Friday, July 28, 2023

Seluk Beluk Hari Asyura

Sudah kita ketahui bahwa bulan Muharram adalah salah satu dari Asyhurul hurum (Bulan-bulan haram). Maka dari itu bulan Muharram ini adalah bulan yang sangat mulia. Ketika kita melakukan sebuah kebaikan maka pahala kita akan dilipatkan 2 kali lipat, begitu juga ketika kita melakukan sebuah kemaksiatan maka kita akan mendapat dosa 2 kali lipat. Disamping itu ada fakta menarik lain dalam bulan Muharram, yaitu ada hari Asyura dalam bulan tersebut.

Mengapa hari Asyura dianggap hari yang mulia? karena ada banyak sekali kisah-kisah para nabi di hari tersebut. Diantaranya: 

  1. diciptakannya Nabi Adam Alaihissalam di Surga.

  2. diterimanya taubat Nabi Adam Alaihissalam.

  3. berlabuhnya kapal Nabi Nuh Alaihissalam di Bukit Juudy setelah banjir bandang.

  4. dikeluarkannya Nabi Yunus Alaihissalam dari perut ikan paus.

  5. diterimanya taubat umat Nabi Yunus Alaihissalam.

  6. selamatnya Nabi Ibrahim Alaihissalam dari api yang membakarnya oleh Raja Namrud.

  7. dikeluarkannya Nabi Yusuf Alaihissalam dari penjara.

  8. diampuninya Nabi Daud Alaihissalam.

  9. terbelahnya Laut Merah untuk Nabi Musa Alaihissalam Setelah dikejar Firaun.

  10. tenggelamnya Firaun di dasar Laut Merah saat mengejar Nabi Musa Alaihissalam.

  11. dibolak-balikannya tubuh ashabul kahfi (para pemuda Bani Israil yang bersembunyi di dalam gua).

  12. diciptakannya ruh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam.

  13. dikandungnya Nabi Muhammad di rahim Ibunda Aminah Radhiallahu Anhu. 

  14. Wafatnya (syahid) cucu Nabi Muhammad, Sayyidina Husein Radhiallahu Anhu.

Alasan kita disunnahkan untuk puasa di hari Asyura adalah hari tersebut merupakan hari selamatnya Nabi Musa Alaihissalam dari kejaran pasukan Fir’aun. Sebagai bentuk syukur, Nabi Musa Alaihissalam berpuasa pada hari tersebut. Berikutnya, umat Yahudi mengikuti apa yang dilakukan Nabinya itu, berpuasa setiap 10 Muharram. Dan kita umat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam melakukan puasa tersebut karena di syariat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam ada yang namanya Syarii’atu man qablana yaitu syariat dari Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam.

Puasa Asyura ada 3 tingkatan. Tingkatan paling rendah adalah puasa hari Asyura saja, dan ini adalah amalan dari kaum yahudi. Tingkatan yang kedua adalah puasa hari Tasu’a dan Asyura yaitu tanggal 9 dan 10 Muharram, ini adalah puasa yang membedakan kita dengan kaum Yahudi  . Dan tingkatan yang tertinggi adalah puasa tanggal 9, 10, dan 11 pada bulan Muharram. 

Dan for your info, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi Wasallam tidak pernah puasa tanggal 9 Muharram atau hari Tasu’a padahal hari tersebutlah yang membedakan kaum Muslimin dan Yahudi. Apa alasanya? ternyata ada hadits Nabi yang menjelaskannya: 

لئن عشت إلى قابل لأصومن التاسع (رواه مسلم)

Artinya: “Seandainya aku masih hidup hingga tahun yang akan datang, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharram, yakni puasa Tasu'a." (HR. Muslim).

Dan salah satu keistimewaan puasa di hari Asyura adalah Allah Subhanahu wata’ala menghapus dosa kita selama 1 tahun lalu.

Oleh: Harun Kamil.



Thursday, July 20, 2023

Untuk Kamu (Santri Baru)

Liburan sudah berakhir, waktunya orang-orang melakukan aktivitasnya kembali. Pada masa awal tahun pelajaran ini para murid naik ke tingkatan di atasnya. Ada yang naik ke kelas atasnya. Ada juga yang naik ke jenjang selanjutnya.

Di zaman sekarang ketika ada seorang murid ingin memperdalam ilmu agama, mondok lah solusi yang tepat. Pondok pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mendidik karakter, perilaku, dan adab santri. Oleh sebab itu, banyak orang tua yang memilih memondokkan anaknya  daripada menyekolahkan ke sekolah umum.

Santri baru adalah santri/pelajar yang baru bersinggah di pondok pesantren untuk menimba ilmu. Menjadi santri baru harus sabar dan mandiri, karena kehidupan pondok itu sangat berbeda dengan kehidupan rumah. Menjadi santri baru juga harus pandai mengatur waktu, teguh pendirian, dan disiplin. Jangan melanggar aturan pondok, karena yang membuat tata tertib pondok adalah seorang kyai/guru. Bagaimanapun juga mondok tidak hanya menuntut ilmu, tapi juga mencari ridho guru. Maka dari itu, patuhilah semua perintah guru dan jauhi semua larangannya dengan harapan semoga kita mendapat ridho guru dan diakui sebagai santri dunia akhirat. Aamiin


Oleh : M. Abid.

Sunday, July 16, 2023

Pergaulan Remaja


       Masa remaja adalah masa seseorang memiliki rasa keingintahuan yang tinggi. Masa-masa seperti itu juga dapat kita jadikan indikator kesuksesan. Apabila seseorang dapat menjadikannya dengan baik maka kemungkinan besar dia akan sukses. Namun sebaliknya jika tidak dijalankan dengan baik maka kemungkinan besar akan gagal dalam hidupnya. Memang masa ini dapat dikatakan masa dimana seseorang mencari jati dirinya, namun tidak sedikit orang yang terjerumus pada hal-hal yang menyimpang karena mengambil langkah yang salah dalam perjalanannya mencari jati diri.

Pergaulan remaja sangat berpengaruh pada pembentukan watak dan karakter seorang remaja. Banyak sekali faktor-faktor yang mempengaruhi baik faktor internal maupun eksternal. Diantara faktor eksternal adalah keluarga, lingkungan dan teman yang buruk. Seorang remaja yang tinggal di keluarga dan lingkungan yang tidak baik akan lebih mudah untuk terseret pada hal-hal yang menyimpang, terlebih lagi pengaruh yang timbul dari teman. 

Banyak sekali orang-orang yang memiliki perilaku buruk disebabkan salah memilih teman yang baik baik baginya. Biasanya seorang remaja hanya diajak coba-coba saja. Namun coba-coba itulah yang menjadi awal perilaku buruk yang lebih parah. Selanjutnya mungkin juga si remaja takut tidak memiliki teman jika tidak bersama temannya dalam hal apa saja sehingga si remaja rela melakukan apa saja demi pertemanannya berjalan lancar. 

Adapun faktor internalnya adalah mental dan watak remaja itu sendiri. Sebagai seorang remaja harus sangat berhati-hati dalam memilih teman. Tidak usah sok kuat dan nekat mencari teman. Berteman dengan orang yang buruk jika belum mempunyai bekal yang kuat juga, kalau mereka mau berubah dan mengikuti kita itu memang bagus, tapi kalau kita yang ikut mereka gimana? Jadi harus berhati-hati betul dalam mencari teman.


Sebut saja Amato


Thursday, July 13, 2023

Semuanya ada bagian masing-masing

 


Pernahkah kalian merasa kecewa dan sedih, karena keinginan kalian tidak kesampaian? Atau, kalian tidak terima, impian yang sudah kalian usahakan dengan susah payah gagal dan tidak terwujud?  Bagaimana sikap kalian dalam kondisi serba terpuruk seperti itu?


Sebenarnya, semua yang terjadi atau akan terjadi di dunia ini, pasti sudah ditentukan oleh Allah SWT. Sedih atau bahagia, beruntung atau buntung, hidup atau mati, rezeki dan jodoh, semua itu Allah SWT yang telah mengaturnya. Dan tugas kita didunia hanyalah menjalankan sunnatullah tersebut dengan sebaik-baiknya. Dalam salah satu bait terkenal, Imam Abdullah bin Alwy Al-Haddad pernah berkata :


اَلَّـذِي  لِغَيـْـــــرِكْ لَـنْ يَصِـلْ إِلَـيــكْ # وَالَّـذِي قُسِـمْ لَــكْ حَاصِـلٌ لَدَيـــــكْ 

“Semua yang tidak ditakdirkan kepadamu maka tidak akan menjadi milikmu, Dan semua yang dijanjikan Allah kepadamu maka akan hasil untukmu”


Nah, dari bait tersebut jelas sekali, semua takdir sudah ada bagiannya masing-masing. Tentu saja, takdir yang telah ditentukan Allah SWT untuk kita semuanya baik, walaupun pada akhirnya kita masih banyak mengeluh dengan takdir kita, kita harus yakin bahwa itu adalah takdir yang terbaik untuk kita. Bsa jadi, dalam suatu takdir yang kita anggap tidak baik, akan menjadi hal yang terbaik untuk kita.  Dalam penggalan surat Al-Baqarah ayat 216 Allah telah berfirman yang artinya : …“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”


Eits, masih ada lagi nih, bagaimana kita bisa tenang kalo kita lagi susah, sedang gagal terpuruk dalam kondisi seperti itu? Nah, dalam syair karya Imam Abdullah bin Alwy Al-Haddad juga beliau memberi kita obat sekaligus tips, karena takdir kita telah diatur oleh Allah sebaik-baiknya, maka beliau dalam baitnya menyampaikan agar kita selalu bersyukur, dalam bentuk apa? Gampang bro, yaitu dengan selalu menyibukkan diri beribadah kepada Allah dan tentu saja tawakkal atas segala yang kita usahakan. Karena bagaimanapun semua itu sudah menjadi takdir dari Allah SWT.


فَاشْتَغِـلْ بِرَبَّـــــكْ وَالَّــذِي عَلَــيـكْ # فِي فَرْضِ  الْحَقِيقَـــهْ وَالشَّرْعِ الْمَصُـــونْ


Maka sibukkanlah dirimu dengan Tuhanmu, Dengan segala macam ibadah yang diwajibkan kepada dirimu, Terdapat hakikat dalam kewajiban, Dan syariat yang terjaga kemurniannya.


       Welll, dalam amsal yang pernah saya baca juga ada pelajaran : "Manusia dapat membuat rencana, tetapi Tuhan-lah yang menentukan arah langkahnya" Jadi?? 


لَا يَكْثُـرُ  هَمُّـــكْ   ―  مَـا قُـدِّرْ يَـكُـــونْ


"Janganlah engkau selalu bersedih hati, Karena sesungguhnya yang ditakdirkan pasti terjadi"

Thursday, June 22, 2023

Metode Penentuan Awal Bulan Di Indonesia


Setiap tahun, ada sebuah ritual ilmiah yang rutin dilakukan menjelang puasa, atau hari raya, yaitu penentuan awal bulan qamariyah. Ritual ini selalu diramaikan oleh beberapa kelompok dengan perbedaan penetapan dan metode yang digunakan. Bahkan, peristiwa ini sudah terjadi dari zaman penjajahan Belanda dulu. Dr. Snouck Hurgronje menyampaikan “Jangan heran jika di negeri ini (Hindia) hampir setiap tahun akan terjadi perbedaan penetapan awal lebaran dan Idul ‘Adha. Bahkan, perbedaan iru terkadang terjadi antara kampung kampung yang saling berdekatan.”

Pernyataan tersebut tidak mengherankan mengingat banyak aliran pemikiran yang berkembang di Indonesia mengenai metode penetapan ini, dengan hujjah masing masing setiap kelompok untuk menguatkan pendapatnya.

Secara garis besar, perbedaan ini dibagi menjadi 2 kelompok:

    1. Kelompok yang berbasis pada ru’yatul hilal (melihat hilal secara langsung).

    2. Kelompok yang berbasis pada hisab (Perhitungan dengan teori astronomis / falak).

Akan tetapi dalam 2 kelompok besar tersebut, muncul perbedaan lagi yang di dasari oleh perbedaan madzhab yang di anutnya. Mari kita bahas satu persatu.

1. Kelompok Ru’yatul Hilal

Kelompok ini berpegangan pada hasil rukyat pada tanggal 29, apabila sudah terlihat hilal, maka besok sudah memasuki tanggal 1, apabila hilal belum terlihat, maka harus istikmal (Menyempurnakan tanggal menjadi 30). Dalam perjalanannya, kelompok ini terbagi menjadi berbagai pecahan aliran, diantaranya : 

        A. Ru’yah Dalam Satu Negara 

Aliran ini disebut juga ru’yah fi wilayatil hukmi (الرأية في ولاية الحكم ), yang berarti keputusan final hanya berlaku pada satu wilayah hukum negara. Sebagai contoh, apabila seorang muslim melihat hilal di Kabupaten Muko Muko Provinsi Bengkulu dan kesaksiannya diterima oleh negara, maka semua rakyat Indonesia wajib mengikuti hasil ru’yah tersebut. Sebaliknya, orang Thailand (misalnya) tidak wajib mengikuti hasil ru’yah tersebut karena sudah keluar dari teritorial hukum negara. Aliran ini dipegang kuat oleh Nahdlatul ‘Ulama dengan ketentuan hilal sudah mencapai 2 derajat atau lebih.

        B. Ru’yah Internasional 

Aliran ini berpendapat bahwa negeri negeri islam hakikatnya satu. Maka dimanapun muslim berada di seluruh dunia melihat hilal, maka semua muslim wajib mengikutinya tanpa melihat letak geografisnya. Misalnya, ada seorang muslim di Indonesia melihat hilal, maka muslim di Burundi, Zimbabwe, Smoalia wajib mengikuti hasil ru’yah ini. Dulu, aliran ini dipegang kuat oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

          C. Ru’yah Makkah

Aliran ini hampir sama dengan ru’yah internasional, akan tetapi pusat acuan ru’yah nya berada di Kota Makkah. Yang menarik adalah, sebuah arahan yang menentang pendapat ini dari mantan mufti Arab Saudi sendiri, As Syaikh Abdul Aziz bin Baz saat di tanyai mahasiswa dari asia tentang perbedaan waktu Arab Saudi dan negara nya. “Hendaknya seorang Muslim Puasa dan berbuka bersama negerinya masing masing.” Arahan ini didasarkan pada pendapat imam Ahmad bin Hanbal yang berkata: “Seseorang (hendaknya) bershaum bersama penguasa dan jamaah (mayoritas) umat Islam, baik ketika cuaca cerah ataupun mendung.” Beliau juga berkata: “Tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama Al-Jama’ah.” (Majmu’ Fatawa, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juz 25, hal. 117).

2. Kelompok Hisab 

Kelompok ini berpegangan pada hasil perhitungan matematis dengan teori teori astronomis dan falakiyyah. Sama seperti kelompok ru’yah, kelompok hisab juga terdapat banyak cabang yang menjadikan hasil finalnya berbeda beda. Diantara cabang dari kelompok ini adalah : 

        A. Hisab Wujudul Hilal (وجود الهلال)

Kelompok ini berpendapat bahwa jika perhitungan sudah menyatakan hilal sudah diatas ufuk, maka esoknya sudah jatuh tanggal 1. Semua itu bisa diputuskan jauh jauh hari bahkan 1 abad yang lalu karena kelompok ini berpegang pada perhitungan tanpa harus menunggu hasil ru’yah tanggal 29. Intinya kalau menurut perhitungan sudah wujudul hilal, maka sudah masuk bulan berikutnya walaupun sangat kecil dibawah satu derajat. Aliran ini dipegang kuat oleh Muhammadiyyah. 

        B. Hisab Imkanur Ru’yah (امكانالرأية )

Kelompok ini selain menggunakan hisab, namun masih menjadikan ru’yah sebagai faktor utama. Walaupun secara perhitungan sudah menunjukkan hilal, namun masih mempertimbangkan fakta lapangan, apakah hilal sudah lebih dari 2 derajat atau belum. Mengapa harus 2 derajat ? karena dibawah itu akan sangat sulit dilihat walaupun dengan alat sekalipun (Standarisasi Imkanur Ru’yah adalah 2 Derajat). 

Hisab ini dipegang kuat oleh Kementrian Agama RI dalam menentukan bulan baru. Maka, tidak asing bagi kita apabila hendak memasuki bulan Syawwal, Pemerintah Indonesia mengadakan sidang Istbat yang mengumpulkan berbagai pengamatan hilal dari berbagai wilayah Indonesia.

        C. Hisab Jawa Asapon

Tidak ketinggalan, aliran lokal pun ikut andil dalam penentuan bulan baru. Asapon merupakan singkatan dari tahun Alif Selasa Pon, yang berarti Bedanya, aliran ini berpedoman pada kalender Jawa Islam yang berkembang di beberapa daerah di Jawa, khususnya Keraton Yogyakarta. Secara ringkasnya, aliran ini menggunakan titen dalam menentukan awal bulan. Contoh : Jika 1 Suro jatuh pada Ahad Pon, maka 1 Bodo jatuh pada Ahad Wage. dst …

        D. Hisab Jawa Aboge 

Metodenya hampir sama dengan Hisab Asapon, hisab ini juga berkembang di daerah daerah Jawa seperti Banyumas. Bedanya, Hisab Asapon lebih dulu eksis dalam penentuan tahun dan bulan dariapda Aboge ini.

‘Ala kulli hal, meskipun terdapat banyak perbedaan dalam penentuan awal bulan, hasil final tetaplah mengikuti ulil amri (pemerintah). Maka dari itu, banyak kalender yang sudah menetapkan tanggal idul fitri dengan catatan ‘mengikuti pemerintah’ melalui sidang istbat nya. Hal ini wajar karena apabila sekelompok orang bebas menentukannya sendiri sendiri, maka yang terjadi adalah chaos pada saat penentuan awal bulan tanpa ada pihak yang mempersatukannya. 

Landasannya adalah hadist Rasulullah -Sholla ‘alaih- Dari Abdullah bin Umar -radliya ‘anhu-: 

 (تراءى الناس الهلال، فأخبرت النبي صلى الله عليه وسلم أني رأيته، فصام وأمر الناس بصيامه) رواه أبو داود، وصححه الحاكم وابن حبان.

"Orang orang mencari cari hilal (Ramadlan), Maka aku memberitahukan Nabi bahwa aku telah melihatnya. maka beliau pun berpuasa dan menyuruh orang orang untuk berpuasa."


Juga yang dilakukan seorang ‘arabiy saat melihat hilal ;

وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ أَعْرَابِيًّا جَاءَ إِلَى اَلنَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ: – إِنِّي رَأَيْتُ اَلْهِلَالَ, فَقَالَ: ” أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ? ” قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: ” أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اَللَّهِ? ” قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: ” فَأَذِّنْ فِي اَلنَّاسِ يَا بِلَالُ أَنْ يَصُومُوا غَدًا” – رَوَاهُ  اَلْخَمْسَةُ

“Dari Ibnu ‘Abbas -radliya ‘anhuma- bahwa seorang Arab Badui ada pernah datang menemui Nabi -sholla ‘alaih-, ia pun berkata, “Aku telah melihat hilal.” Nabi bertanya, “Apakah engkau bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah?” Ia menjawab, “Iya.” “Apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah?“ Ia pun menjawab, “Iya.” Nabi pun memerintah, “Wahai Bilal, suruhlah manusia agar mereka besok berpuasa.” Diriwayatkan oleh perawi lima (Abu Daud, An Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Maka, sudah sepatutnya kita menghindarkan diri dari konflik akibat perbedaan pendapat dengan tetangga sebelah.


Oleh : Muh. Alawy Machfudz.

Sunday, June 18, 2023

Antara Budaya, Agama, dan Negara


Ketika kita mendengar kata ‘budaya’ kita bertanya-tanya “apa sih budaya itu?” Kebanyakan dari kita hanya mengenal budaya bagian luarnya saja tidak sampai ke akar-akarnya. Ibarat seorang ilmuan yang hanya mengetahui jaringan epidermis pada batang, sedangkan bagian korteks, endodermis, perisikel, dan stelenya tidak dihiraukan. Sehingga kita tidak tahu hakikat budaya. Untuk mengetahui hakikat budaya dibutuhkan yang namanya pendalaman terhadap aspek terkait. Dengan begitu kita juga akan tahu hubungan-hubungannya sekaligus penerapannya

Maka dari itu mari kita mengenal seputar budaya dan apa yang terkait dengannya. Cekidot…

1.  Hubungan antara budaya dan agama

Relasi antara agama dan budaya menurut pandangan penulis yaitu agama menyebarkan ajarannya salah satunya melalui budaya dan budaya membutuhkan agama untuk melestarikannya. Agama tidak serta-merta menghapus budaya dalam masyarakat, yang beberapa memang tidak sesuai dan bertolak belakang dengan nilai-nilai agama. Akan tetapi, agama lebih menggunakan budaya untuk media dakwah sekaligus masuk dalam budaya dengan menyesuaikan apa yang boleh atau sesuai dengan ajarannya.

Di sini agama berperan untuk memfiltrasi berbagai norma dan nilai dari kebudayaan, misalkan: budaya wayang, tumpengan, Sedekah laut, budaya ’nganteuran’ dan sebagainya. Ini juga meliputi relasi antara manusia dengan alam, atau antara manusia dengan makhluk lainnya, seharusnya bukan merupakan relasi antara penakluk dengan yang ditaklukan, hamba dengan tuannya, melainkan sebuah relasi harmonis, yang mengutamakan kebersamaan, cinta dan kasih sayang. Hal ini pun pada dasarnya telah diajarkan oleh agama, interaksi yang bersifat harmonis itu, adalah interaksi yang saling memperhatikan perkembangan situasi antara satu dengan yang lainnya. Ini merupakan prinsip pokok yang merupakan landasan interaksi antara manusia dengan makhluk lainnya, termasuk kepada alam, dan keharmonisan hubungan ini pula yang menjadikan tujuan dari segala etika agama (Haidi Hajar Widagdo, Sebuah Upaya Penyelarasan antara Budaya Mistis dengan Pelestarian Lingkungan,2012). [1]

2. pentingnya budaya terhadap keberlangsungannya ketatanegaraan.

Kebudayaan memiliki peran dan fungsi yang sentral dan mendasar sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara karena suatu bangsa akan menjadi besar jika nilai-nilai kebudayaan telah mengakar dalam semua lini kehidupan masyarakat. 

Indonesia sebagai negara kepulauan adalah bangsa yang memiliki kekayaan dan keragaman budaya nusantara yang merupakan daya tarik tersendiri di mata dunia.

Seharusnya hal ini dapat dijadikan modal untuk menaikkan citra bangsa di mata dunia sekaligus nilai-nilai fundamental yang berfungsi merekatkan persatuan. Tidak dapat dipungkiri bahwa kebudayaan merupakan salah unsur sentral bagi suatu bangsa karena melalui kebudayaan, identitas dan jati diri suatu bangsa dapat terejawantahkan.

Oleh : _yusrulfalah_

[1] Penyelarasan Agama Dan Budaya (https://bdkjakarta.kemenag.go.id/berita/penyelarasan-agama-dan-budaya)


Thursday, June 15, 2023

Semua yang Diciptakan Allah Pasti Ada Faedahnya..



Beberapa hari lalu, aku pernah bertanya pada guruku perihal suatu masalah yang sedang kuhadapi (gak usah kepo masalahnya apa). Yang pada akhirnya guruku memberi sebuah jawaban yang lalu kujadikan pegangan pribadiku kedepannya. So... siapa tau dengan postingan ini, harapanku jawaban guruku bisa memberi manfaat pada kalian sebagaimana jawaban ini memberi manfaat padaku. 


Pada intinya, hidup kita itu pasti mengalami siklus, sebagaimana air laut yang kadang surut dan juga kadang pasang. Juga sebagaimana hari yang bisa terang ketika pagi dan juga bisa gelap ketika malam. Hidup kita pun kadang di atas kadang juga di bawah, ada suka dan duka, bahagia dan nestapa. 


So... di segala fase kehidupan itu, kita harus percaya bahwa ada Allah di sana, setiap kali kita di atas ada Allah yang sedang ingin kita bersyukur pada-Nya. Dan di setiap kali kita di bawah ada Allah yang sedang ingin kita bersabar menghadapi cobaan-Nya. 


Dan percayalah, bahwa ketika kita sedang di atas nanti pasti ada masanya kita berada di bawah. So... jangan terlalu larut dalam kebahagiaan saat kita di atas. Dan yakinlah, bahwa saat kita ada di bawah pasti ada masanya Allah akan menempatkan kita di atas. So... jangan sampai kita putus asa pada rahmat-Nya. 


Yang sering jadi masalah kita adalah, pada saat kita menghadapi fase kehidupan yang silih berganti itu, kita lupa ada Allah di balik semuanya. Akhirnya saat kita bahagia, kita larut sampai merasa kebahagiaan itu tidak akan pernah hilang. Dan saat kita nestapa, kita larut sampai merasa bahwa cobaan itu tidak akan pernah selesai. Tapi saat kita paham bahwa ada Allah di balik semuanya, maka saat kita diterpa cobaan atau mendapat kebahagiaan, kita bisa menempatkan diri kita pada porsi sedih dan bahagia yang semestinya (tidak terlalu berlebihan). 


Lagipun, semua hal yang kita anggap baik berarti menuntut kita untuk berlatih bersyukur. Dan semua hal yang tidak terlalu baik berarti menuntut kita untuk berlatih tidak berputus asa pada-Nya. Teringat sebuah hadits Nabi yang diriwatkan oleh Shohabat Shuhaib yang berbunyi :


عَنْ صُهَيْبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :  [عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ]

Artinya : “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya itu baik, dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan nikmat dia bersyukur dan itu baik baginya. Dan apabila dia mendapatkan musibah dia sabar dan itu baik baginya.” (HR. Muslim, No. 5318).

Hehe....  Udah kayanya itu doang

Have a nice day you all!!!


Oleh : Muhammad Rafly