Awalnya biasa saja. Namun saat sampai di depan kelas, ia mendengar suara orang menjerit kesakitan.
"AAAA...!!"
Ahmad mengira ada santri lain yang belum tidur. Ia membuka pintu dengan perlahan. Kosong, tak ada siapa-siapa. Namun, suara itu masih terdengar, tepat di belakang telinganya.
Ahmad seketika menoleh cepat. Tidak ada orang. Dengan tangan gemetar, ia mengambil buku di meja lalu buru-buru keluar. Tapi baru beberapa langkah meninggalkan kelas, suara itu berubah. Bukan jeritan lagi, melainkan suara gedoran pintu yang sangat keras.
Ahmad mempercepat langkah. Lorong pondok terasa lebih panjang dari biasanya. Lampu di ujung lorong berkedip-kedip. Lalu terdengar suara sandal menyeret lantai di belakangnya.
Ahmad memberanikan diri untuk menoleh. Tak ada siapa pun. Namun, ketika ia melihat ke bawah, ada jejak kaki basah mengikuti langkahnya. Padahal malam itu tak ada hujan sama sekali.
Setelah itu, Ahmad pun bersegera berlari secepat mungkin menuju kamarnya. Tak lama kemudian, ia langsung mencoba tidur dengan rasa takut yang membara hingga tubuhnya gemetar dan dipenuhi keringat dingin.
Sialnya, Ahmad masih belum bisa tidur karena terus terbayang kejadian menegangkan yang baru saja dialaminya.
Oleh: Muktafin


0 comments: