Friday, May 15, 2026

Part 1 | Maid



 “PYARR!!…”

Terdengar suara benda pecah di lantai dua rumah Sigit. Sang pembantu yang baru terbangun pun bergegas naik ke atas untuk mengecek asal-usul suara tersebut. Jarang sekali ada penghuni rumah yang masih terjaga pada pukul dua malam seperti ini.

TOK.. TOK.. TOK..

Nang, ada apa di dalam sana?”

Hening, tak ada jawaban. Si Mbok pun berinisiatif untuk mengetuk sekali lagi.

TOK.. TOK.. TOK…

Tetap saja hening. Tidak ada yang menjawab. Karena khawatir. Akhirnya Mbok Tun memutuskan masuk ke dalam kamar Pramono.

Nang, Mbok ijin masuk ya…”

Cklek..

Terdengar suara pintu yang dibuka. Mbok pun masuk ke kamar Pramono. Sepi, tidak ada suara, hanya menyisakan pigura keluarga Sigit yang terjatuh dan jendela yang terbuka, mempersilahkan dinginnya angin malam untuk masuk ke kamar Pramono.

“Astaga!? Mengapa benda ini bisa ada di sini? Ini juga, pasti Pramono lupa menutup jendela.”

Sambil melihat Pramono yang tertidur di kasur, Mbok Tun pun merapikan pecahan kaca pigura yang berserakan di dekat kasur Pramono dan tak lupa menutup jendela yang sedari tadi terbuka.

“Haduhh… Anak-anak jaman sekarang, nutup jendela aja malasnya ga karuan,” gerutu Mbok Tun sembari menutup jendela.

Mbok Tun pun keluar dari kamar Pramono. Belum genap delapan langkah Mbok Tun berjalan—

Cklek..

Suara jendela yang kembali terbuka.

“Nang, kamu sudah bangun?” seru Mbok Tun.

Senyap, tak ada jawaban. Mbok Tun berbalik arah kembali ke kamar Pramono, melihat ke arah jendela yang tadi tertutup dan sekarang terbuka kembali.

“Lho? Kok jendelanya kebuka lagi?!”

Tanpa berpikiran negatif, Mbok Tun pun segera menutupnya kembali. Lantas keluar dari kamar Pramono. Belum sampai Mbok Tun menutup pintu, tiba-tiba—

BLARR!!

Jendela itu tiba-tiba terbanting sangat keras, hingga membuat kacanya pecah dan membangunkan Pramono.

“Ya Tuhan! Apa itu!? Mbok, apa itu Mbok? Suara apa tadi, Mbok?!”

Seru Pramono yang terbangun karena saking kerasnya suara tadi.

“Entahlah Nang. Mungkin sebentar lagi akan datang badai besar.”

“Besok Mbok panggilin tukang buat benerin jendelamu yang pecah. Sekarang kamu tidur aja dulu. Ini Mbok bersihin dulu pecahan kacanya biar nggak kena kamu.”

“Oh iya Mbok. Makasih ya Mbok,” balas Pramono sambil tersenyum kecil.

Lanjut part 2 ygy :)

Oleh: Nizar


Latest
Next Post

0 comments: