Thursday, June 6, 2024

Rangkuman Ngaji At Tibyan




Kitab : At Tibyan 

Pengarang : Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi

Cetakan         : Darul Ihya’

Halaman         : 166-167

Diambil dari ngaji kitab At Tibyan  pada tanggal 04 Juni 2024 di pondok pesantren Al-Fattah Kudus oleh beliau Abuya Ahmadi Abdul Fattah, Lc., MA.

Selengkapnya bisa dilihat disini : KLIK DISINI



  • Abu Hurairah nama aslinya adalah Abdus Syamsi bin Shakhr kemudian Rasulullah mengganti namanya dengan Abdurrahman, beliau adalah satu-satunya orang yang diberi gelar Abu Hurairah adapun sebabnya ketika kecil beliau menggembala kambing dan ditengah perjalanan beliau melihat anak-anak kucing yang sedang kelaparan kemudian beliau memasukkannya ke lengan jubahnya dan Nabi berkata “Anta Abu Hurairah”.  

  • Abu Hurairah adalah perawi hadits yang paling banyak periwayatannya, padahal masuk islamnya termasuk terakhir beliau, sekitar tahun 6 Hijriyyah. kenapa kok bisa seperti itu? karena setelah masuk islam beliau selalu di masjid nabawi dan tidak kemana-mana, selalu khidmah kepada nabi dan beliau paling tahu tentang nabi. 

  • Termasuk perawi dalam kitab At Tibyan adalah imam Syafi’i,  banyak kata-kata mutiara dari beliau yang terkenal diantaranya adalah 

من سمع مسئلة واحدة الف مرة فمل منها فليس من اهل العلم 

“Barangsiapa mendengar satu masalah seribu kali kok bosan, maka tidak dianggap ahli ilmu”. dan “Jagalah lisanmu dan jangan sering menyebut aib orang lain, karena dirimu sendiri penuh dengan aib, dan orang yang kamu bicarai juga akan bisa membalasmu, begitu juga dengan matamu ketika melihat kejelekan orang lain maka nasehatilah matamu”.

  • Diterangkan bahwasanya “Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya keikhlasan dan keridhoan hanya karena Allah tapi tidak karena itu seperti jabatan yang tinggi, nama yang populer, maka besok dihari kiamat dia tidak akan bisa mencium baunya surga, padahal baunya surga itu bisa dicium sampai puluhan ribu tahun. Maka orang seperti ini tidak akan masuk surga”.

  • Rasulullah bersabda “مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ” Artinya : “Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya dia bersiap-siap mengambil tempat di Neraka". Hal ini biasanya digunakan orang yang mencari popularitas seperti orang yang kampanye. 

  • Kata فَلْيَتَبَوَّأْ dalam hadits nabi memiliki 3 makna : 1. فليتخذه (Ngalap) 2. دعاء (Mendoakan) 3. خبر (Memberi kabar). Intinya orang yang berbohong atas hadits maka dia akan berada di neraka. 

  •  Kata الدلالة  memiliki 3 macam dialeg :

 1. الدِلالة ( dalnya di kasroh)

 2. الدَلالة (dalnya di fathah). 

3. الدُلالة ( dalnya di dhommah) kadang-kadang dikatakan orang arab. Tapi yang terkenal adalah الدِلالة & الدَلالة.

  • Rujuknya dhomir itu berada dihati bukan di catatan yang dituliskan dan harus dipikirkan, orang yang ngaji dengan sibuk maknani rujukan terus maka orang tersebut tidak mempunyai hati dan akal.

  • ketika Sayyidina Mu’adz bin jabal mau meninggal dunia, ada sahabat lain yang menjenguknya dan meminta wasiat, kemudian Sayyidina Mu’adz bin jabal berkata “ carilah ilmu dari 4 orang ini : 

1. Uwaimir (Abu darda’) karena alimnya dalam menguasai ilmu.

2. Salman Al Farisi, beliau merupakan orang persia (bukan orang arab).

3. Abdullah bin Mas’ud.

4. Abdullah bin Salam, merupakan mantan orang yahudi yang menguasai penuh kitab Taurat”.

  • Sifatnya guru hendaknya menyayangi muridnya dan jangan membenci, memarahi dan membentak-bentaknya terus.   



Tuesday, June 4, 2024

Rangkuman Ngaji Gus Aniq


Kitab : Tajridus Shorih

Pengarang : Imam Zainuddin Ahmad Bin Abdul Latif  Az-Zubaidi

Cetakan         : DKI Beirut

Hadits : 98 dan 99

Halaman         : 39

Diambil dari ngaji kitab tajridus shorih pada tanggal 03 Juni 2024 di pondok pesantren Al-Fattah Kudus oleh beliau Gus Aniq Muhammad Makki, B. Sc., MA.

Selengkapnya bisa dilihat disini : KLIKDISINI


  • Hadits 98


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّ النَّاسَ يَقُولُونَ أَكْثَرَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَلَوْلَا آيَتَانِ فِي كِتَابِ اللهِ مَا حَدَّثْتُ حَدِيثًا ، ثُمَّ يَتْلُو : إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى إِلَى قَوْلِهِ : الرَّحِيمُ(البقرة : ١٥٩إِنَّ إِخْوَانَنَا مِنَ الْمُهَاجِرِينَ كَانَ يَشْغَلُهُمُ الصَّفْقُ بِالْأَسْوَاقِ وَإِنَّ إِخْوَانَنَا مِنَ الْأَنْصَارِ كَانَ مَنْ رَآنِي يَشْغَلُهُمُ الْعَمَلُ فِي أَمْوَالِهِمْ وَإِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ كَانَ يَلْزَمُ رَسُولَ اللهِ لِشِيَعِ بَطْنِهِ وَيَحْضُرُ مَا لَا يَحْضُرُونَ وَيَحْفَظُ مَالَا يَحْفَظُونَ

Dari Abu Hurairah berkata, “Sesungguhnya orang-orang mengatakan “Abu Hurairah adalah yang paling banyak (Menyampaikan hadits dari Rasulullah SAW), kalau bukan karena dua ayat dalam kitabullah aku tidak akan menyampaikannya.” Lalu dia membaca ayat: ‘(Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah kami turunkan berupa penjelasan dan petunjuk……….) hingga akhir ayat (....Allah maha penyayang)’ (Qs. Al-Baqarah: 159-160). Sesungguhnya saudara-saudara kita dari kalangan muhajirin, mereka disibukkan dengan pekerjaan mereka di pasar-pasar dan saudara-saudara kita dari kalangan anshar, mereka disibukkan dengan pekerjaan mereka dalam mengurus harta mereka. Sementara Abu Hurairah selalu menyertai SAW. dalam keadaan lapar, ia selalu hadir disaat orang lain tidak datang, dan ia dapat menghafal disaat orang lain tidak dapat menghafal.”


  • Kita yang tidak berkapasitas seperti imam Syafi’i atau imam Bukhari yang memiliki daya ingat yang tinggi. Maka cara untuk menjaga ilmu ini dengan baik itu dengan cara menghafal ilmu itu sendiri. Karena tujuan kita mencari ilmu adalah meneruskan dan menyambung lidahnya Rasulullah SAW. Untuk disampaikan kepada umat.

  • Cara paling tradisional untuk menjaga ilmu itu dengan menghafal. 

  • Slevel imam Bukhari di beberapa riwayat menyebutkan jika malam beliau itu dibagi menjadi 3 bagian. Malam sepertiga untuk tidur beliau, malam sepertiga lagi untuk ibadah beliau, dan malam sepertiga akhir untuk murojaah berkaitan dengan hadits dan ilmu.

  • Para sohabat dan ulama mereka sepakat, sohabat yang paling hafal dengan haditsnya nabi itu Abu Hurairah dari segi hafalannya bukan tulisan. Imam syafi’i berkata bahwa sohabat yang paling kuat hafalan hadits pada zamannya itu Abu Hurairah.

  • Orang yang menyembunyikan ilmu yang seharusnya ilmu itu bisa dirasakan oleh orang banyak, maka orang-orang yang seperti itu akan dilaknat oleh Allah SWT. Tapi jika mau bertobat, berbuat baik, dan mau menerangkan maka dia akan diterima taubatnya oleh Allah SWT. itulah yang menjadi landasannya Abu Hurairah untuk tidak menyembunyikan ilmu yang dia punya dan selalu meriwayatkan hadits dan menyebarkannya kepada sohabat-sohabat yang lain.

  • Hati- hati dengan perkataan abu hurairah  لِشِيَعِ بَطْنِهِ (Demi kekenyangan perut Abu Hurairah). Jika hanya dilihat secara sekilas itu seperti serasa Abu Hurairah itu menghafal hadits nabi hanya mengharap kekenyangan perut. Tapi kenapa beliau sampaikan seperti itu? Karena tawadhu’. Garis besar kenapa beliau berkata seperti itu karena tawadhu’nya beliau kepada nabi Muhammad SAW. Jika dipikir-pikir tidak mungkin selevel Abu Hurairah menghafal hadits hanya karena mengharapkan duniawi. 

  • Kesinambungan hadits ini dengan ilmu adalah bahwa ilmu itu harus diusahakan atau dihafalkan.

  • Beberapa pelajaran dari hadits tersebut:

  1. Usaha kita untuk menjaga dan melestarikan ilmu

  2. Kadang kita harus untuk mengajarkan ilmu kepada orang lain apa yang kita ketahui. Karena asas kemanfaatannya kembali kepada orang lain. Jangan mendahulukan tawadhu’.Bukan karena sombong tapi agar ilmu ini terjaga. Tawadhu’ boleh tapi harus lihat situasi dan kondisi.

  3. Tawadhu’nya sohabat Abu Hurairah. Kadang memang tawadhu’ itu harus diperlihatkan agar tidak menjadikan salah paham orang lain.

  4. Hadits ini juga diriwayatkan oleh imam Bukhari di kitab yang lain (At-tarikh).


  • Hadits 99


وَعَنْهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أَسْمَعُ مِنْكَ حَدِيثًا كَثِيرًا أَنْسَاهُ قَالَ ابْسُطْ رِدَاءَكَ فَبَسَطْتُهُ فَغَرَفَ بِيَدَيْهِ ثُمَّ قَالَ ضُمَّهُ فَضَمَمْتُهُ فَمَا نَسِيتُ شَيْئًا بَعْدَهُ

Dari Abu Hurairah berkata, “Aku berkata “Wahai Rasulullah, saya telah mendengar dari engkau banyak hadits tapi saya selalu lupa. Beliau lalu bersabda, “Hamparkanlah

selendangmu.” Maka aku menghamparkannya lalu beliau (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda, “Ambillah.”Aku pun mengambilnya, maka sejak itu

aku tidak pernah lupa lagi.”


  • ilmu memang harus diusahakan dengan cara menghafal tapi Terkadang ilmu itu juga membutuhkan faktor eksternal untuk memperkuat hafalan kita. 

  • Tidak begitu menyukai dunia itu salah satu potensi kita untuk gampang menghafal ilmu.

  • Kita jika sudah berkeluarga tidak usah untuk memaksa dalam mencari ilmu lagi. Carilah nafkah buat keluarga saja. Mungkin satu dua kali tetap ikut dalam majelis tapi tidak usah ngoyo, karena jika sudah berkeluarga kita bukanlah lagi seperti para santri yang masih di pondok yang bisa kapanpun untuk mencari ilmu. Kita memiliki tanggung jawab keluarga dengan bekerja dengan menafkahi.

  • Bolehnya menceritakan kelebihan diri sendiri disaat keadaan terpaksa dan hatinya terhindar dari sifat riya dan sombong.

 

Sunday, June 2, 2024

Faedah Surah Al-Baqarah Ayat 32

 


    Apa sih faedah-faedah atau pelajaran yang bisa kita dari perkataan malaikat yang berada di ayat Al-Baqarah ayat 32 yang berbunyi

 (قَالُوْا سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ اِلَّا مَا عَلَّمْتَنَاۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْمُ) “Mereka berkata, 'Maha Suci Engkau, tiada ilmu pada kami kecuali yang Kau Ajarkan kepada kami. Sungguh, Kau maha tahu lagi maha bijaksana,'”. Mari kita sharing-sharing bersama.


  1.   Allah disini memberikan pengumuman bahwasanya para malaikat yang awalnya protes tentang penciptaan nabi adam. Mereka kembali kepada kewajiban yang mereka lakukan, yaitu menyerahkan segala urusan, keilmuan, dan segala-galanya hanya kepada Allah SWT. Hikmah yang bisa diambil disini adalah kita menjadi orang jangan sok pinter. Misalnya anda pintar, IPK 4,0 bagi yang kuliah atau untuk yang sekolah, bisa mendapat rangking satu maupun paralel satu di sekolah. Maka jangan katakan jika kamu pintar itu karena gen ku memang orang-orang pintar atau saya memang pintar karena tidur saya jam dua belas lebih hanya karena untuk belajar. Usaha tidak menghianati hasil. Ngomong seperti itu tidak boleh. Kembalikan semua ilmumu, pegetahuanmu, dan kepintaranmu hanya kepada Allah SWT. Karena Allah hanya mencicipkan sedikit ilmunya kepadamu, bukan seluruhnya. Selanjutnya Allah mengumumkan kepada kita bahwasanya para malaikat mengakui keagungan hikmahnya Allah SWT. Bayangkan, makhluk yang suci yang tidak pernah maksiat. Isinya hanya taat kepada Allah. Kalau dipikir-pikir punya derajat yang tinggi tidak sih disisi Allah? Pasti tinggi. Gitu aja masih mengakui kebesaran hikmahnya Allah SWT. Kalo kita gimana? Kita ini banyak dosa, kita ini sedikit ibadahnya, kita ini pintar juga tidak. Gitu aja mau sombong. Misal ada orang “Wahh masjid ini kalau tidak karena uang saya pasti tidak akan berdiri”. Itu namanya sombong. Semua hanya milik Allah semata.


  1.   Faedah yang ketiga bahwasanya perkataan malaikat itu memberikan isyarat kepada kita, apa itu? Bahwasanya kita itu bangsa manusia jangan lupa dengan kekurangan kita. Kita dibanding dengan malaikat itu banyak kurangnya. Kita tidak betah untuk beribadah tapi mereka bisa betah, kita tidak kuat untuk meninggalkan maksiat tapi malaikat bisa selamanya tidak melakukan maksiat. Jadi kita banyak kekurangan. janganlah lupa dengan kekurangan kita. Maka dari itu kalau Allah memuliakan Nabi Adam itu juga harus diingat itu adalah bentuk anugerah dari Allah kepada para manusia. Nyatanya kita yang mempunyai nafsu yang bisa menjerumuskan kita ke dalam kemaksiatan itu masih dimuliakan oleh Allah SWT. Mungkin kita bisa satu derajat lebih tinggi dari malaikat, tapi jangan lupa dibawah kita ada derajat yang bahkan lebih rendah dari hewan. Jadi kita mulia bukan karena kita sendiri tapi karena fadholnya Allah SWT.


  1.   Jawaban malaikat yang berbunyi bahwa mereka tidak mengetahui benda-benda yang apa yang dihadapkan kepada mereka itu memberikan pelajaran bagi kita, yaitu orang alim jangan malu untuk mengatakan ‘tidak bisa’ saat ditanya tentang sesuatu dan dia tidak bisa untuk menjawabnya. Jangan mengatakan saya bisa jawab itu jawab ini. Jangan hanya karena gengsi sesuatu yang kamu tidak ketahui kamu jawab seenaknya. Dan bagi orang alim yang ditanya tidak bisa menjawab itu bukanlah suatu aib baginya. Katakan lah tidak bisa saja. Begitu juga sebaliknya, jika anda tahu dan orang itu butuh jawaban kepada anda maka jangan anda sembunyikan. 


Itulah sedikit tentang beberapa faedah-faedah yang ada pada Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 32. Ambillah jika ada manfaatnya dan apa bila ada tulisan yang salah mohon untuk bisa memperbaikinya. Sekian.


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh


Diambil dari ngaji tafsir pada tanggal 1 Juni 2024 di Masjid Agung kudus oleh beliau KH. Aniq Muhammad Makki, B. Sc., MA.

alp


Thursday, May 30, 2024

Iqra' !



    Semua ilmu adalah milik Allah semata. Mungkin ada beberapa orang yang memisahkan antara ilmu dunia dan ilmu agama/akhirat lalu ‘pilih kasih’ antara keduanya. 
    Tidak jarang, mereka yang menekuni ilmu dunia berhujjah 

“Kalau tidak bisa menguasai ilmu dunia, susah hidup kita. Mau jadi apa kalo belajar isinya ngaji ngaji mulu?”

    Pun demikian seseorang yang menekuni ilmu akhirat saja mempunyai hujjah

“Hidup di dunia hanya sementara, dunia tidak dibawa mati. Dunia secukupnya, perbanyak bekal akhirat.”

Masing² dari mereka tidak ada yang benar, karena mereka hanya bertumpu pada satu sisi saja. Kalau kedua orang seperti ini dipertemukan, tidak akan ada jalan temu antara keduanya.

Banyaknya Pengklasifikasian ilmu merupakan hasil cipta manusia menyesuaikan kebutuhannya. Dalam nash Al-Qur'an dan juga Hadist² Rasulullah, tidak pernah ditemukan sebuah dalil untuk menitikberatkan salah satu ilmu, lalu meninggalkan lainnya.

Maka dari itu, dalam Al-’alaq : 1, Allah berfirman : 

إقرأ باسم ربك الذي خلق 

“BACALAH”

Ayat diatas sangat umum, tidak merujuk pada ilmu tertentu. Maka ilmu apapun itu, bacalah!. 

    Para ulama mempunyai pandangan bahwa ilmunya Allah itu dibagi menjadi 2, Qouliyah dan Kauniyah.

- Qouliyah adalah ilmu yang membahas tentang nash² agama. Al-Qur'an, Hadist, beserta perangkatnya merupakan golongan ilmu ini.

- Kauniyah adalah manifestasi dari ilmu Qouliyah, seperti sains, matematika, ekonomi, dan sebagainya.

Dalam Al-Qur'an terdapat ayat yang menerangkan penciptaan manusia di dalam kandungan (QS 23 : 14) termasuk dalam ranah ilmu Biologi. Ada juga ayat yang membahas peristiwa hipoksia yang terjadi di luar angkasa (QS 6 : 125) masuk dalam ranah fisika. Atau pembahasan sosial budaya yang terdapat pada (QS 49 : 13), dan masih banyak lagi.


Batasan 'Iqra'

Al-Qur'an menyerukan untuk iqra, namun disisi lain juga memberi semacam batasan tentang apa yang harus dibaca. 

Jika kita perhatikan, setelah kalimat إقرأ, Allah memberi batasan dengan باسم ربك (Dengan nama Tuhanmu). Hal itu menjadi semacam dalil para ulama bahwa “Semua ilmu itu boleh dipelajari, namun tujuan akhirnya adalah pengetahuan tentang keagungan tentang Tuhan”. 

Maka dari itu, tidak ada salahnya umat islam mempelajari ilmu-ilmu Kauniyah. Bahkan mempelajari ilmu-ilmu Kauniyah merupakan pengamalan dari (QS 3 : 191) sebagai bentuk tafakkur kita terhadap ciptaan Allah. Bahkan, sekelas Imam Syafi'i pun mempelajari ilmu sihir dengan tujuan untuk perlindungan dan tipu daya dari ilmu tersebut, bukan untuk mendzolimi orang lain. 


Fun Fact 

        Tahukah kalian, dulu Islam pernah mencapai masa kejayaan (golden age) pada abad ke-7 pada masa Dinasti Abbasiyah dibawah kepemimpinan khalifah Harun Ar Rasyid dan Al Ma’mun. Di masa yang sama, bangsa Eropa (Kristen) saat itu sedang dalam kondisi yang sangat terpuruk yang disebut abad kegelapan (darkness age). 


        Penyebab ketimpangan tersebut adalah kebebasan berpikir dan mempelajari ilmu pengetahuan. Jika dulu umat islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dengan adanya penerjemahan besar-besaran karya-karya Yunani dan India serta melahirkan cendekiawan-cendekiawan berpengaruh seperti Ibnu Sina dan Ar Razi, di Eropa sana ilmuwan-ilmuwan yang teorinya tidak cocok dengan Gereja akan ditangkap bahkan di eksekusi. Seperti contoh seorang ilmuwan bernama Galileo Galilei yang mempunyai teori bahwa “bumi itu bulat, dan bumilah yang mengitari matahari”

Tentu saja, teori ini berseberangan dengan gereja yang berpendapat sebaliknya. Sebagai hukuman, semua alat laboratorium Galileo disita oleh gereja, dan Galileo wafat dalam keadaan buta karena mempelajari matahari tanpa alat bantu.


       Titik balik keadaan ini adalah saat Baghdad dibumihanguskan oleh Bangsa Mongol dan mengalami masa ortodoksi agama yang menyebar ke ke seluruh wilayah Islam. Disaat yang sama, Bangsa Eropa melakukan pemberontakan besar besaran terhadap Gereja dan mengalami Masa Pencerahan (Renaissance) dan memulai pemikiran bebasnya dari pengaruh dogma agama. 


    Jadi, bisa kita simpulkan bahwa kejayaan Islam dulu disumbang besar oleh ilmu pengetahuan Kauniyah yang sangat maju (diiringi dengan ulama yang hebat), sedangkan keterpurukan Eropa disebabkan oleh Ortodoksi agama yang akut dan alergi terhadap pengetahuan.


    Dan penyebab kemunduran Umat Islam disebabkan oleh Ortodoksi agama yang berlebihan (mengaitkan semua hal dengan takdir) serta meninggalkan pengetahuan, sedangkan kemajuan Eropa disebabkan oleh kebebasan berpikir dari dogma agama.


        Lalu, apakah kita harus meninggalkan dogma agama untuk mencapai kemajuan berpikir? 

Salah satu keajaiban Islam adalah dogma agamanya tidak bertentangan dengan logika ilmu pengetahuan. Banyak cendekiawan-cendekiawan sains yang menjadi mualaf disebabkan mempelajari Al-Quran secara mendalam. 


    Felix Shiauw yang masuk islam karena ketidak cocokannya dengan teori Evolusi Darwin dan menemukan jawabannya di Al-Qur'an. Atau Dimitri Bolykov yang masuk islam karena mempelajari tentang tata surya dan menemukan jawabannya di Al Qur'an 14 abad yang lalu. 

‘Ala kulli hal, Iqra’ !

 Oleh : Ustadz Alawy


Tuesday, May 28, 2024

Cerpen STY


  Di Sebuah daerah ada seseorang yang bernama Bagas. Dia seorang mahasiswa semester dua. Dia suka bercerita apa saja untuk menghibur anak-anak di sekitar daerahnya. Di suatu hari saat menjelang petang, Bagas sedang bercerita kepada adiknya yang bernama Guntur dan teman-temannya. Salah satu temannya Guntur bernama Arga. Pada saat Bagas sedang asik bercerita, ibunya Arga datang “Arga sudah sore ayo pulang” kata ibunya. Sambil berlarian kecil ke arah ibunya, Arga menoleh ke Bagas dan berkata “Kak Bagas nanti malam ceritain yang lucu-lucu yaa”. karena Arga tidak melihat lihat saat menyebrang, ada truk melaju kencang ke arahnya. Dan kejadian yang tidak diinginkan pun terjadi. Arga terkapar tidak bernyawa setelah ditabrak truk dengan kecepatan penuh. Bagas dan Guntur menjadi pucat dengan kejadian yang baru saja terjadi.

Singkat cerita Bagas dan Guntur setelah datang dari pemakamannya si Arga, terlihat kelelahan dan masih trauma dengan kejadiannya. Tanpa berpikir panjang mereka pun bergegas tidur. Tapi saat Bagas mau memejamkan mata untuk tidur. Ada teriakan Guntur dari kamarnya “Kak Bagass….Kak Bagas….!!”. Sontak Bagas berlari ke kamarnya Guntur. Di saat Bagas masih berlari tiba-tiba listrik padam. Bagas terkejut dan tetap berlari menuju kamarnya Guntur dengan keadaan yang gelap gulita. Setelah Bagas sampai di dalam kamarnya Guntur, Bagas langsung memeluk Guntur yang berada di atas ranjangnya. “Tenang dek Kakak Sudah ada disini” Kata Bagas. Entah karena ketakutan Guntur tidak berkata apa-apa. 

Setelah Bagas menenangkan Adiknya, Bagas merasa ada suara aneh di bawah kasurnya, seperti tangisan. Kemudian Bagas teringat kata-kata Arga sebelum tertabrak, Kalau Arga ingin diceritakan yang lucu-lucu. Sontak tanpa berpikir panjang Bagas bercerita lucu-lucu dengan terus memeluk adiknya. Di saat tengah-tengah bercerita lucu, adiknya yang dia peluk tertawa dan tangisan yang di bawah  kasur semakin keras. Bagas merasa harus melihat ada apa di bawah ranjang adiknya ini. Bagas pun mengintip bagian bawah ranjang adiknya ini. Tapi karena keadaan gelap Bagas tidak melihat apa-apa. Petir menyambar dan Bagas melihat jika sesuatu yang ada di bawah ranjang itu mirip dengan guntur adiknya. “Siapa kau!” sentak Bagas. “Kakkk….” dengan suara parau dan menangis “Di atas ranjang ada Arga kakk”. Seketika Bagas tersadar bahwa yang dia peluk dari tadi bukanlah Guntur adiknya, melainkan Arga.


Oleh : Barok STY