Ketika berjalan seorang diri di lereng gunung di kawasan Ngrimbi, Bareng, Jombang, pasukan Belanda kembali menemukan dan mengepung beliau. Tanpa jeda, mereka langsung melepaskan tembakan bertubi-tubi dengan senjata otomatis. Peluru menghujani tubuh KH. Hasyim Latif, mengenai wajah serta bagian tubuh lainnya.
Namun, setiap peluru yang mengenai tubuh beliau tidak menimbulkan luka sedikit pun. Peluru-peluru tersebut seolah meleset, tidak mempan sama sekali. Melihat kejadian itu, pasukan Belanda menghentikan penembakan, terlebih setelah seluruh amunisi telah dimuntahkan. Dalam keadaan gentar, mereka pun segera mundur dan kembali ke markas.
Ketika ditanya mengapa tubuh beliau tidak mempan terhadap peluru, KH. Hasyim Latif menegaskan bahwa hal itu merupakan karomah dari para kyai yang telah memberinya suwuk dan doa-doa sebelum beliau berangkat berjuang melawan Belanda. Ketika itu, memang tidak sedikit kyai yang memberikan bekal berupa doa-doa maupun air minum yang telah diberi doa kepada para pejuang perang untuk menghadapi pasukan musuh. Dan ternyata, doa-doa itu berkhasiat menjadikan seseorang kebal, walaupun terhadap peluru sekalipun.
Oleh: Arsakha


0 comments: