Pada periode ini, Shalahuddin banyak menghabiskan waktunya untuk bertempur melawan pasukan Salib. Ia tidak pernah mengenal rasa lelah demi tegaknya agama Islam. Pertempuran yang dialami Shalahuddin memiliki sejarah panjang. Konflik antara kaum Muslimin dan tentara Salib, meskipun sesekali diwarnai dengan perdamaian yang sering dilanggar oleh tentara Salib, terus mewarnai lembaran perjuangan Shalahuddin Al-Ayyubi.
Pertempuran pertama yang dipimpinnya adalah melawan Amalric I, Raja Yerusalem. Selanjutnya, ia berhadapan dengan Baldwin IV (putra Amalric I), Reynald de Chatillon (penguasa Benteng Karak), dan Baldwin V. Selain itu, Shalahuddin berhasil menaklukkan beberapa kota penting, antara lain Tiberias, Nasirah, Gaza, Hebron, Yerusalem, Bethlehem, Busniah, dan Gunung Zaitun pada tahun 1187 M.
Shalahuddin selalu meraih kemenangan atas tentara Salib, hingga puncaknya ketika ia menaklukkan pasukan di Pertempuran Hittin, dekat Tiberias, pada tahun 1187 M. Kemenangan ini diikuti dengan penundukan wilayah Palestina, termasuk Acre, Nablus, Caesarea, Jaffa, Askalon, dan Beirut. Pertempuran tersebut diakhiri dengan perjanjian pada tahun 1192 M di Ramalah, dengan ketentuan sebagai berikut:
Yerusalem tetap berada di tangan umat Islam, dan umat Kristen diizinkan menjalankan ibadah di tanah suci mereka.
Tentara Salib mempertahankan wilayah pantai Suriah dan Tyre hingga Jaffa.
Umat Islam mengembalikan harta rampasan Kristen kepada umat Kristen.
Oleh: Arsakha


0 comments: