Abdul Fattah dan Agus H Aniq Muhammad Makki, Selama acara berlangsung para peserta sidang mengikuti dengan khidmah. Setelah selesai di lanjutkan dengan pembubaran kepengurusan lama masa khidmah 1438-1439 H oleh Ustadz Ahmad Asrori , Selanjutnya yaitu sidang reformasi kepengurusan baru masa khidmah 1439-1440 H dengan agenda :
1.    Pembacan dan penandatanganan surat keputusan bersama oleh Ustadz Muhammad Al Hasib Himthoya
2.    Pembacaan susunan kepengurusan ponpes putra Al Fattah masa khidmah 1439-1440 H oleh Ustadz M Fatih Maulana
3.    Pembaiatan kepengurusan baru masa khidmah 1439-1440 H oleh Beliau Agus H Aniq Muhammad Makki , dan setelah itu seserahan kaligrafi oleh ketua lama kepada ketua baru
4.    Pembacaan dan penandatangan berita acara oleh Ustadz Abdurrahman Annaji
5.    Mauidhoh hasanah serta do’a oleh beliau Romo KH. Ahmadi Abdul Fattah
Acara laporan pertanggung jawaban selesai sekitar jam 21.30.
Adapun susunan kepengurusannya sebagai berikut,
1.    Pengurus Harian :
Ø Ketua       : Rohman Syukrul Ghoni
Ø Sekretaris : Muhammad Jihad Nur Alim
Ø Bendahara :
o  Iman Nioka Rida Ardianto
o  Muhammad Hasan
2.    Departemen – Departemen
Ø Departemen Kebersihan :
o  Aghisni Faizal Hanafi (Koordinator)
o  Ahmad Khoerun Naim
o  Mala’il A’la Ahmada
Ø Departemen Pendidikan :
o  M. Misbahul Arif (Koordinator)
o  Muhammad Ataya Akbarunnaja
Ø Departemen Litbang :
o  Muhammad Iqbal Khauri (Koordinator)
o  Muhammad Minhajul Akrom
Ø Departemen Humas :
o  Muhammad Rangga Al Agni (Koordinator)
o  Sofwan Arif Setiawan
Ø Departemen Kesehatan :
o  Gigih Wasono Adi (Koordinator)
o  Ahmad Ulin Wildan H.R.N.
Ø Departemen Keamanan :
o  Akbar Adib Syifauddin (Koordinator)
o  Ahmad Atho’illah

Dan beberapa waktu lalu, atas nama saudara M. Misbahul Arif sebagai koordinator departemen pendidikan dibebastugaskan dan digantikan oleh saudara Gigih Wasono Adi sebagai koordinator, dan saudara Ahmad Ulin Wildan H.R.N. dinaikkan jabatannya sebagai koordinator  departemen kesehatan, dan untuk mengisi kekosongan departemen kesehatan maka dilantiklah saudara M.Fardan Abid.



Dan berikut ringkasan pesan Abuya kepada para pengurus dan santri lainnya:
·       Manusia di ciptakan untuk selalu bersama-sama untuk memudahkan memenuhi kebutuhan hidup  karena sulit jika sendiri sendiri, seperti layaknya padi ,yang harus melalui proses panjang untuk bisa jadi beras .
·       Sayyidina umar bin khottob : لا  اسلام الا بجماعة لا جماعة الا بعمارة                        “islam tidak akan tersebar tanpa organisasi, organisasi tidak akan jalan tanpa yang mengurusi / peraturan, peraturan tidak akan jalan tanpa ditaati”
·       Pemimpin di masa kini adalah pemimpin di masa depan
·       Menjadi pengurus merupakan training dalam segala hal dalam berbicara, berperilaku, dan mengambil keputusan, sedangkan yang diurus bermacam macam, berfariatif, ada yang anak kyai, ank bos, anak sederhana, ana penurut, ada yang sedang sedang (banyak tertibnya kadang melanggar)
·       Menjadi pengurus merupakan kesempatan emas untuk berkhidmah kepada kyainya, jika ikhlas mencari ridho allah, maka akan menjadi pahala yang besar
·       Menjadi pengurus : penuh tanggung jawab, ditaati, dan berwibawa, dan jadi suri tauladan yang baik
·       Taaati pengurus dan dukung pengurus,untuk menciptakan suasana gotong royong “كن اماما مطاعا اومأ موما مطيعا ولا تكن ثالثا”   
·        سيد القوم خا دمهم “pemimpin kaum dalah pelayannya”
·   Jadilah kamu pemimpin yang ditaati dan pengikut yang mentaati
·   Nabi Muhammad SAW : Tidak akan merugi orang yang mau bermusyawarah dan tidakakan menyesal orang yang mau istikhoroh
·   Jadikanlah waktumu untuk belajar di madrasah, pondok pesantren, dan berkhidmah insyaallah akan dapat ilmu barakah, manfaat dan ridho guru


Thursday, September 27, 2018

Haul Mbah Sunan Muria

Muqoddaman dalam Rangka memperingati Haul Mbah Sunan Muria 
(Raden Umar Said)

Pada malam 15 Muharram 1440 H, Santri Ponpes Al Fattah di amanati untuk muqoddaman dalam rangka menghormati haul Sunan Muria (Raden Umar Said). Dari sore para santri dibimbing oleh Agus H.Aniq Muhammad Makki untuk berniat hadir di haul Sunan Muria, acaranya mulai ba'da maghrib di aula ponpes Al Fattah yang dipimpin oleh Ustadz Maulana dan dilanjutkan Muqoddaman Al Qur'an oleh santri-santri yang ditugaskan dan sebagian yang lain diberi amanah untuk membaca Sholawat Burdah, semua santri mengikuti acara tersebut dengan khidmah dan khusyuk, Santri yang telah selesai membaca Burdah disambung membaca sholawat bersama-sama berulang kali sembari menunggu santri yang belum selesai membaca Al Qur'an, selanjutnya bersama-sama santri melakukan tahlil biqodril imkan. yang dipimpin oleh Saudara Muhammad Rizqi Fadhlillah, dilanjut do'a khotmil Qur'an oleh Ustadz Muhammad Fatih Maulana.
Usai Do'a Khotmil Qur'an, bersama-sama para santri membaca do'a penutup pada sholawat burdah yang mana mulai pada bait,

يَا أَكْرَمَ الْخَلْقِ مَا لِيْ مَنْ أَلُوْذُ بِهِ * سِوَاكَ عِنْدَ حُلُوْلِ الْحَادِثِ الْعَمِمِ

وَلَنْ يَضِيْقَ رَسُوْلَ اللهِ جَاهُكَ بِيْ * اِذَا الْكَرِيْمُ تَجَلَّى بِاسْمِ مُنْتَقِمِ

فَإِنَّ مِنْ جُوْدِكَ الدُّنْيَا وَضَرَّتَهَا * وَمِنْ عُلُوْمِكَ عِلْمَ اللَّوْحِ وَالْقَلَمِ

يَا نَفْسُ لَا تَقْنَطِيْ مِنْ زَلَّةٍ عَظُمَتْ * اِنَّ الْكَبَائِرَ فِي الْغُفْرَانِ كَالَّلمَمِ

لَعَلَّ رَحْمَةَ رَبِّيْ حِيْنَ يَقْسِمُهَا * تَأْتِيْ عَلَى حَسَبِ الْعِصْيَانِ فِي الْقِسَمِ

يَا رَبِّ وَاجْعَلْ رَجَائِيْ غَيْرَ مُنْعَكِسٍ * لَدَيْكَ وَاجْعَلْ حِسَابِيْ غَيْرَ مُنْخَرِمِ

وَالْطُفْ بِعَبْدِكَ فِي الدَّارَيْنِ اِنَّ لَهُ * صَبْرًا مَتَى تَدْعُهُ الْأَهْوَالُ يَنْهَزِمِ

وَائْذَنْ لِسُحْبِ صَلَاةٍ مِنْكَ دَائِمَةٍ * عَلَى النَّبِيِّ بِمُنْهَلٍّ وَمُنْسَجِمِ

وَالْآلِ وَالصَّحْبِ ثُمَّ التَّابِعِيْنَ فَهُمْ * أَهْلُ التُّقَى وَالنَّقَى وَالْحِلْمِ وَالْكَرَمِ

مَا رَنَّحَتْ عَذَبَاتِ الْبَانِ رِيْحُ صَبَا * وَأَطْرَبَ الْعِيْسَ حَادِي الْعِيْسِ بِالنَّغَمِ

ثُمَّ الرِّضَا عَنْ أَبِيْ بَكْرٍ وَعَنْ عُمَرٍ * وَعَنْ عَلِيٍّ وَعَنْ عُثْمَانَ ذِي الْكَرَمِ

وَاغْفِرْ إِلَهِيْ لِكُلِّ الْمُسْلِمِيْنَ بِمَا * يَتْلُوْهُ فِي الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى وَفِي الْحَرَمِ

بِجَاهِ مَنْ بَيْتُهُ فِيْ طَيْبَةٍ حَرَمٌ * وَاِسْمُهُ قَسَمٌ مِنْ أَعْظَمِ الْقَسَمِ

وَهَذِهِ بُرْدَةُ الْمُخْتَارِ قَدْ خُتِمَتْ * وَالْحَمْدُ لِلهِ فِيْ بَدْءٍ وَفِيْ خَتَمِ

أَبْيَاتُهَا قَدْ أَتَتْ سِتِّيْنَ مَعْ مِائَةٍ * فَرِّجْ بِهَا كَرْبَنَا يَا وَاسِعَ الْكَرَمِ


Acara selesai menjelang isya'. Lantas acara paripurna maka semua santri kembali melanjutkan kegiatan agenda seperti biasanya yakni adalah Sholat Isya' berjama'ah, dengan Abuya.