Sunday, March 31, 2024

Siapkan Sebelum Disergap

     Kita tahu bahwa jihad itu bukan hanya sekedar bom bunuh diri, tapi jihad itu harus ada yang disiapkan baik secara materi atau maknawi. Jangan sampai kita diserang dulu tanpa adanya persiapan, karena yang namanya perang itu harus ada strategi yang disiapkan agar perang bisa menang. Terus mengapa negara harus dipertahankan? bukan agama?. Karena negara itu perangkat yang mengamankan agama kita sebab tidak semua orang dapat melakukan ibadah dengan aman seperti kaum muslimin yang minoritas di suatu negara. Berbeda di Indonesia semua orang boleh melakukan ibadah sesuai yang diyakininya asalkan disahkan oleh negara. Maka walaupun kita tidak diserang alangkah baiknya kita mempersiapkannya terlebih dahulu. Seperti dalam Al qur’an dikatakan surat Al Anfal ayat 60 : 

وَأَعِدُّوا۟ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ

Artinya: 

 Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu.


Diantara persiapan - persiapannya adalah : 

  1. Membuat senjata - senjata perang yang membuat musuh takut. mengapa kok harus membuat senjata yang membuat musuh takut? karena ketika musuh melihat kita mempunyai kekuatan yang hebat seperti memiliki senjata yang hanya satu sentuhan dapat memusnahkan negara maka musuh akan menjadi takut untuk menyerangnya. 

  2. Mempersiapkan tentara yang kuat fisiknya, jiwanya, dan pikirannya. Tentara itu harus cerdas dan mempunyai standar sebab tentara itu harus sigap dan tidak lengah dalam hal apapun.

  3. Membangun ekonomi negara yang mana ekonominya lengkap dan mampu membangun ekonomi bangsa. Maka kalau memang negara kita mampu untuk membuat barang produksi sendiri maka jangan sampai impor, lebih - lebih kalau bisa ekspor. Karena ketika suatu negara itu ekonominya rendah / hancur maka akan mudah diserang 

  4. Menciptakan generasi - generasi penerus yang bukan hanya pintar masalah agama (karena pintar masalah agama adalah wajib) tapi juga memiliki ilmu - ilmu baru seperti : sains, teknologi, alat tempur, dan semua ilmu yang dibutuhkan untuk mempertahankan keutuhan dan persatuan negara. karena jangan sampai pemuda kita tidak peduli dengan bangsa dan negara, sebab mereka akan menjadi penerus bagi generasi tua untuk mengembangkan bangsa dan negara ini.

  5. Mempunyai kesadaran bahwa pentingnya kesehatan. Maka termasuk menjaga pertahanan adalah mencetak dokter - dokter yang hebat dan membuat rumah sakit yang canggih. Jangan sampai kita berobat keluar negeri gara - gara di Indonesia tidak ada obatnya.

  6. Mempersiapkan semua sisi yang menyangkut pertahanan bangsa dan negara seperti : pendidikan, budaya, adat istiadat, dan bahasa.


Oleh: Rois Shofil M.

Sunday, March 24, 2024

Manfaat Makan Buah Buahan

 


Siapa yang tidak suka makan buah? Mungkin dari kita masih banyak yang tidak begitu menyukai buah buahan. Masih menyepelekannya bahkan dibuang buang begitu saja. Padahal Allah SWT. menyiapkan makanan makanan di surga salah satunya adalah buah buahan. Firman Allah SWT Di dalam surah Al Waqiah ayat 20-21


وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوۡنَۙ (20) وَلَحۡمِ طَيۡرٍ مِّمَّا يَشۡتَهُوۡنَؕ‏ (21)

Artinya: 20. dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih, 21. dan daging burung apapun yang mereka inginkan.

Dalam firman Allah tersebut seharusnya kita bertanya tanya. Di ayat di atas kenapa Allah mendahulukan buah buahan mengalahkan daging dagingan dan begitu gencar mempromosikan buah buahan dari pada daging dagingan. Ternyata ilmu sains mengatakan, ketika kita mengkonsumsi buah buahan. Dan kita tau buah buahan itu memiliki kadar gula yang rendah tidak seperti makanan makanan yang lain. Sehingga jika kadar gula itu rendah, tubuh itu mudah untuk mencernanya dan mudah untuk diserap menjadi energi.

Maka salah satu hikmahnya, ketika kita sedang berbuka puasa janganlah memaksa tubuh ini untuk langsung memakan makanan yang berat dulu. Seperti nasi. Karena nasi itu agak sulit dicerna oleh lambung. Makanlah yang manis manis dulu seperti buah buahan. Dan setelah makan buah buahan langsung  minum air putih dan dilanjutkan sholat. Jangan langsung makan nasi, gorengan, atau makanan makanan berat lainnya karena itu salah satu penyebab diabetes dan asam urat. Jadi buah buahan itu sangat baik bagi tubuh. Bahkan orang orang yahudi mempunyai kebiasaan sebelum makan berat mereka makan buah buahan. Mereka lebih mengaplikasikan isi ayat ayat Al Qur’an di dalam kehidupan mereka. Apakah kita akan kalah dengan mereka?

Kemudian kita harus tahu, seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa orang orang yahudi sebelum memakan makanan berat mereka makan buah buahan terlebih dahulu. Itu ternyata ada sisi positifnya. Mempunyai faedah dan manfaat begitu banyak untuk tubuh. Yaitu:

  1. Dengan memakan buah buahan minimal minimal rasa lapar itu sudah mulai berkurang. sehingga, imbasnya apa? Ketika kita memakan makanan berat, itu kita tidak berlebihan saat memakannya. Maka salah satu cara agar kita tidak begitu banyak makan, yaitu dengan makan dulu buah buahan secukupnya. Karena itu akan menetralisir lapar kita. Sehingga ketika kita makan makanan yang berat itu tidak terlalu banyak. Lalu manfaatnya lagi yaitu, mengurangi kadar gula. Karena tubuh ini sebenarnya itu mempunya takaran yang setiap hari itu maksimal berapa gram daripada mengkonsumsi gula. Karena kelebihan gula akan menyebabkan menimbulkan penyakit diabetes. Maka dengan memakan buah buahan itu gulanya akan langsung diserap oleh tubuh dan langsung dijadikan energi. Tapi kalau kita memakan makanan berat dulu seperti nasi maka itu membutuhkan waktu untuk mencernanya. Dan waktu lamanya tubuh ini mencerna nasi yaitu kurang lebih sekitar 4 jam. Apalagi kita memakan makanan berat yang lainnya, maka lebih lama lagi tubuh akan mencernanya.

  2. Buah buahan yang kita makan itu mengandung gula yang mana kadar gulanya tidak tinggi. Justru kandungan gula yang di dalam buah buahan itu menjadikan Vili usus yang berada di tubuh kita itu bekerja dengan maksimal. Vili usus itu apa? Nah di dalam usus kecil kita, itu memiliki jaringan jaringan semacam rambut atau benang. Yang mana tugasnya ini adalah menyerap nutrisi dan gizi gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanya jika kita langsung makan makanan yang berat, usus itu akan kaget karena terlalu berat makanan yang masuk di dalam usus kecil. Akhirnya usus yang tidak bisa langsung untuk mencerna makanannya akan menjadikan kegemukan bagi orang.

  3. Intinya makan buah buahan sebelum makan makanan yang berat, faedahnya yang paling mencolok itu minimal rasa lapar kita itu bisa berkurang banyak. Nah dengan itu menjadikan ketika kita makan makanan yang berat itu tidak terlalu banyak dan bernafsu. Karena kebanyakan orang itu ketikan langsung makan makanan yang berat efek laparnya itu hilangnya lama. Tapi kalau kita makan buah buahan dulu, itu bisa dengan cepat buah itu diserap oleh tubuh dan dijadikannya energi sehingga rasa lapar itu bisa berkurang.  Jadi trik agar kita tidak begitu makan banyak, yaitu dengan cara makanlah buah buahan sebelum makan yang berat.

Nah dengan penjelasan diatas tentang faedah faedah dan manfaat memakan buah buahan. Ayolah kita memulai kehidupan kita dengan kehidupan yang sehat. karena dengan tubuh yang sehat Insya Allah ketika kita beribadah akan lebih khusyu’ dan lebih tenang sebab tubuh sehat dan segar tanpa ada penyakit yang mengganggu.


Oleh: Alifya

 


Thursday, March 21, 2024

Apakah Kita Sudah Membalas Cinta-Nya?



Perlu dicatat bahwa cinta Allah tidak dapat dipersamakan, dibandingkan, atau diukur dengan cinta manusia dalam kepastiannya. Allah dan cinta-Nya tidak dapat dilukiskan dengan pelukisan yang dilakukan oleh makhluk siapapun karena dia maha sempurna, sedangkan makhluk amat terbatas. Karena itu cinta Allah tidak mengandung makna kecenderungan hati sebagaimana cinta manusia. Sebab Allah "لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ"  (Tidak ada sesuatu yang sepertinya), yakni yang sepertinya saja tidak ada, apa lagi yang sama dengan Nya.

Namun, sebagai makhluk kita tidak boleh minder untuk mencintai Allah. Karena dengan segala kehendakNya kita masih bisa mencintaiNya. Walaupun cinta kita tidak bisa disamakan dengan cintanya Allah. Maka dari itu cinta kepada Allah tidak sesulit yang kita bayangkan. Bahkan disebutkan didalam kitab Miftahussa’adah

 “لأنّ الله قد أحَبَّنا مبدَئيًّا بواسع رحمته ومغفرته ”

Artinya : “Karena sesungguhnya cinta Allah kepada kita  lebih dulu dengan luasnya kasih sayang dan pengampunannya”.

 Dari perkataan tersebut kita bisa melihat betapa Allah sangat mencintai makhluknya, cuman kitanya saja yang kurang ajar. Salah satu bentuk cinta Allah kepada makhluknya yaitu kita bisa mendapatkan luasnya nikmat Allah yang diberikan kepada kita.

Sebelum kami tutup, disebutkan didalam kitab Dhou’ul Ma’ali Syarhil Bad’il Amali, dua bait karya imamuna As-syafi’i : 

تعصي الإله وأنت تظهر حبه * هذا محال في الفعال بديع

لو كان حبك صادقا لأطعته * إن المحب لمن يحب مطيع


Artinya: Kau mendurhakai Tuhan, lalu kau mengaku mencintai-Nya? ini sungguh perbuatan muhal dan aneh.  Jika memang kau jujur mencintai-Nya, pastilah kau patuh kepada-Nya karena pecinta selalu patuh kepada yang dicintainya. 

Maka dari itu, mulai sekarang latihlah diri kita ini untuk membalas cinta Allah dengan cara mengurangi maksiat kepada-Nya dan juga selalu patuh apa yang diperintahkan-Nya. Sekian.


Oleh: Rano


Sunday, March 3, 2024

Filosofi Futsal Pondok

 

Sebenarnya apa sih yang kalian tau tentang futsal? Mungkin yang ada dipikiran teman-teman pasti futsal itu hanya olahraga bola yang terdiri dari 5 orang per tim dan tim yang paling banyak mencetak gol adalah pemenangnya.Tapi kalau kita renungi sebentar tentang futsal ini, sebenarnya ada filosofinya loh. Ehh, gak percaya? Yuk kita ngobrol sebentar deh.

Olahraga yang terkenal dan rutin dilaksanakan seminggu sekali di pondok kita ini, sebenarnya memiliki banyak sekali nilai-nilai dan mungkin juga bisa berpotensi ibadah. Dengan catatan “Diniati dengan benar dan baik”. Nah seperti yang telah disampaikan Rasulullah bahwa, ِِإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّية : “Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya”. Maka futsal ini bisa kita niati untuk tujuan yang baik. Dan mungkin bernilai ibadah. Apa saja sih contohnya?


  1. Menyiapkan tubuh agar tetap sehat dan bugar untuk taat beribadah kepada Allah.

Dengan kegiatan yang sangat padat di pondok, tubuh juga perlu refreshing dan olahraga agar tetap sehat. Maka dari itu olahraga futsal merupakan solusi agar tubuh tetap bugar dan sehat, plus diniati agar tubuh bugar untuk taat fi tho’atillah

  1. Bernilai khidmah dan menyenangkan hati guru.

Saat futsal, Alhamdulillah guru kita semua, yakni Gus Aniq selalu menyertai kita. Nah ini merupakan salah satu lahan khidmah bagi kita kepada guru. Dengan cara masuk satu tim bersama Gus Aniq dan membantu beliau untuk menang dalam pertandingan, atau jika kita belum bisa menjadi satu tim dengan beliau, kita bisa menjadi tim lawan. Walaupun akhirnya tetap kalah sadis kita selalu bisa melihat senyuman beliau ketika berhasil membobol gawang kita. Dan tentu semua itu diniati untuk khidmah dan menyenangkan hati guru.


Nah mungkin itu beberapa filosofi tentang futsal pondok yang bisa saya tuliskan. Semoga dengan beberapa filosofi yang saya tuliskan tersebut kedepannya kita bisa lebih semangat dalam bermain futsal untuk bisa berkhidmah kepada guru yang kita cintai.


Oleh: M. Wafiqul Husna


Thursday, February 29, 2024

Jika Rasul Saja Kau Lupakan, Lalu Apa Yang Kau Harapkan?


Dengan pembelajaran dari para sahabat dalam orientasi keagamaan atas dasar didikan Rasulullah, yang kemudian diwariskan oleh salafus shalih menggiring kita kepada peradaban islam yang madani. Hingga seluruh dunia sadar dan mengakui bahwa suatu Hadloroh (peradaban) yang tidak ada tandingannya adalah islam.

Yang perlu menjadi bahan renungan di zaman akhir ini, banyak terjadi pergeseran yang signifikan dari ajaran salafunas shalih. Modernisasi melalaikan dari pembelajaran akhlaq dan kitab kuning, keduanya tergantikan oleh gadget dan internet. Percaya diri seorang muslim juga mulai pudar dan merasa malu menggunakan atribut yang islami, atau justru itu dianggap hanya suatu tradisi Arab, Sayyidina Umar bin Khattab berorasi:


نَحْنُ قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللهُ بِالاِسْلاَمِ فَمَنِ ابْتَغَى الْعِزَّةَ بِغَيْىرِهِ أَذَلَّهُ اللهُ

“Kita adalah kaum yang dimuliakan oleh Allah dengan islam, barangsiapa mencari kemuliaan selain islam maka Allah akan menghinakannya.”


Hal ini senada dengan firman Allah SWT:


وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ (٨٥)

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”


Merefleksikan kembali kesadaran umat untuk tetap percaya diri menjaga almamater islam dirasa sangat penting. Namun setelah semua tahu akan hal ini, mengapa masih banyak orang yang rela dengan segala kerendahan dan kerusakan!

Inilah akibat kebodohan. Al-Quran dan Hadits ada didepan kita tetapi tidak pernah kita baca apalagi kita amalkan, syariat fatwa sudah siap tetapi kita masih mengabaikannya. Lalu kita akan ikut siapa? dengan sistem yang bagaimana? dengan panutan yang seperti apa?

Persaudaraan, itulah yang terpenting. Ego dan kurangnya pengetahuan agama membuat kita menjadi orang orang yang taqlid buta. Mencari dalil-dalil, hujjah-hujjah yang tidak akurat untuk kepentingan pribadi semata.

Kebenaran akan hal diatas semakin nyata manakala kita melihat realita yang ada. Yakni banyak orang intelek yang melakukan korupsi, banyak orang intelek yang tidak bermoral, banyak orang yang selalu mengkaji ilmu agama, bahkan hafal Al-Quran justru hubungannya semakin jauh dengan Allah, bahkan menjadi kufur. Naudzubillah. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah ﷺ:


مَنِ ازْدَادَ عِلْمًا وَلَمْ يَزْدَدْ هُدَى لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللَّهِ إِلا بُعْدًا

“Barangsiapa bertambah ilmunya namun hidayahnya tidak bertambah, maka ia akan semakin jauh dari Allah.”


Sabda Rasul ﷺ ini sesuai dengan fakta saat ini, yakni banyak paham agama yang justru mengajak manusia menjauhkan diri dari Allah. Menghalalkan perkara haram seperti sentuhan pria dan wanita, mengharamkan yang dianjurkan Allah seperti ziarah kubur, zikir jamaah, shodaqoh dll.

Melihat fenomena itu, maka sudah saatnya para santri yang telah dibekali ilmu agama dan mengedepankan amaliyyah dalam mendekatkan diri kepada Allah untuk memberi suatu rumusan makna agama yang transparan, yang tidak dicampuri hawa nafsu, yang ditunjang dengan dalil-dalil yang akurat tanpa menyembunyikan kebenaran.


Tulisan seorang hamba, semoga Allah mengampuninya.


Sunday, February 25, 2024

Tidak Usah Over Thinking!!

 


Dalam hidup ini dapat dipastikan kita akan berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai kalangan dan keragaman. Akan tetapi tak semuanya akan menilai kita dengan penilaian yang sama, diantara mereka akan ada yang menilai kita sebagai orang baik, sebagiannya akan menilai kita sebagai orang buruk, aneh, tidak jelas, alay, jamet dll. Tapi juga ada yang bersifat tengah-tengah, yang mana tidak menganggap kita baik & buruk.

Perbedaan penilaian diatas tak lain adalah adanya faktor-faktor yang menyokongnya, yang mana dari faktor-faktor tersebut muncullah sebuah pandangan orang terhadap diri kita. Faktor-faktor tersebut berbeda beda pada setiap individu yang kita jumpai. Pada umumnya kita akan berlaku baik pada orang yang berlaku baik juga pada kita. Sehingga muncullah pandangan bahwa diri kita baik yang tak lain tumbuh dari sifat baik orang tadi, hal ini juga berlaku sebaliknya. 

Faktor-faktor yang lain adalah perbedaan hubungan dan rasa seseorang kepada kita.          Pada umumnya orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan kita akan menilai kita baik, ditambah lagi dengan rasa mereka kepada kita. Contoh saja sepasang kekasih yang saling mencintai. Ketika kekasihnya mencubit atau semacamnya, dia pasti akan tetap mencintai kekasihnya tersebut, karena rasa cinta yang ada dihatinya.

Pada akhirnya setiap orang memiliki pandangannya masing-masing. Maka kita tak perlu membebani diri memikirkan mereka, jika memang tidak suka mau sebaik apapun kita kepada mereka, mereka tetap tidak akan suka pada kita. Seperti Nabi Muhammad yang jelas-jelas pribadi yang sangat baik tetap saja dibenci oleh Abu Lahab yang tak lain adalah paman beliau sendiri. Sebaliknya juga jika mereka sudah cinta kepada kita pasti kesalahan kita dapat dimaafkan dengan mudah, contohnya adalah orang tua kita yang sering kita kecewakan selalu saja dapat memaafkan kesalahan kita dengan mudah, yang bahkan tetap rela bangun dan sholat dua rakaat pada keheningan dan kegelapan malam untuk mendoakan diri kita yang selalu mengecewakan mereka.

Jadi……Fokuslah untuk menggapai ridho Allah dan Rasulullah, karena hidup kita tak lain dan tak bukan adalah untuk menggapai ridho keduanya.


…لكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ عِنْدَ الآخَرِيْنَ، يَكْفِيْكَ رِضَا اللّٰهُ عَنْكَ، رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَك وَرِضَا اللّٰهُ غَايَةٌ لاَ تُتْرَك ، فَاتْرُكْ مَا لاَ يُدْرَكْ ، وَاَدْرِكْ مَا لاَ يُتْرَكْ


“......Pada akhirnya, setiap orang memiliki pandangannya masing masing. Maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik dimata orang lain. Cukuplah dengan ridha Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang tak kan pernah tergapai. Sedangkan ridhoNya, destinasi yang pasti sampai. Maka tinggalkan segala upaya mencari keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridhoNya”-Syaikh Ali Ath-Thanthawi-


Seperti itulah penggalan kalam indah Syaikh Ali Ath-Thanthawi yang dapat kita jadikan renungan dan motivasi dalam menjalani kehidupan dan pergaulan.


 Oleh : Firdan Ziyad


Thursday, February 22, 2024

Wejangan Abuya




Pada hari kamis, tepatnya tanggal 15 Februari 2024 M, semua pengurus baru sowan kepada Abuya Ahmadi. Tujuan sowan pengurus baru itu untuk meminta do’a restu dan ridho beliau, agar semua pengurus baru dalam menjalankan tugas dan mengemban amanah kepengurusan diberi kelancaran dan keberkahan. Disamping itu juga pengurus baru berharap agar kepengurusannya kali ini bisa menjadi bahan belajar sebelum terjun ke masyarakat. Dan Alhamdulillah sowan berjalan dengan suasana yang penuh khidmah dan sangat menggugah hati, karena banyak sekali Nasihat atau kalam mutiara yang keluar dari dawuh-dawuh beliau.

Diantara pesan Abuya untuk pengurus baru “Saya sebagai pengasuh turut senang atas dilantiknya pengurus baru ini. Adanya pengurus ini dilantik juga agar bisa membantu saya dalam mengurusi pondok tercinta ini. Oleh karena itu, ini merupakan kesempatan emas bagi kalian semua agar bisa ikut berkhidmah dengan pondok dan guru. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, jangan disia-siakan. Memang menjadi pengurus itu berat, tapi kalau didasari dengan rasa ikhlas, mahabbah, dan khidmah, insyaallah dalam menjalankan kepengurusan ini dengan mudah dan barakah. Dan apabila kalian menemukan sebuah permasalahan, maka selesaikan dengan musyawarah dengan baik. Apabila masih belum terpecahkan, maka jangan malu untuk bertanya dengan mudabbir. Jika masih belum terselesaikan, maka tanyalah dan musyawarahkan dengan Gus Aniq.”

Di akhir sowan Abuya berpesan lagi “saya ingatkan lagi, jalankan kepengurusan ini dengan sungguh-sungguh, ikhlas, cinta, dan bertanggung jawab. Dan semoga apa yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi kalian” 

Untuk itu diharapkan bagi semuanya agar apa yang disampaikan Abuya bisa dilaksanakan dengan baik dan diharapkan bisa menjadi motivasi bagi kita semuanya. Sekian terima kasih.


Oleh: aalwyy